Review
Kamis, 29 September 2022 | 16:16 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 27 September 2022 | 11:55 WIB
KONSULTASI UU HPP
Minggu, 25 September 2022 | 11:30 WIB
KEPALA BAPENDA RIAU SYAHRIAL ABDI
Kamis, 22 September 2022 | 13:53 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 30 September 2022 | 19:21 WIB
KESADARAN PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 16:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 28 September 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Data & Alat
Rabu, 28 September 2022 | 09:39 WIB
KURS PAJAK 28 SEPTEMBER - 04 OKTOBER 2022
Rabu, 21 September 2022 | 08:33 WIB
KURS PAJAK 21 SEPTEMBER - 27 SEPTEMBER 2022
Rabu, 14 September 2022 | 09:21 WIB
KURS PAJAK 14 SEPTEMBER - 20 SEPTEMBER 2022
Rabu, 07 September 2022 | 09:33 WIB
KURS PAJAK 07 SEPTEMBER - 13 SEPTEMBER
Komunitas
Sabtu, 01 Oktober 2022 | 07:00 WIB
ANIMASI PAJAK
Jum'at, 30 September 2022 | 16:15 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Jum'at, 30 September 2022 | 11:54 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Kamis, 29 September 2022 | 16:42 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2022
Reportase

Begini Saran Ketua Banggar untuk Optimalisasi Penerimaan Pajak 2023

A+
A-
2
A+
A-
2
Begini Saran Ketua Banggar untuk Optimalisasi Penerimaan Pajak 2023

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah menilai pemerintah perlu berupaya keras untuk mengoptimalkan penerimaan pajak.

Said menjelaskan optimalisasi menjadi bentuk dari mobilisasi sumber daya domestik. Menurutnya, Indonesia masih berpeluang besar mencapai target penerimaan pajak 2023 dengan memanfaatkan momentum kenaikan harga komoditas.

"Masih tingginya harga komoditas menjadi kesempatan emas Ditjen Pajak mempertahankan prestasi penerimaan perpajakan seperti tahun lalu," katanya, dikutip pada Jumat (19/8/2022).

Baca Juga: Cegah Registrasi Kendaraan Dihapus, WP Diimbau Ikut Pemutihan Pajak

Said menilai Indonesia masih akan menikmati berkah dari kenaikan harga komoditas hingga tahun depan. Menurutnya, momentum tersebut perlu dimanfaatkan sebelum harga berbagai komoditas unggulan bakal mengalami tren penurunan.

Dia juga menyoroti dampak implementasi UU 7/2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan dalam meningkatkan penerimaan. Misal, soal integrasi NIK sebagai NPWP, juga dapat menjadi ruang bagi pemerintah mendorong kepatuhan wajib pajak.

Dia menekankan target penerimaan pajak yang tercapai bakal memberikan kemampuan bagi negara untuk menghadapi berbagai ketidakpastian. Pada RAPBN 2023, target penerimaan pajak ditetapkan Rp1.715,1 triliun, tumbuh 6,7% dari outlook 2022 senilai Rp1.608,1 triliun.

Baca Juga: Pemerintah Bakal Siapkan Skema Pengamanan Penerimaan Pajak

Tak hanya pajak, ia juga mengingatkan pemerintah untuk mengoptimalkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) melalui berbagai program hilirisasi. Secara bersamaan, tata kelola BUMN juga perlu terus diperbaiki sehingga kontribusinya terhadap APBN kian meningkat.

Soal kebijakan APBN 2023, Said menyebut terdapat 2 hal yang menjadi sorotan. Pertama, kelanjutan berbagai agenda strategis nasional jangka panjang seperti transformasi ekonomi yang rendah emisi, peningkatan kualitas SDM, reformasi birokrasi, serta revitalisasi industri.

Kedua, respon kebijakan atas berbagai tantangan pada tahun depan. Misal, soal pelaksanaan program subsidi pangan dan energi.

Baca Juga: Bahama Masuk Daftar Hitam Surga Pajak, Begini Penjelasan Uni Eropa

"Pemerintah harus melakukan berbagai reformasi subsidi energi untuk mengurangi tekanan eksternal karena masih tingginya harga minyak dan gas dunia," ujar Said. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.

Topik : ketua banggar said, DPR, penerimaan pajak, RAPBN 2023, pajak, nasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 01 Oktober 2022 | 06:30 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Penerimaan Pajak Naik, Sri Mulyani: Bukan Hanya karena Harga Komoditas

Jum'at, 30 September 2022 | 19:29 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Perseroan Perorangan Bisa Pilih Pakai Tarif PPh Final UMKM PP 23/2018

Jum'at, 30 September 2022 | 19:21 WIB
KESADARAN PAJAK

Pentingnya Masyarakat Melek Pajak, Ulasan Profesional DDTC di ITR

Jum'at, 30 September 2022 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah?

berita pilihan

Minggu, 02 Oktober 2022 | 09:30 WIB
PROVINSI PAPUA

Cegah Registrasi Kendaraan Dihapus, WP Diimbau Ikut Pemutihan Pajak

Minggu, 02 Oktober 2022 | 09:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pemerintah Bakal Siapkan Skema Pengamanan Penerimaan Pajak

Minggu, 02 Oktober 2022 | 07:00 WIB
KPP PRATAMA PAMEKASAN

One on One dengan Wajib Pajak, Fiskus Datangi Pabrik Rokok

Minggu, 02 Oktober 2022 | 06:00 WIB
PENERIMAAN NEGARA

Risiko Gejolak Harga Komoditas Bayangi Prospek Pendapatan Negara 2023

Sabtu, 01 Oktober 2022 | 16:35 WIB
KONSENSUS PAJAK GLOBAL

Penuh Tantangan, Presidensi G-20 Bisa Percepat Implementasi 2 Pilar

Sabtu, 01 Oktober 2022 | 16:25 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Penghitungan PPN Atas Penyediaan Jasa Pembayaran

Sabtu, 01 Oktober 2022 | 14:30 WIB
SKOTLANDIA

Skotlandia Ogah Ikuti Langkah Inggris Pangkas Tarif PPh OP

Sabtu, 01 Oktober 2022 | 14:00 WIB
PMK 61/2022

Bangun Rumah dengan Kontraktor Berstatus PKP, Tidak Terutang PPN KMS?