Review
Jum'at, 23 Juli 2021 | 09:15 WIB
OPINI PAJAK
Kamis, 15 Juli 2021 | 15:09 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 14 Juli 2021 | 10:30 WIB
DIREKTUR PENYULUHAN, PELAYANAN, DAN HUMAS DJP NEILMALDRIN NOOR:
Rabu, 14 Juli 2021 | 09:20 WIB
PERSPEKTIF
Fokus
Data & Alat
Rabu, 21 Juli 2021 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 21 JULI 2021-27 JULI 2021
Kamis, 15 Juli 2021 | 18:15 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 14 Juli 2021 | 13:30 WIB
KURS PAJAK 14 JULI 2021-20 JULI 2021
Rabu, 07 Juli 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 7 JULI 2021-13 JULI 2021
Reportase
Perpajakan.id

PMK Baru, Impor Alat Rapid Test Tidak Lagi Dapat Fasilitas Perpajakan

A+
A-
4
A+
A-
4
PMK Baru, Impor Alat Rapid Test Tidak Lagi Dapat Fasilitas Perpajakan

Ilustrasi. Sejumlah prajurit TNI AL awak KRI Bima Suci melakukan tes diagnostik cepat atau rapid test di geladak saat sandar di Dermaga Pangkalan TNI AL (Lanal) Caligi, Pesawangan, Lampung, Selasa (6/10/2020). Hal tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 sebelum pelayaran rute kedua menuju Padang dalam mengikuti latihan praktek (lattek) Kartika Jala Krida (KJK) 2020. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

JAKARTA, DDTCNews – Kementerian Keuangan kembali mengubah aturan mengenai pemberian fasilitas atas impor barang untuk keperluan penanganan pandemi Covid-19. Beberapa jenis barang tidak berhak lagi mendapat fasilitas.

Perubahan ini tertuang dalam PMK 149/2020. Dengan PMK tersebut, pemerintah mengubah perincian jenis barang yang mendapat fasilitas kepabeanan dan/atau cukai serta fasilitas perpajakan. PMK ini kembali mengubah PMK 34/2020 yang sebelumnya juga telah direvisi dengan PMK 83/2020.

“Lampiran huruf A Peraturan Menteri Keuangan Nomor 34/PMK.04/2020 … diubah sehingga menjadi sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari peraturan menteri ini,” demikian bunyi penggalan Pasal I PMK 149/2020.

Baca Juga: Ekspor Produk Kayu Ini Bebas Bea Masuk Antidumping ke India

Dalam bagian pertimbangan PMK 149/2020 disebutkan adanya kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada sektor industri alat pelindung diri jenis tertentu, obat-obatan, dan alat kesehatan jenis tertentu yang telah dapat diproduksi dan telah mencukupi kebutuhan dalam negeri.

Adapun jenis barang yang dikeluarkan dari daftar barang yang mendapatkan insentif antara lain rapid test, berbagai jenis vitamin, alat suntik, high flow oxygen, bronchoscopy portable, CPAP-mask, CPAP machine pediatric, ECMO, baby incubator, pakaian pelindung, dan sarung tangan.

Selain jenis barang tersebut, PMK No. 149/2020 juga menyaring kelompok obat menjadi terbatas pada tocilizumab, intravenous imunoglobulin (IVIG), mesenchymal stem cell (MSCs)/sel punca, low molecular weight heparin (LMWH)/ unfractionated heparin (UFH), favipiravir, insulin, dan lopinavir+ritonavir.

Baca Juga: Produksi Rokok Anjlok Tapi Setoran Cukai Tumbuh 21%, Ini Sebabnya

Seluruh permohonan yang telah mendapatkan nomor dan tanggal dokumen pemberitahuan kedatangan sarana pengangkut atau telah mendapatkan tanggal pendaftaran dari Kantor Bea dan Cukai sebelum terbitnya beleid ini, diproses dengan PMK 34/2020 atau PMK 83/2020.

Beleid baru terkait insentif perpajakan atas impor barang untuk keperluan penanganan Covid-19 ini berlaku sejak 8 Oktober 2020. Segala permohonan yang telah mendapatkan nomor dan tanggal dokumen sebelum 8 Oktober 2020 masih diperbolehkan menggunakan jenis barang dalam beleid sebelumnya.

Seperti diketahui, pemerintah juga mengurangi jenis barang yang mendapatkan insentif melalui PMK 83/2020. Dengan PMK itu, hand sanitizer, zat disinfektan, dan produk mengandung zat disinfektan (siap pakai) dikeluarkan dari kelompok penerima fasilitas. Simak artikel ‘Fasilitas Perpajakan Impor Beberapa APD Dicabut, Ada Apa?’. (kaw)

Baca Juga: DJBC Bebaskan Bea Masuk dan Pajak Impor Vaksin Covid-19 Rp2,46 Triliun

Topik : PMK 149/2020, PMK 34/2020, PMK 83/2020, fasilitas perpajakan, bea masuk, cukai, rapid test

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 16 Juli 2021 | 16:12 WIB
PMK 92/2021

Impor Obat Penanganan Covid-19 Bebas Pajak Ini

Jum'at, 16 Juli 2021 | 10:00 WIB
PMK 80/2021

Indonesia Terapkan Tarif Preferensi Barang Impor dari Chile

berita pilihan

Selasa, 27 Juli 2021 | 19:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Mendag Lutfi Sebut Carbon Border Tax Bakal Ganggu Perdagangan Dunia

Selasa, 27 Juli 2021 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Awasi Kinerja Keuangan Daerah, Kemendagri Bikin Aplikasi Khusus

Selasa, 27 Juli 2021 | 18:13 WIB
PELAYANAN PAJAK

DJP: 3 Layanan Elektronik Ini Tidak Dapat Diakses Sementara

Selasa, 27 Juli 2021 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN BEA MASUK

Ekspor Produk Kayu Ini Bebas Bea Masuk Antidumping ke India

Selasa, 27 Juli 2021 | 17:54 WIB
CHINA

China Tolak Rencana Pengenaan Carbon Border Tax

Selasa, 27 Juli 2021 | 16:36 WIB
KOTA BALIKPAPAN

Mulai Bulan Depan, Penagihan Pajak Digencarkan

Selasa, 27 Juli 2021 | 16:30 WIB
KANWIL DJP BALI

Kemplang Pajak Lewat Bitcoin, Pengusaha Dihukum 2,5 Tahun Penjara

Selasa, 27 Juli 2021 | 16:00 WIB
KABUPATEN MALANG

Apresiasi Pembayar Pajak, Pemkot Adakan Acara Bagi-Bagi Hadiah