JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah memastikan pemerintah telah menyiapkan anggaran dari APBN untuk memberikan insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah masih mematangkan skema pemberian insentif kendaraan listrik dan akan segera mengumumkannya setelah seluruh persiapan rampung. Sejumlah aspek yang masih disempurnakan antara lain besaran insentif, kriteria penerima, dan mekanisme penyalurannya.
"Ini masih dalam pembahasan antarkementerian teknis, dan anggarannya sudah ada. Tinggal bagaimana kita meluncurkannya [insentif kendaraan listrik]," ujarnya, dikutip pada Sabtu (8/8/2026).
Airlangga mengatakan dirinya akan mengawal perumusan kebijakan hingga pelaksanaan program insentif kendaraan listrik untuk memastikan kebijakan tersebut berjalan sesuai dengan tujuan pemerintah.
Terlebih, pemerintah berencana mengembangkan proyek mobil dan motor nasional berbasis kendaraan listrik.
Menurutnya, insentif kendaraan listrik nantinya tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan penjualan kendaraan listrik, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas produksi kendaraan listrik di dalam negeri.
"Stimulus EV nanti kita akan monitor, karena kan ada rencana pembangunan atau pembuatan motor listrik nasional," katanya.
Selain itu, Airlangga menyebut pemberian insentif diharapkan dapat mendorong peningkatan penggunaan komponen lokal atau tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Dengan demikian, semakin banyak kendaraan listrik maupun komponennya yang diproduksi di dalam negeri.
Kebijakan tersebut diharapkan turut memperkuat ekosistem industri kendaraan listrik nasional, termasuk industri baterai, komponen kendaraan, serta infrastruktur pendukung seperti fasilitas penukaran baterai (battery swap).
"Ini nanti dampaknya adalah meningkatkan kemampuan produksi bagi industri yang sudah ada [eksisting], alias meningkatkan produksi nasional dan juga meningkatkan TKDN," papar Airlangga. (dik)
