Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Belum Sebulan Dicabut, Pajak Karbon Bakal Dikenakan Lagi

1
1

Ilustrasi. (foto: Phys.org)

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah Kanada mengumumkan pengenaan pajak karbon di Alberta. Padahal, pemerintah provinsi telah mencabut pengenaan pajak tersebut sekitar seminggu sebelumnya.

Menteri Lingkungan Kanada Catherine McKenna mengaku telah memberitahu Pemerintah Provinsi Alberta tentang mulai dikenakannya harga karbon di provinsi mulai 1 Januari 2020. Pengumuman di Ottawa ini diberikan sekitar seminggu setelah disahkannya Undang-Undang Pencabutan Pajak Karbon.

“Sebagai hasil dari keputusan Alberta untuk menjadikan daerahnya bebas untuk mencemari lingkungan, kami akan memiliki harga polusi [pajak karbon] federal. Sangat disayangkan karena Alberta sebelumnya memiliki rencana pemberian harga pada polusi,” jelasnya, seperti dikutip pada Jumat (14/6/2019).

Baca Juga: Penerimaan Pajak Rumah Jauh Lampaui Target

Kanada, lanjut dia, sangat membutuhkan Alberta untuk ambil bagian dalam kerangka kerja terkait perubahan iklim. Hal ini dikarenakan Alberta merupakan provinsi dengan emisi tertinggi di negara tersebut. Provinsi ini menjadi penghasil minyak mentah utama di Kanada.

Di bawah ketentuan kerangka kerja – kesepakatan yang disetujui oleh sebagian besar provinsi dan pemerintah federal pada Desember 2016 – setiap provinsi harus mengembangkan kebijakan untuk menetapkan harga karbon melalui pajak karbon atau sistem cap-and-trade.

Sebagai bagian dari rencana, Ottawa akan mengenakan pajak pada provinsi yang menolak untuk mengembangkan rencana mereka sendiri. Pajak itu dipatok senilai US$ 20 untuk setiap ton emisi gas rumah kaca mulai 2019. Angka itu naik US$10 tiap tahunnya dan menjadi US$50 per ton pada 2022.

Baca Juga: Pemerintah Kota Ini Ingin Pajaki Rumah Kosong

McKenna menjelaskan secara hukum, 100% dari pendapatan yang dikumpulkan secara federal akan dikembalikan ke Alberta. Dari pendapatan tersebut, sekitar 90% dikembalikan ke keluarga dan 10% sisanya diarahkan untuk mendanai sekolah, rumah sakit, kota, dan inisiatif energi hijau.

Karena pendapatan itu dikembalikan ke keluarga, sebuah keluarga yang beranggotakan empat orang di Alberta akan bisa mengklaim potongan harga US$888 ketika mereka melaporkan pajak penghasilan (PPh) mereka tahun depan. Provinsi yang memiliki harga polusi telah menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat.

“Penetapan harga polusi adalah cara paling efisien untuk mengurangi emisi,” tegas McKenna, seperti dilansir CBC News.

Baca Juga: Airbnb Bayar Pajak di Atas Estimasi Awal

Menteri Lingkungan Alberta Jason Nixon, mengatakan dengan hilangnya pajak karbon di level provinsi dan berlakunya pajak baru pada tahun baru, masyarakat akan menikmati beberapa harga gas terendah di negara itu untuk saat ini.

“Syukurlah, Kepala Wilayah Kenney menepati janjinya untuk membunuh pajak karbon. Kami telah menghapus pajak itu dari sistem kami dan setidaknya untuk beberapa bulan ke depan, sampai Januari pertama, kami tidak akan memiliki beban pajak karbon pada ekonomi kami,” jelasnya. (kaw)

Baca Juga: Mulai 1 Juni 2019, Pemerintah Pungut Pajak Karbon

“Sebagai hasil dari keputusan Alberta untuk menjadikan daerahnya bebas untuk mencemari lingkungan, kami akan memiliki harga polusi [pajak karbon] federal. Sangat disayangkan karena Alberta sebelumnya memiliki rencana pemberian harga pada polusi,” jelasnya, seperti dikutip pada Jumat (14/6/2019).

