Fokus
Data & alat
Kamis, 02 Juli 2020 | 14:26 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Rabu, 01 Juli 2020 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 1 JULI-7 JULI 2020
Selasa, 30 Juni 2020 | 14:14 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Minggu, 28 Juni 2020 | 15:12 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Reportase

Risiko Shortfall Pajak Membengkak, Sri Mulyani Pilih Lebarkan Defisit

A+
A-
2
A+
A-
2
Risiko Shortfall Pajak Membengkak, Sri Mulyani Pilih Lebarkan Defisit

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (foto: Kemenkeu)

 

JAKARTA, DDTCNews - Realisasi penerimaan pajak yang masih mengambil porsi terbesar dalam pendapatan negara hanya tumbuh 0,21% hingga akhir Agustus 2019. Risiko shortfall – selisih kurang antara realisasi dan target – semakin melebar dari proyeksi awal pemerintah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan belanja pemerintah tidak akan dipangkas menghadapi lemahnya pertumbuhan penerimaan pajak. Defisit anggaran diprediksi semakin melebar dari patokan dalam APBN 2019 senilai RpRp296 triliun.

“Dengan proyeksi shortfall, tentu konsekuensi defisit akan lebih besar. Oleh karena itu, kita ingin APBN sebagai penyangga dari pelemahan ekonomi akan dilakukan tanpa mengurangi belanja, terutama belanja produktif,” katanya di Kantor Pusat Ditjen Pajak (DJP) , Selasa (24/9/2019).

Baca Juga: Efek Corona, Setoran Pajak PBB Diprediksi Hilang Ratusan Miliaran

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut risiko pelebaran shortfall tidak lepas dari tertekannya sumber penerimaan pajak. Salah satu contohnya adalah realisasi penerimaan PPh badan yang hingga akhir Agustus 2019 mencapai Rp155,62 triliun dan berkontribusi 19,4% terhadap total penerimaan DJP.

Realisasi setoran PPh badan tersebut hanya tumbuh 0,6%. Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, laju pertumbuhan setoran PPh badan mencapai 23,3%. Selanjutnya, setoran PPN dalam negeri senilai Rp167,63 triliun atau terkontraksi 6,5%. Padahal, per akhir Agustus 2018 penerimaan PPN dalam negeri masih bisa tumbuh 9,2%.

“Jadi jenis pajak utama kita mengalami tekanan pada periode Januari—Agustus 2019,” imbuhnya.

Baca Juga: Tunggakan Dibayar, Penerimaan Pajak PBB Melesat Dua Kali Lipat

Sebelumnya, outlook setoran perpajakan pada tahun diproyeksikan sebesar 93,8% dari target APBN sebesar Rp2.165,1 triliun. Dengan demikian, estimasi shortfall pada tahun ini mencapai Rp143,3 triliun.

Estimasi tersebut sebagian besar disumbang oleh shortfall setoran pajak yang diprediksi mencapai Rp140 triliun. Realisasi setoran pajak yang dikelola oleh Ditjen Pajak diprediksi hanya mampu memenuhi 91% atau Rp1.437,5 triliun dari target APBN senilai Rp1.577,5 triliun. (kaw)

Baca Juga: Genjot Penerimaan Negara, Pemerintah Ajukan Revisi UU Pajak
Topik : Sri Mulyani, APBN 2019, shortfall, defisit anggaran, penerimaan pajak
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 25 Juni 2020 | 09:28 WIB
NIGERIA
Rabu, 24 Juni 2020 | 15:07 WIB
PMK 70/2020
Rabu, 24 Juni 2020 | 14:55 WIB
PENERIMAAN PAJAK
berita pilihan
Kamis, 02 Juli 2020 | 18:31 WIB
PPN LAYANAN DIGITAL
Kamis, 02 Juli 2020 | 18:01 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA
Kamis, 02 Juli 2020 | 17:47 WIB
PENANGANAN COVID-19
Kamis, 02 Juli 2020 | 17:26 WIB
PELAYANAN PAJAK
Kamis, 02 Juli 2020 | 16:51 WIB
FILIPINA
Kamis, 02 Juli 2020 | 16:32 WIB
KOTA MALANG
Kamis, 02 Juli 2020 | 16:01 WIB
TRANSFER PRICING
Kamis, 02 Juli 2020 | 15:51 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Kamis, 02 Juli 2020 | 15:36 WIB
PAJAK DAERAH (5)