Perpajakan Challange June 2026 - Ver 2
[News] Lomba Artikel Pajak 2026
[Perpajakan] SDSN 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
RUST CONFERENCE 2026

Profesional DDTC Bahas Turnover Taxes di Rust Conference Austria

Dawud Abdul Qohhar Lubis
Minggu, 05 Juli 2026 | 10.25 WIB
Profesional DDTC Bahas Turnover Taxes di Rust Conference Austria
<p>Senior Specialist of DDTC Consulting Dawud Abdul Qohhar Lubis tengah menyampaikan presentasi berjudul &lsquo;<em>Outlook on the Future of Turnover Taxation from Indonesian Perspective</em>&rsquo; di hari kedua Rust Conference 2026, Sabtu (04/07/2026).</p>

RUST, DDTCNews – Di balik lanskap sejarahnya, Rust memperlihatkan bagaimana ekonomi lokal dapat tumbuh melalui usaha-usaha keluarga berskala kecil. Deretan Buschenschank—kedai anggur dan restoran tradisional—menjadi denyut utama aktivitas ekonomi kota ini, sekaligus mencerminkan pentingnya sektor konsumsi domestik bagi keberlangsungan masyarakat setempat.

Lanskap tersebut menjadi pengingat bahwa di balik setiap transaksi sehari-hari, terdapat sistem pajak konsumsi yang menopang penerimaan negara. Perspektif inilah yang kemudian mengemuka dalam Rust Conference 2026, ketika para pakar mendiskusikan arah perkembangan turnover taxes di tengah pesatnya transformasi ekonomi digital.

Para peserta sepakat masa depan pemajakan tidak lagi ditentukan oleh perlu atau tidaknya jenis pajak baru. Tantangan sesungguhnya ialah bagaimana negara dapat memperluas hak pemajakannya tanpa mengorbankan kepastian hukum, netralitas, maupun kelancaran perdagangan lintas negara.

Tetap Menjadi Andalan

Dari banyaknya perspektif dari berbagai negara, satu pola terlihat jelas. Alih-alih memperkenalkan digital services tax (DST), makin banyak negara memilih memperkuat PPN atau goods and services tax (GST) sebagai instrumen utama untuk memajaki aktivitas ekonomi digital. Instrumen yang telah mapan dinilai lebih mudah diadaptasi dibandingkan membangun rezim pajak baru.

Indonesia contohnya. Pemerintah memilih mengintegrasikan pemajakan perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) ke dalam rezim PPN yang diperkenalkan sejak 2020. Dalam skema ini, penyedia layanan digital luar negeri ditunjuk sebagai pemungut PPN apabila memenuhi ambang batas transaksi atau jumlah pengguna di Indonesia.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa perluasan basis pajak dilakukan melalui kerangka PPN yang sudah ada, bukan melalui pungutan tersendiri. Adapun perspektif dari Indonesia ini dipresentasikan oleh Senior Specialist of DDTC Consulting Dawud Abdul Qohhar Lubis dengan judul Outlook on the Future of Turnover Taxation from Indonesian Perspective.

Arah serupa juga terlihat di India dan Mesir. India terus menyempurnakan sistem GST, termasuk mekanisme restitusi untuk menjaga netralitas pajak serta memastikan pengembalian pajak (refund) hanya diberikan kepada pihak yang benar-benar menanggung beban pajak.

Sementara itu, Mesir memperkuat rezim PPN bagi penyedia jasa digital luar negeri melalui Simplified Registration Vendor's Regime (SRVR), lengkap dengan pendekatan berbasis lokasi konsumen dan mekanisme reverse charge untuk transaksi bisnis.


Keterangan foto: Buschenschank, kedai anggur dan restoran tradisional yang dikelola warga lokal, menjadi salah satu penggerak ekonomi Kota Rust, Austria, sekaligus mempertahankan budaya dan identitas lokal.

Jeffrey Owens, salah satu pakar perpajakan internasional terkemuka menilai masifnya pemanfaatan teknologi dalam administrasi dan pemungutan pajak, seperti yang sedang dilakukan oleh Indonesia, Mesir, maupun negara-negara lainnya, merupakan hal yang positif.

“Apa yang dilakukan oleh Indonesia, Mesir, dan negara lainnya dalam penguatan digitalisasi dan teknologi ke sistem perpajakan menjadi modal kuat di masa depan. Tidak hanya sekedar bagaimana mengumpulkan penerimaan negara, lebih dari itu juga meningkatkan aspek keadilan,” ujarnya.

Meski begitu, presentasi para peserta menunjukkan bahwa perluasan hak pemajakan belum selalu diikuti mekanisme penyelesaian sengketa yang memadai.

