Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Tarif PPh Orang Pribadi Swedia Tertinggi di Dunia, di ASEAN Siapa?

A+
A-
2
A+
A-
2
Tarif PPh Orang Pribadi Swedia Tertinggi di Dunia, di ASEAN Siapa?

ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews—Kantor akuntan yang berbasis di Amstelveen, Belanda, KPMG merilis daftar tarif pajak penghasilan (PPh) orang pribadi (OP) untuk masing-masing negara. Dari daftar periode 2019 tersebut, Swedia menjadi negara dengan tarif pajak penghasilan tertinggi di dunia.

Tarif PPh OP maksimal di Swedia tercatat 57,19%. Angka itu lebih besar dari rata-rata tarif PPh maksimal negara-negara yang menjadi anggota Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), yakni 41,65%.

Menurut Peneliti dari Statista Brigitte Van de Pas, tarif PPh OP maksimal yang terbilang cukup tinggi itu umumnya dimiliki negara-negara Nordik atau negara yang berada di wilayah Eropa Timur dan Atlantik Utara.

Baca Juga: Sistem Pajak Teritorial Dinilai Bisa Mengakomodasi Kompetisi Global

Misalnya, tarif PPh OP maksimal di Denmark, Finlandia, dan Islandia masing-masing tercatat sebesar 55,89%, 53,75% dan 46,24%.

Namun ada juga beberapa negara tidak mengenakan PPh OP sama sekali. Contoh, negara-negara kaya minyak seperti Arab Saudi, Qatar dan Kuwait, di mana pendapatan minyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga.

Beberapa negara di Kepulauan Karibia, seperti Anguilla dan Antigua dan Barbuda, juga tidak memiliki pajak penghasilan. Tak hanya itu, Kepulauan Cayman dan Bahama bahkan dikenal sebagai tempat bebas pajak.

Baca Juga: Data Finansial Makin Transparan, Indonesia Peringkat Berapa?

Berikut 10 negara dengan tarif PPh OP maksimal tertinggi di dunia:

No Negara Tarif PPh
1 Swedia 57,19%
2 Jepang 55,95%
3 Austria 55%
4 Belanda 51,75%
5 Belgia 50%
6 Irlandia 48%
7 Australia 45%
8 China 45%
9 Prancis 45%
10 Jerman 45%

Lantas bagaimana di ASEAN?

Di luar Brunei Darussalam yang bebas PPh OP, Kamboja menjadi negara dengan tarif PPh OP maksimal yang paling rendah di ASEAN. Disusul, Singapura 22%, Myanmar 25%, Malaysia dan Indonesia sebesar 30%. (rig)

Baca Juga: Negara Paling Aman Simpan Aset di Dunia: Cayman dan AS Salip Swiss

Berikut daftar PPh OP di ASEAN:

No Negara Tarif PPh
1 Vietnam 35%
2 Filipina 35%
3 Thailand 35%
4 Indonesia 30%
5 Malaysia 30%
6 Myanmar 25%
7 Singapura 22%
8 Kamboja 20%
9 Brunei 0%

Menurut Peneliti dari Statista Brigitte Van de Pas, tarif PPh OP maksimal yang terbilang cukup tinggi itu umumnya dimiliki negara-negara Nordik atau negara yang berada di wilayah Eropa Timur dan Atlantik Utara.

Baca Juga: Sistem Pajak Teritorial Dinilai Bisa Mengakomodasi Kompetisi Global

Misalnya, tarif PPh OP maksimal di Denmark, Finlandia, dan Islandia masing-masing tercatat sebesar 55,89%, 53,75% dan 46,24%.

Namun ada juga beberapa negara tidak mengenakan PPh OP sama sekali. Contoh, negara-negara kaya minyak seperti Arab Saudi, Qatar dan Kuwait, di mana pendapatan minyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga.

Beberapa negara di Kepulauan Karibia, seperti Anguilla dan Antigua dan Barbuda, juga tidak memiliki pajak penghasilan. Tak hanya itu, Kepulauan Cayman dan Bahama bahkan dikenal sebagai tempat bebas pajak.

Baca Juga: Data Finansial Makin Transparan, Indonesia Peringkat Berapa?

Berikut 10 negara dengan tarif PPh OP maksimal tertinggi di dunia:

No Negara Tarif PPh
1 Swedia 57,19%
2 Jepang 55,95%
3 Austria 55%
4 Belanda 51,75%
5 Belgia 50%
6 Irlandia 48%
7 Australia 45%
8 China 45%
9 Prancis 45%
10 Jerman 45%

Lantas bagaimana di ASEAN?

Di luar Brunei Darussalam yang bebas PPh OP, Kamboja menjadi negara dengan tarif PPh OP maksimal yang paling rendah di ASEAN. Disusul, Singapura 22%, Myanmar 25%, Malaysia dan Indonesia sebesar 30%. (rig)

Baca Juga: Negara Paling Aman Simpan Aset di Dunia: Cayman dan AS Salip Swiss

Berikut daftar PPh OP di ASEAN:

No Negara Tarif PPh
1 Vietnam 35%
2 Filipina 35%
3 Thailand 35%
4 Indonesia 30%
5 Malaysia 30%
6 Myanmar 25%
7 Singapura 22%
8 Kamboja 20%
9 Brunei 0%
Topik : tarif pajak penghasilan, pph OP, oecd, g20, internasional
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Selasa, 23 Oktober 2018 | 14:02 WIB
PEMERIKSAAN PAJAK
Selasa, 17 September 2019 | 18:00 WIB
SENGKETA PAJAK
Senin, 04 Maret 2019 | 14:30 WIB
ANALISIS TRANSFER PRICING
berita pilihan
Jum'at, 21 Februari 2020 | 07:01 WIB
ADMINISTRASI PAJAK
Kamis, 20 Februari 2020 | 19:36 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 19:11 WIB
KOTA BOGOR
Kamis, 20 Februari 2020 | 18:03 WIB
ALOKASI DANA TRANSFER
Kamis, 20 Februari 2020 | 17:50 WIB
PROFIL PAJAK KOTA SURABAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 17:15 WIB
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:45 WIB
INSENTIF PAJAK
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:26 WIB
SELEKSI CALON PROFESIONAL DDTC
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:18 WIB
LOMBA MENULIS ARTIKEL PAJAK
Kamis, 20 Februari 2020 | 16:07 WIB
INDEKS KERAHASIAAN FINANSIAL GLOBAL