KEBIJAKAN BEA DAN CUKAI

DJBC Terima 8.183 Aduan Penipuan Sepanjang 2025, Jumlahnya Naik 27%

Aurora K. M. Simanjuntak
Kamis, 15 Januari 2026 | 12.30 WIB
DJBC Terima 8.183 Aduan Penipuan Sepanjang 2025, Jumlahnya Naik 27%
<p>Kantor Pusat DJBC.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) telah menerima 8.183 laporan penipuan sepanjang 2025. Jumlah pengaduan tersebut meningkat 27,42% dibandingkan dengan jumlah laporan pada tahun sebelumnya.

Kasubdit Humas dan Penyuluhan DJBC Budi Prasetiyo mengatakan dari total laporan tersebut, sebanyak 3.125 pengaduan atau sekitar 38,2% disertai dengan kerugian. Sementara itu, sebanyak 5.058 laporan lainnya tidak menimbulkan kerugian bagi pelapor.

“Sepanjang 2025, Bea Cukai menerima 8.183 laporan penipuan atau mengalami kenaikan sekitar 27,4%,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip pada Kamis (15/1/2026).

Budi mengimbau masyarakat dan pengguna jasa untuk terus mewaspadai berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan DJBC. Beberapa modus yang kerap kali digunakan antara lain modus romansa, lelang, unblock IMEI, pencucian uang, hingga penipuan berkedok undian, investasi abal-abal, dan phishing.

Dia menegaskan seluruh kewajiban kepabeanan memiliki mekanisme resmi dan dapat diverifikasi. DJBC juga tidak pernah melakukan ancaman pidana maupun meminta pembayaran atau bertransaksi menggunakan rekening pribadi.

Sebagai langkah pencegahan, DJBC menggagas gerakan antipenipuan Stop–Cek–Lapor. Masyarakat diimbau untuk berhenti sejenak sebelum merespons pesan mencurigakan, lalu melakukan pengecekan kebenaran informasi melalui kanal resmi DJBC.

Budi menjelaskan pengecekan dapat dilakukan melalui Bravo Bea Cukai, nomor telepon 1500225, situs resmi beacukai.go.id, atau akun media sosial resmi Bea Cukai. Masyarakat juga diminta segera melapor jika menemukan indikasi penipuan atau telah mengalami kerugian.

Selain itu, informasi lebih lanjut mengenai berbagai modus penipuan dapat diakses melalui laman http://www.beacukai.go.id/amanbersama. Laman tersebut memuat daftar modus penipuan terbaru sekaligus panduan cek dan lapor.

“Kami tidak hanya ingin masyarakat tahu bahwa penipuan itu ada, tetapi juga memahami cara kerjanya dan mengetahui ke mana harus memastikan kebenarannya,” tutur Budi.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.