PENERIMAAN PAJAK

Shortfall Pajak 2025 Capai Rp271,7 Triliun

Muhamad Wildan
Kamis, 08 Januari 2026 | 14.25 WIB
Shortfall Pajak 2025 Capai Rp271,7 Triliun
<p>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis (8/1/2026).</p>

JAKARTA, DDTCNews - Kementerian Keuangan mencatat realisasi penerimaan pajak pada 2025 hanya senilai Rp1.917,6 triliun atau 87,6% dari target yang ditetapkan dalam APBN 2025 sebesar Rp2.189,3 triliun. Dengan capaian ini, shortfall pajak 2025 mencapai Rp271,7 triliun.

Bila dibandingkan dengan realisasi penerimaan pajak pada 2024 yang senilai Rp1.931,6 triliun, penerimaan pajak pada 2025 terkontraksi sebesar 0,72%.

"Penerimaan pajak hanya Rp1.917,6 triliun, ini hanya 87,6% dari APBN [2025]," ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Kamis (8/1/2026).

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara pun menjelaskan bahwa penerimaan pajak pada tahun lalu ditekan oleh turunnya harga komoditas. Beberapa komoditas yang harganya turun pada 2025 contohnya Indonesia crude price (ICP), batu bara, gas alam, dan nikel.

"Penerimaan pajak itu memiliki dinamika, meski kita sudah taruh pajaknya, berapa yang betul-betul dikumpulkan itu menyesuaikan dengan gerak ekonomi," ujar Suahasil.

Secara terperinci, penerimaan PPh badan pada 2025 tercatat senilai Rp321,4 triliun atau turun sebesar 4,2% bila dibandingkan dengan realisasi PPh badan pada 2024 yang senilai Rp335,8 triliun.

Adapun realisasi PPN dan PPnBM pada 2025 mencapai Rp790,2 triliun, turun 4,6% bila dibandingkan dengan realisasi PPN dan PPnBM tahun 2024 yang senilai Rp828,5 triliun.

Meski kinerja setahun penuh tercatat kontraktif, Suahasil mengatakan penerimaan pajak cenderung tumbuh pada semester II/2025.

"PPh badan itu kalau semester I/2025 turun 10,4%, semester II/2025 membaik 2,3%. PPh orang pribadi dan PPh Pasal 21 juga seperti itu, semester I/2025 minus 19,4%, semester II/2025 membaik ke 17,5%. PPh final, PPh Pasal 22, PPh Pasal 26 juga seperti," ujar Suahasil.

PPN dan PPnBM tercatat terkontraksi sebesar 14,7% pada semester I/2025, tetapi mampu bertumbuh sebesar 2,1% pada semester II/2025.

"Ini dinamika perekonomian yang tecermin di penerimaan pajak kita. Ini inline dengan sektor keuangan. Inflow SBN, SRBI, dan saham yang di kuartal IV/2025 itu membaik. Kita berharap ini sejalan dengan penerimaan pajak kuartal III/2025 dan kuartal IV/2025 membaik. Ini modal kita masuk ke 2026," ujar Suahasil. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.