Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Amazon Kalahkan Banding Otoritas Pajak AS

A+
A-
3
A+
A-
3

Ilustrasi The Amazon spheres, bagian dari kantor Amazon.com di Seattle, Amerika Serikat.

SEATTLE, WASHINGTON, DDTCNews – Amazon.com mengalahkan Internal Revenue Service (IRS) dalam sengketa terkait perlakuan pajak untuk transaksi dengan anak perusahaan Amazon di Luksemburg. Sengketa pajak itu senilai US$1,5 miliar (setara dengan Rp21,3 triliun).

Dalam putusan yang dibacakan pada Jumat (16/8/2019), Pengadilan Banding AS ke-9 di Seattle menguatkan putusan2017 yang diteken Pengadilan Pajak AS terkait aset tidak berwujud yang ditransfer oleh Amazon.com ke unit Amazon Europe Holding Technologies SCS pada 2005 dan 2006.

“Berdasarkan sejarah penyusunan peraturan yang berlaku dan pemikiran Departemen Keuangan pada 2005 dan 2006 sangat mendukung argumen Amazon bahwa intangible assets terbatas pada aset yang dapat ditransfer secara mandiri,” kata Hakim Consuelo Callahan, seperti dikutip pada Minggu (17/8/2019).

Baca Juga: Prancis Minta 25% Keuntungan Netflix cs Untuk Danai Sineas Lokal

Pengadilan banding menolak definisi yang lebih luas yang disebut oleh IRS akan mendorong tagihan pajak Amazon.com. Adapun proposal banding IRS menyebut aset tidak berwujud juga mencakup aset yang lebih samar termasuk nilai goodwill Amazon.com, karyawan, dan ‘budaya inovasi’.

Namun, Callahan menolak argumen IRS lantaran kongres baru mengubah definisi properti tidak berwujud dalam pemeriksaan pajak 2017. Oleh karena itu, tuntutan IRS akan benar jika definisi baru itu digunakan untuk mengatur kasus Amazon.com selapas 2017.

Sementara, pada 2005 dan 2006, intangible assets yang di transfer Amazon adalah daftar pelanggan, kekayaan intelektual, dan perangkat lunak. Transfer ini dinilai Callahan tidak menyalahi aturan yang berlaku pada masa itu.

Baca Juga: Trump Bakal Bawa Wacana Tax Cuts 2.0 Saat Kampanye, Apa Itu?

Lebih lanjut, menurut Pengadilan Banding, peraturan pajak memungkinkan perusahaan seperti Amazon.com untuk mentransfer aset tidak berwujud ke afiliasi asing, asalkan dilakukan secara wajar dan unit membayar bagian mereka atas biaya pengembangan tidak berwujud.

Amazon.com mengatakan telah memilih Luksemburg sebagai kantor pusatnya di Eropa karena lokasinya yang sentral. Selain itu, Luksemburg memiliki tarif pajak pertambahan nilai (PPN) terendah di Eropa serta tarif pajak perusahaan yang relatif rendah.

Perusahaan yang berbasis di Seattle itu berujar akan menghadapi kewajiban pajak baru jika putusan Pengadilan Pajak dibatalkan atau pendekatan IRS diterapkan pada tahun pajak lainnya.

Baca Juga: Hakim Perlu Mengedepankan Asas Iktikad Baik di Bidang Pajak, Mengapa?

Dilansir Reuters.com, penghasilan bersih Amazon.com mencapai US$10,07 miliar atau setara dengan 143,4 triliun pada 2018. Selanjutnya, dari Januari hingga Juni tahun ini, pendapatannya mencapai US$6,19 miliar atau setara dengan R88,2 triliun. (MG-nor/kaw)

“Berdasarkan sejarah penyusunan peraturan yang berlaku dan pemikiran Departemen Keuangan pada 2005 dan 2006 sangat mendukung argumen Amazon bahwa intangible assets terbatas pada aset yang dapat ditransfer secara mandiri,” kata Hakim Consuelo Callahan, seperti dikutip pada Minggu (17/8/2019).

Baca Juga: Prancis Minta 25% Keuntungan Netflix cs Untuk Danai Sineas Lokal

Pengadilan banding menolak definisi yang lebih luas yang disebut oleh IRS akan mendorong tagihan pajak Amazon.com. Adapun proposal banding IRS menyebut aset tidak berwujud juga mencakup aset yang lebih samar termasuk nilai goodwill Amazon.com, karyawan, dan ‘budaya inovasi’.

Namun, Callahan menolak argumen IRS lantaran kongres baru mengubah definisi properti tidak berwujud dalam pemeriksaan pajak 2017. Oleh karena itu, tuntutan IRS akan benar jika definisi baru itu digunakan untuk mengatur kasus Amazon.com selapas 2017.

Sementara, pada 2005 dan 2006, intangible assets yang di transfer Amazon adalah daftar pelanggan, kekayaan intelektual, dan perangkat lunak. Transfer ini dinilai Callahan tidak menyalahi aturan yang berlaku pada masa itu.

Baca Juga: Trump Bakal Bawa Wacana Tax Cuts 2.0 Saat Kampanye, Apa Itu?

Lebih lanjut, menurut Pengadilan Banding, peraturan pajak memungkinkan perusahaan seperti Amazon.com untuk mentransfer aset tidak berwujud ke afiliasi asing, asalkan dilakukan secara wajar dan unit membayar bagian mereka atas biaya pengembangan tidak berwujud.

Amazon.com mengatakan telah memilih Luksemburg sebagai kantor pusatnya di Eropa karena lokasinya yang sentral. Selain itu, Luksemburg memiliki tarif pajak pertambahan nilai (PPN) terendah di Eropa serta tarif pajak perusahaan yang relatif rendah.

Perusahaan yang berbasis di Seattle itu berujar akan menghadapi kewajiban pajak baru jika putusan Pengadilan Pajak dibatalkan atau pendekatan IRS diterapkan pada tahun pajak lainnya.

Baca Juga: Hakim Perlu Mengedepankan Asas Iktikad Baik di Bidang Pajak, Mengapa?

Dilansir Reuters.com, penghasilan bersih Amazon.com mencapai US$10,07 miliar atau setara dengan 143,4 triliun pada 2018. Selanjutnya, dari Januari hingga Juni tahun ini, pendapatannya mencapai US$6,19 miliar atau setara dengan R88,2 triliun. (MG-nor/kaw)

Topik : Amerika Serikat, Amazon, IRS, pemeriksaan pajak, pengadilan pajak
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Kamis, 16 Januari 2020 | 18:20 WIB
THAILAND
Jum'at, 17 Januari 2020 | 14:22 WIB
VIETNAM
Kamis, 16 Januari 2020 | 09:41 WIB
Perang Dagang AS dan China
berita pilihan
Sabtu, 10 September 2016 | 14:01 WIB
IRLANDIA
Selasa, 11 Juni 2019 | 16:24 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 27 Desember 2017 | 11:18 WIB
INGGRIS
Kamis, 03 Oktober 2019 | 11:24 WIB
AMERIKA SERIKAT
Rabu, 22 Mei 2019 | 14:40 WIB
ITALIA
Kamis, 28 Maret 2019 | 16:54 WIB
SELANDIA BARU
Sabtu, 08 Oktober 2016 | 14:30 WIB
AZERBAIJAN
Minggu, 18 September 2016 | 19:02 WIB
INDIA
Rabu, 06 Desember 2017 | 11:30 WIB
GHANA
Senin, 04 Juni 2018 | 16:38 WIB
YORDANIA