Mesir, misalnya, secara eksplisit mengakui belum memiliki mekanisme unilateral untuk mengatasi pemajakan berganda yuridis dalam PPN lintas negara. Pemerintah Mesir lebih memilih mengandalkan aturan place of supply agar sengketa dapat dicegah sejak awal.

Afrika Selatan menghadapi tantangan yang berbeda. Negara tersebut belum memiliki aturan place of supply yang eksplisit sebagaimana direkomendasikan OECD.

Akibatnya, perbedaan penentuan lokasi konsumsi dengan yurisdiksi lain berpotensi memunculkan pemajakan berganda (double taxation) ataupun tidak dikenakannya pajak sama sekali (double non-taxation). Di sisi lain, Afrika Selatan juga memilih untuk tidak menerapkan DST.

Arah Kebijakan

Keempat negara tersebut memberikan gambaran mengenai arah perkembangan turnover taxes dalam beberapa waktu mendatang. Fokus kebijakan tidak lagi tertuju pada penciptaan jenis pajak baru, tetapi pada penyempurnaan desain PPN atau GST agar mampu mengikuti perubahan model bisnis.

Digitalisasi administrasi, penyederhanaan registrasi bagi pelaku usaha luar negeri, hingga penguatan mekanisme pemungutan menjadi agenda yang semakin menonjol.

Namun demikian, diskusi ini juga memperlihatkan pekerjaan rumah terbesar masih berada pada aspek koordinasi internasional. Saat setiap negara memperbaiki sistemnya dengan kecepatan yang berbeda maka risiko ketidakselarasan aturan pun makin besar.

Pada akhirnya, masa depan turnover taxes tidak hanya ditentukan oleh kemampuan negara memungut pajak, tetapi juga oleh kemauan membangun titik temu agar perluasan hak pemajakan tidak berubah menjadi sumber sengketa baru. (rig)

