SINGAPURA, DDTCNews - DDTC memenuhi undangan untuk menghadiri perayaan HUT ke-20 Tax Academy of Singapore (TAS) yang digelar di Revenue House, Singapura pada Jumat (31/7/2026). Kehadiran Founder DDTC Darussalam dan Danny Septriadi diwakili oleh Managing Partner DDTC Consulting David Hamzah Damian.
Perayaan dua dekade TAS ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan di bidang perpajakan, termasuk otoritas pajak, akademisi, pelaku usaha, dan profesional perpajakan. Acara ini sekaligus menjadi momentum peluncuran Tax Academy of Singapore Hub. Sebagai mitra strategis yang akan terus memperkuat kolaborasi, logo DDTC turut dihadirkan dalam Tax Academy of Singapore Hub.
CEO Tax Academy Dennis Lui mengatakan kehadiran Tax Academy of Singapore Hub menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan TAS. Sebelumnya, TAS masih menyewa ruang pelatihan milik IRAS yang berada di lantai basement atau B1.
"Sekarang kami bisa menempati lokasi strategis di lantai 1, dekat pintu utama gedung IRAS, dengan fasilitas yang jauh lebih baik," katanya.
Dennis menambahkan peningkatan fasilitas itu turut mendukung misi TAS dalam mengembangkan kapasitas profesional di bidang perpajakan. Terlebih, perkembangan artificial intelligence (AI) saat ini menghadirkan tantangan baru bagi para profesional.
Keterangan foto: Pemotongan pita oleh Chairman Tax Academy of SingaporeTham Sai Choy (tengah) bersama Deputy Commissioner/CEO Tax Academy Dennis Lui (kiri) dan CEO and Commissioner of Inland Revenue of the Inland Revenue Authority of Singapore (IRAS) Ow Fook Chuen (kanan) menadai peluncuran Tax Academy of Singapore Hub dalam perayaan HUT ke-20 Tax Academy Singapore pada hari ini, Jumat (31/7/2026).
Selain pengembangan kompetensi, TAS juga dapat menjadi ruang bagi berbagai pemangku kepentingan untuk bertukar pemikiran mengenai isu perpajakan. Kolaborasi tidak terbatas pada isu perpajakan di Singapura, tetapi juga negara-negara lainnya, seperti Indonesia.
"Pelaku usaha, akademisi, dan otoritas pajak bisa bekerja sama dan bertukar pikiran. Bukan hanya mengenai [perkembangan perpajakan] Singapura, tetapi juga Indonesia," tuturnya.
Sebagai informasi, TAS merupakan institusi nirlaba yang didirikan oleh IRAS bekerja sama dengan berbagai institusi atau firma internasional dan asosiasi profesi seperti Institute of Singapore Chartered Accountants; Singapore Chartered Tax Professionals; serta Law Society of Singapore.
David Hamzah Damian mengatakan kehadiran DDTC dalam peluncuran Tax Academy of Singapore Hub menjadi wujud komitmen untuk memperkuat kolaborasi. Terlebih, visi DDTC sebagai institusi pajak berbasis riset, teknologi, dan ilmu pengetahuan yang menetapkan standar tinggi serta berkelanjutan.
Hari ini, DDTC juga menerima penghargaan Museum Rekor - Dunia Indonesia (MURI) untuk DDTC Academy sebagai penyelenggara pelatihan pajak internasional dan transfer pricing yang diakui lembaga internasional Chartered Institute of Taxation (CIOT), UK.
Sebelumnya, DDTC juga menerima penghargaan dari MURI atas rekor yang diraih DDTC Library sebagai perpustakaan pajak yang memiliki koleksi literatur perpajakan terbanyak.
"Indonesia dan Singapura selama ini juga telah memiliki hubungan kerja sama yang baik. Dengan kacamata internasional, sejumlah kebijakan terkait dengan pajak kedua negara juga tak jarang saling memengaruhi. Kami siap memperkuat berkolaborasi," ujar David.
Keterangan foto: Managing Partner of DDTC Consulting David Hamzah Damian (kiri) dan Deputy Commissioner/CEO Tax Academy Dennis Lui (kanan) dalam perayaan HUT ke-20 Tax Academy Singapore pada hari ini, Jumat (31/7/2026).
Dalam laman resminya, TAS memiliki satu misi utama, yaitu meningkatkan kompetensi profesional komunitas perpajakan serta memperkuat posisi TAS sebagai pusat unggulan perpajakan dan pusat pengetahuan perpajakan regional.
Tak hanya itu, TAS juga memiliki beberapa tujuan (goals) yang dikejar. Pertama, menjadi pusat unggulan pendidikan perpajakan dan pusat pengetahuan perpajakan regional.
Saat ini, TAS menawarkan Tax Training Roadmap yang terstruktur bagi para profesional perpajakan untuk mencapai tingkat kompetensi yang tinggi dalam bidang perpajakan, baik domestik maupun internasional.
Kedua, menjadi penggerak thought leadership dalam isu perpajakan. TAS siap mendukung riset yang relevan dengan kebijakan dan berorientasi pada praktik di bidang perpajakan internasional, dengan fokus khusus pada perekonomian dan sistem perpajakan negara-negara Asia.
Ketiga, menjadi platform pertukaran pengetahuan perpajakan. Saat ini, TAS menciptakan berbagai kesempatan bagi para profesional perpajakan untuk mengikuti perkembangan perpajakan global melalui seminar dan konferensi.
TAS juga mempertemukan para ahli perpajakan dari kalangan industri, akademisi, dan pemerintah, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk melakukan pertukaran pengetahuan dan pengalaman secara profesional. (rig)
