Berita
Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:30 WIB
UU HPP
Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:00 WIB
LAPORAN TAHUNAN DJP 2020
Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:00 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL
Review
Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK
Senin, 18 Oktober 2021 | 11:42 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 17 Oktober 2021 | 09:00 WIB
Kepala KPP Madya Dua Jakarta Selatan II Kurniawan:
Rabu, 13 Oktober 2021 | 15:30 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Literasi
Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:05 WIB
SANKSI ADMINISTRASI (7)
Senin, 18 Oktober 2021 | 19:04 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 18 Oktober 2021 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 18 Oktober 2021 | 12:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 13 Oktober 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 13 OKTOBER - 19 OKTOBER 2021
Rabu, 06 Oktober 2021 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 6-12 OKTOBER 2021
Rabu, 22 September 2021 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 22 - 28 SEPTEMBER 2021
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Komunitas
Senin, 18 Oktober 2021 | 18:54 WIB
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Jum'at, 15 Oktober 2021 | 14:42 WIB
HASIL SURVEI PAJAK KARBON
Kamis, 14 Oktober 2021 | 12:15 WIB
HASIL DEBAT 23 SEPTEMBER - 11 OKTOBER 2021
Senin, 11 Oktober 2021 | 11:05 WIB
AGENDA PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

ADB: Sistem Pajak yang Adil Jadi Modal Pembangunan Berkelanjutan

A+
A-
0
A+
A-
0
ADB: Sistem Pajak yang Adil Jadi Modal Pembangunan Berkelanjutan

Presiden ADB Masatsugu Asakawa. (tangkapan layar)

WASHINGTON, DDTCNews – Asian Development Bank (ADB) mendorong negara-negara di dunia agar berkolaborasi membangun sistem pajak yang lebih adil dan inklusif. Tujuannya, memperlebar ruang bagi seluruh negara menjalankan target pembangunan yang berkelanjutan seperti tertuang dalam sustainable development goals (SDGs).

Presiden ADB Masatsugu Asakawa menyampaikan, negara berkembang di Asia mengalami kesulitan mencapai SDGs lantaran kinerja pendapatan yang tidak stabil. Pemerintah negara berkembang, ujarnya, punya pekerjaan rumah untuk mengelola fiskal secara hati-hati.

SDGs atau pembangunan berkelanjutan merupakan rencana aksi global yang disepakati oleh pemimpin dunia untuk mengakhiri kemisikinan, mengurangi kesenjangan, dan melindungi lingkungan. Dalam mewujudkan SDGs, terdapat 17 tujuan yang harus dicapai.

Baca Juga: Mitigasi Perubahan Iklim, Penerbangan Jarak Pendek Bakal Dipajaki

"Peningkatan utang dan penyusutan pendapatan pajak selama masa pandemi telah memperburuk keseimbangan fiskal dan secara substansial meningkatkan beban publik di banyak negara berkembang," ungkap Asakawa dalam webinar yang digelar IMF bertajuk Taxation and Digitalization in Asia, Selasa (14/9/2021) malam.

Sistem perpajakan, menurut Asakawa, punya andil besar dalam mendukung pelaksanaan pembangunan berkelanjutan tersebut. Ia menilai sistem perpajakan internasional yang berlaku saat ini belum merepresentasikan keadilan. Poin terpenting yang perlu disepakati adalah penguatan pajak internasional dan korporasi khususnya melalui OECD/G20 Inclusive Framework.

"Aturan pajak internasional saat ini tidak dilengkapi untuk memastikan perusahaan multinasional yang melakukan investasi mereka di wilayah lain membayar pajak yang adil di yurisdiksi di mana keuntungannya dihasilkan," ujar Asakawa.

Baca Juga: Pernah Terseret Penghindaran Pajak, Jurnalis Filipina Terima Nobel

Pernyataan tersebut didukung dengan adanya fakta bahwa digitalisasi telah membuat negara sumber sulit memajaki perusahaan karena tidak adanya kehadiran fisik. Lebih lanjut, ulasan mengenai digitalisasi ekonomi dapat dibaca melalui link berikut. (vallencia/sap)

Topik : SDGs, pajak internasional, ADB, IMF, pajak digital, digital economy

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 15 Oktober 2021 | 15:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Evaluasi Pelaksanaan PPN PMSE, Ini Catatan Komwasjak

Jum'at, 15 Oktober 2021 | 15:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

IMF Sarankan Sri Mulyani Tetapkan Tarif Pajak Karbon Lebih Tinggi

Jum'at, 15 Oktober 2021 | 14:30 WIB
PRANCIS

Reformasi Pajak, Pemerintah Perlu Pertimbangkan Persepsi Publik

berita pilihan

Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:30 WIB
UU HPP

Revisi Pasal 43A UU KUP Atur Tugas PPNS dalam Pemeriksaan Bukper

Selasa, 19 Oktober 2021 | 12:00 WIB
LAPORAN TAHUNAN DJP 2020

DJP: Tindak Pidana Perpajakan Didominasi Faktur Pajak Fiktif

Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Kasus Melandai, Dana Covid di Daerah Boleh Dibelanjakan untuk Hal Lain

Selasa, 19 Oktober 2021 | 11:00 WIB
PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL

Airlangga: Anggaran PEN Sudah Terealisasi 57,5%

Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:53 WIB
LAPORAN TAHUNAN DJP

Kembangkan Aplikasi Pajak, DJP Lakukan Digitalisasi SP2DK

Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:35 WIB
LAPORAN TAHUNAN DJP 2020

Penerimaan Pajak dari Bukper Tembus Rp2 Triliun, Ini Strategi DJP

Selasa, 19 Oktober 2021 | 10:05 WIB
SANKSI ADMINISTRASI (7)

Pencabutan Permohonan Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Pajak

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:30 WIB
KONSULTASI PAJAK

Omzet UMKM di Bawah Rp500 Juta, Tidak Perlu Bayar Pajak Lagi?

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Ada Stiker Hologram Road Tax, Kendaraan Tak Taat Pajak Bakal Ketahuan

Selasa, 19 Oktober 2021 | 09:00 WIB
BELGIA

Mitigasi Perubahan Iklim, Penerbangan Jarak Pendek Bakal Dipajaki