Baca Juga: Penerimaan Pajak Rumah Jauh Lampaui Target

Kanada, lanjut dia, sangat membutuhkan Alberta untuk ambil bagian dalam kerangka kerja terkait perubahan iklim. Hal ini dikarenakan Alberta merupakan provinsi dengan emisi tertinggi di negara tersebut. Provinsi ini menjadi penghasil minyak mentah utama di Kanada.

Di bawah ketentuan kerangka kerja – kesepakatan yang disetujui oleh sebagian besar provinsi dan pemerintah federal pada Desember 2016 – setiap provinsi harus mengembangkan kebijakan untuk menetapkan harga karbon melalui pajak karbon atau sistem cap-and-trade.

Sebagai bagian dari rencana, Ottawa akan mengenakan pajak pada provinsi yang menolak untuk mengembangkan rencana mereka sendiri. Pajak itu dipatok senilai US$ 20 untuk setiap ton emisi gas rumah kaca mulai 2019. Angka itu naik US$10 tiap tahunnya dan menjadi US$50 per ton pada 2022.

Baca Juga: Pemerintah Kota Ini Ingin Pajaki Rumah Kosong

McKenna menjelaskan secara hukum, 100% dari pendapatan yang dikumpulkan secara federal akan dikembalikan ke Alberta. Dari pendapatan tersebut, sekitar 90% dikembalikan ke keluarga dan 10% sisanya diarahkan untuk mendanai sekolah, rumah sakit, kota, dan inisiatif energi hijau.

Karena pendapatan itu dikembalikan ke keluarga, sebuah keluarga yang beranggotakan empat orang di Alberta akan bisa mengklaim potongan harga US$888 ketika mereka melaporkan pajak penghasilan (PPh) mereka tahun depan. Provinsi yang memiliki harga polusi telah menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat.

“Penetapan harga polusi adalah cara paling efisien untuk mengurangi emisi,” tegas McKenna, seperti dilansir CBC News.

Baca Juga: Airbnb Bayar Pajak di Atas Estimasi Awal

Menteri Lingkungan Alberta Jason Nixon, mengatakan dengan hilangnya pajak karbon di level provinsi dan berlakunya pajak baru pada tahun baru, masyarakat akan menikmati beberapa harga gas terendah di negara itu untuk saat ini.

“Syukurlah, Kepala Wilayah Kenney menepati janjinya untuk membunuh pajak karbon. Kami telah menghapus pajak itu dari sistem kami dan setidaknya untuk beberapa bulan ke depan, sampai Januari pertama, kami tidak akan memiliki beban pajak karbon pada ekonomi kami,” jelasnya. (kaw)

Baca Juga: Mulai 1 Juni 2019, Pemerintah Pungut Pajak Karbon
Topik : pajak karbon, carbon tax, Kanada, Alberta
artikel terkait
Selasa, 23 April 2019 | 11:16 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 31 Agustus 2017 | 08:54 WIB
ZIMBABWE
Jum'at, 26 April 2019 | 15:54 WIB
ZIMBABWE
berita pilihan
Selasa, 16 Juli 2019 | 10:34 WIB
PRANCIS
Minggu, 14 Juli 2019 | 14:51 WIB
SELANDIA BARU
Sabtu, 13 Juli 2019 | 14:25 WIB
KANADA
Jum'at, 12 Juli 2019 | 18:31 WIB
AUSTRALIA
Kamis, 11 Juli 2019 | 16:49 WIB
NORWEGIA
Kamis, 11 Juli 2019 | 11:08 WIB
AMERIKA SERIKAT
Rabu, 10 Juli 2019 | 18:57 WIB
FILIPINA