*Artikel ini merupakan hasil reportase Senior Specialist of DDTC Consulting Dawud A. Q Lubis dan Specialist of DDTC Fiscal Research & Advisory Abiyoga S. Wiyanto.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Ulfah Fauziah
baru saja
Selamat kepada para profesional DDTC atas kontribusinya di Rust Conference 2026. Semoga partisipasi ini semakin memperkuat kolaborasi internasional dan memberikan manfaat bagi pengembangan kebijakan perpajakan di Indonesia.
user-comment-photo-profile
Yana Yosiyana
baru saja
Selamat kepada Bapak Dawud dan Bapak Abiyoga atas kontribusinya dalam Rust Conference 2026. Partisipasi ini menjadi bukti bahwa pemikiran-pemikiran dari Indonesia turut diperhitungkan dalam diskusi perpajakan lintas negara, khususnya terkait turnover taxes yang makin relevan di era ekonomi digital. Semoga langkah ini menjadi pijakan bagi kontribusi-kontribusi berikutnya di kancah internasional.
user-comment-photo-profile
zahra
baru saja
Selamat kepada Bapak Dawud Abdul Qohhar Lubis dan Bapak Abiyoga Sidhi Wiyanto atas kontribusinya dalam Rust Conference 2026 di Austria. Kehadiran dan pemaparan perspektif Indonesia mengenai turnover taxes menunjukkan kualitas riset serta kompetensi profesional DDTC di forum perpajakan internasional. Semoga gagasan yang disampaikan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan kebijakan perpajakan global sekaligus semakin mengharumkan nama Indonesia dan DDTC di kancah internasional.
user-comment-photo-profile
Kezia Alicia
baru saja
Saya mengucapkan selamat atas kontribusi dua professional DDTC di Rust Conference. Partisipasi mereka membawa nama Indonesia dan DDTC di forum tersebut tidak sekadar membanggakan, melainkan juga menegaskan kapasitas keahlian mereka di sektor perpajakan internasional. Semoga sumbangsih pemikiran yang diberikan dapat memperkaya wawasan perpajakan global dan makin mengukuhkan eksistensi DDTC di mata dunia.
user-comment-photo-profile
Ihsanul Alvin Sofyan
baru saja
Selamat kepada Bapak Dawud Abdul Qohhar Lubis atas presentasinya di Rust Conference 2026. Pembahasan mengenai masa depan turnover taxes dari perspektif Indonesia memberikan gambaran yang menarik bahwa penguatan rezim PPN, digitalisasi administrasi perpajakan, dan koordinasi internasional akan semakin menentukan efektivitas pemajakan ekonomi digital. Di tengah berkembangnya model bisnis lintas batas, diskusi seperti ini menjadi sangat penting untuk menjaga keseimbangan antara perluasan hak pemajakan, kepastian hukum, dan pencegahan sengketa pajak. Semoga kontribusi ini semakin memperkuat peran Indonesia dalam diskursus perpajakan internasional.
user-comment-photo-profile
Khairunissa Alika Pradipta
baru saja
Apresiasi atas kontribusinya dalam forum internasional seperti ini. Kehadiran tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi dan pertukaran pengetahuan dalam menghadapi dinamika perpajakan global. Semoga gagasan yang disampaikan dapat memperkaya diskusi serta memberikan manfaat bagi pengembangan kebijakan perpajakan di masa mendatang.
user-comment-photo-profile
Yehezkia
baru saja
Selamat atas kontribusinya di Rust Conference 2026. Kehadiran dalam forum internasional seperti ini menunjukkan pentingnya riset, kolaborasi, dan pertukaran gagasan untuk menjawab tantangan perpajakan global yang terus berkembang.
user-comment-photo-profile
Christopher Ariel
baru saja
Keren sekali! Bangga melihat profesional DDTC turut berkontribusi dalam diskusi perpajakan internasional di forum bergengsi seperti Rust Conference. Semoga wawasan yang dibagikan membawa manfaat bagi perkembangan kebijakan pajak global dan Indonesia. Sukses selalu!
user-comment-photo-profile
Cinta
baru saja
Menarik sekali pembahasannya. Di tengah berkembangnya ekonomi digital, penguatan rezim PPN/GST memang menjadi salah satu pendekatan yang patut dipertimbangkan dibandingkan menambah jenis pajak baru. Apresiasi setinggi-tingginya, senang dan bangga melihat profesional DDTC turut membawa perspektif Indonesia dalam forum internasional seperti Rust Conference.
user-comment-photo-profile
Christian Anjar Darrel Purba
baru saja
Luar biasa kontribusi tim DDTC yang kembali membawa nama Indonesia di forum perpajakan internasional, khususnya melalui peran sebagai national reporter di Rust Conference 2026. Presentasi Bapak Dawud Abdul Qohhar Lubis mengenai turnover taxes tidak hanya mempertegas kompetensi Indonesia dalam menjawab tantangan perpajakan modern, tetapi juga memberikan perspektif berharga bagi kebijakan pajak global. Selain itu, fokus pada optimalisasi PPN ekonomi digital melalui simplifikasi administrasi sangat krusial untuk menciptakan level playing field yang adil. Harapannya, ke depan konsensus internasional terkait mekanisme penyelesaian sengketa dapat terus dikedepankan guna menjaga netralitas dan menghindari distorsi dalam perdagangan lintas batas.
user-comment-photo-profile
Nugraha Wira
baru saja
Apresiasi kepada DDTC yang selama ini berkontribusi mengharumkan nama Indonesia dan apresiasi pada Pak Dawud Abdul Qohhar Lubis atas presentasinya di Rust Conference 2026. Semoga ini menjadi satu langkah konkrit menuju perpajakan Indonesia yang lebih berkeadilan
user-comment-photo-profile
Adhwaa Inggarlanti Hadi
baru saja
Apresiasi setinggi-tingginya kepada tim DDTC yang kembali menunjukkan kontribusi nyata di forum perpajakan internasional. Kehadiran profesional Indonesia sebagai national reporter pada Rust Conference 2026 menjadi bukti bahwa kompetensi dan pemikiran perpajakan Indonesia mampu berkontribusi dalam diskusi global. Semoga semakin banyak karya dan gagasan yang menginspirasi perkembangan perpajakan internasional.
user-comment-photo-profile
