MANILA, DDTCNews - Otoritas pajak Filipina memperluas daftar obat yang memperoleh fasilitas bebas PPN menjadi 2.277 jenis. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menekan biaya kesehatan bagi masyarakat.
Otoritas menerbitkan Revenue Memorandum Circular No. 87/2026 yang memuat daftar terbaru obat bebas PPN. Dalam dokumen tersebut, otoritas menambahkan 14 jenis obat baru yang telah mendapat rekomendasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Filipina berdasarkan UU PPN.
"Otoritas konsisten menerapkan kebijakan pajak yang secara langsung memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan memperluas daftar obat bebas PPN, kami membantu membuat layanan kesehatan esensial lebih terjangkau sekaligus mendukung visi presiden untuk mewujudkan Filipina yang lebih sehat dan tangguh," kata Komisioner Otoritas Pajak Charlito Martin Mendoza, dikutip pada Jumat (7/8/2026).
Otoritas menyatakan perluasan daftar obat bebas PPN tersebut sejalan dengan arahan Presiden Ferdinand R. Marcos Jr. dalam pidato kenegaraan 2026 untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas melalui penurunan biaya obat-obatan esensial.
Obat yang masuk dalam daftar bebas PPN mencakup obat untuk berbagai penyakit, seperti kanker, hipertensi, diabetes, gangguan mental, kolesterol tinggi, ginjal, dan tuberkulosis.
Obat kanker menjadi kelompok terbesar dalam daftar tersebut, dengan 708 jenis obat bebas PPN. Selanjutnya, obat hipertensi sebanyak 537 jenis, obat diabetes sebanyak 331 jenis, obat gangguan mental sebanyak 300 jenis, obat kolesterol tinggi sebanyak 172 jenis, obat penyakit ginjal sebanyak 152 jenis, dan obat tuberkulosis sebanyak 77 jenis.
Otoritas menyatakan perluasan fasilitas bebas PPN tersebut dapat mengurangi beban biaya yang harus ditanggung masyarakat, khususnya pasien yang menjalani pengobatan jangka panjang untuk penyakit kronis dan penyakit yang mengancam jiwa.
Dengan adanya kebijakan tersebut, setiap penghematan dari fasilitas bebas PPN diharapkan dapat membantu masyarakat dalam melanjutkan pengobatan, membeli obat-obatan esensial, serta memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Dilansir manilastandard.net, otoritas juga menegaskan terus menjalankan fungsi pengumpulan penerimaan negara sekaligus memastikan kebijakan perpajakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk di sektor kesehatan. (dik)