Muhammad Harmaen Pasha
baru saja
Apresiasi sebesar-besarnya atas kontribusi pemikiran DDTC dalam forum tata kelola pajak global. Langkah strategis optimalisasi PPN atas ekonomi digital melalui simplifikasi administrasi elektronik tidak hanya berorientasi pada perluasan basis penerimaan negara, tetapi juga pada penciptaan level playing field yang esensial. Ke depannya, konsensus internasional terkait mekanisme penyelesaian sengketa (dispute resolution) akan menjadi sangat krusial agar perluasan hak pemajakan tetap mengedepankan prinsip netralitas dan tidak menimbulkan distorsi pada perdagangan lintas batas.
user-comment-photo-profile
Alvin
baru saja
Tidak hanya menjadi forum akademik, Rust Conference juga menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai perspektif mengenai masa depan perpajakan internasional. Presentasi dari Bapak Dawud Abdul Qohhar Lubis dalam pembahasan turnover taxes memperlihatkan pentingnya pengalaman Indonesia dalam menjawab tantangan pemajakan modern. Semoga pemikiran yang dibagikan dapat memberikan nilai tambah bagi perkembangan kebijakan pajak di berbagai yurisdiksi.
user-comment-photo-profile
Sarah Safira
baru saja
Apresiasi kepada Bapak Dawud Abdul Qohhar Lubis dan Bapak Abiyoga Sidhi Wiyanto atas kontribusinya dalam Rust Conference 2026. Kehadiran perspektif Indonesia pada pembahasan turnover taxes menunjukkan pentingnya kolaborasi antara praktik, riset, dan forum akademik internasional. Semoga semakin banyak gagasan untuk perkembangan kebijakan perpajakan global.
user-comment-photo-profile
Muhammad Bryan
baru saja
Pembahasan mengenai turnover taxes dari perspektif Indonesia menunjukkan pentingnya kontribusi Indonesia dalam diskursus perpajakan internasional. Apresiasi kepada Bapak Dawud Abdul Qohhar Lubis dan Bapak Abiyoga Sidhi Wiyanto atas presentasinya di Rust Conference yang telah membawa perspektif Indonesia ke forum global. Semoga kontribusi ini semakin memperkuat reputasi Indonesia dan DDTC dalam pengembangan wacana perpajakan internasional.
user-comment-photo-profile
Debora
baru saja
Apresiasi kepada tim DDTC yang telah membawa perspektif Indonesia ke forum internasional. Diskusi seperti ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antarnegara dalam membangun sistem perpajakan yang adil, pasti, dan relevan dengan perkembangan ekonomi digital.
user-comment-photo-profile
Ambrosius NM
baru saja
Sungguh luar biasa Bapak Dawud dan Bapak Abiyoga atas presentasinya mengenai turnover taxes dari perspektif indonesia di forum Rust Conference di Austria. Semoga pencapaian ini dapat menginspirasi praktisi pajak di Indonesia untuk berkontribusi lebih dan ikut aktif dalam diskusi pajak skala internasional
user-comment-photo-profile
Muhamad Daffa Ramanda
baru saja
Insight yang menarik! Ternyata arah global bukan lagi soal perlu-tidaknya pajak baru, tapi gimana memperluas hak pemajakan tanpa mengorbankan kepastian hukum. Bangga lihat perspektif Indonesia dibawa ke forum internasional. Apresiasi banyak kepada bapak dawud dan bapak abiyoga serta DDTC
user-comment-photo-profile
Abdurrohman Shaleh Karnawidjaya
baru saja
Selamat kepada Bapak Dawud dan Bapak Abiyoga atas presentasinya di Rust Conference 2026. Semoga kontribusi ini semakin memperkuat reputasi DDTC sebagai institusi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan kebijakan perpajakan internasional.
user-comment-photo-profile
Fabian Maldini
baru saja
Presentasi mengenai turnover taxes dari perspektif Indonesia di forum internasional seperti Rust Conference menunjukkan bahwa pengalaman dan kebijakan perpajakan Indonesia turut menjadi bagian dari diskusi global. Apresiasi kepada Bapak Dawud A. Q. Lubis yang telah membawa perspektif Indonesia sekaligus berbagi pemikiran mengenai penguatan PPN dalam menghadapi ekonomi digital. Ini juga menjadi bukti konsistensi DDTC dalam mendorong kontribusi nyata pada pengembangan wacana perpajakan internasional dan memperkuat reputasi Indonesia di forum akademik maupun profesional dunia.
user-comment-photo-profile
Franclyn Novra Kalebu
baru saja
Selamat kepada Bapak Dawud Abdul Qohhar Lubis dan Bapak Abiyoga Sidhi Wiyanto atas kontribusinya di Rust Conference 2026. Pembahasan mengenai turnover taxes dalam perspektif perjanjian pajak internasional menunjukkan pentingnya menghadirkan sudut pandang Indonesia dalam forum akademik global dan mencerminkan kualitas riset serta kompetensi profesional DDTC. Semoga semakin banyak kontribusi Indonesia di forum internasional dan terus menginspirasi perkembangan perpajakan Indonesia.
user-comment-photo-profile
Sakinah Putri Trismayani
baru saja
Luar biasa dan ikut bangga melihat profesional dari DDTC bisa tampil sebagai pembicara di ajang internasional sekelas Rust Conference di Austria. Ini membuktikan kalau pakar perpajakan dari Indonesia punya kualitas yang sangat diperhitungkan di level global. Topik yang diangkat tentang turnover taxes pastinya sangat relevan dan memberikan perspektif baru yang berbobot bagi para peserta di sana. Semoga pencapaian ini bisa terus menginspirasi para praktisi pajak muda di Indonesia untuk terus berkembang. Sukses selalu untuk tim DDTC!
user-comment-photo-profile
Puti Andam Dewi
baru saja
Apresiasi atas artikel yang sangat informatif sekaligus kontribusi DDTC dalam Rust Conference 2026. Menarik melihat bagaimana berbagai negara, termasuk Indonesia, memilih memperkuat rezim PPN/GST untuk menjawab tantangan ekonomi digital. Diskusi ini menunjukkan bahwa masa depan pemajakan tidak hanya bergantung pada kemampuan memungut pajak, tetapi juga pada upaya membangun sistem yang memberikan kepastian hukum, menjaga netralitas, dan memperkuat kerja sama internasional.