Fokus
Literasi
Jum'at, 12 Agustus 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK DAERAH
Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 08 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Rabu, 27 Juli 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 27 JULI - 2 AGUSTUS 2022
Reportase

PMK Baru Fasilitas Pajak Hulu Migas Kontrak Bagi Hasil Gross Split

A+
A-
15
A+
A-
15
PMK Baru Fasilitas Pajak Hulu Migas Kontrak Bagi Hasil Gross Split

Ilustrasi. (foto: www.skkmigas.go.id)

JAKARTA, DDTCNews – Kementerian Keuangan menerbitkan beleid yang mengatur tentang pemberian fasilitas pajak untuk kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi dengan kontrak bagi hasil gross split.

Ketentuan itu tertuang dalam PMK 67/2020 yang diundangkan pada 16 Juni 2020. Aturan turunan dari Peraturan Pemerintah (PP) No. 53 Tahun 2017 ini menyatakan kontraktor kontrak kerja sama berhak atas fasilitas pajak pertambahan nilai (PPN), pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), dan pajak bumi dan bangunan (PBB).

“Pemberian fasilitas perpajakan berupa PPN atau PPN dan PPnBM, serta PBB pada tahap eksplorasi dan eksploitasi sampai dengan saat dimulainya produksi komersial dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah untuk dan atas nama Menteri,” demikian bunyi penggalan Pasal 3 beleid itu, seperti dikutip pada Jumat (26/6/2020).

Baca Juga: Peta PBB Bisa Diakses di Aplikasi 'Jakarta Satu', Ada ID Objek Pajak

Beleid itu menjabarkan fasilitas yang diberikan berupa PPN dan PPnBM tidak dipungut atas perolehan barang kena pajak (BKP) atau jasa kena pajak (JKP) serta pemanfaatan BKP tidak berwujud ataupun JKP dari luar negeri (luar daerah pabean) yang digunakan dalam rangka operasi perminyakan.

Sementara itu, fasilitas PBB yang diberikan berupa pengurangan 100% atas PBB Minyak dan Gas Bumi terutang yang tercantum dalam surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT). Fasilitas tersebut diberikan mulai dari tahap eksplorasi dan eksploitasi sampai dengan saat dimulainya produksi komersial.

Fasilitas perpajakan ini berlaku untuk satu wilayah kerja dan diberikan kepada kontraktor tertentu. Adapun yang dimaksud dengan wilayah kerja adalah daerah tertentu di dalam wilayah hukum pertambangan Indonesia untuk pelaksanaan eksplorasi dan eksploitasi.

Baca Juga: e-Faktur Eror Muncul ETAX-40001, Coba Ikuti Solusi Ditjen Pajak Ini

Eksplorasi sendiri merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menemukan dan memperoleh perkiraan cadangan minyak dan gas bumi di wilayah kerja yang ditentukan. Sementara itu, eksploitasi adalah rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk menghasilkan minyak dan gas bumi dari wilayah kerja yang ditentukan.

Kegiatan eksploitasi diantaranya seperti pengeboran dan penyelesaian sumur serta pembangunan sarana untuk pemisahan dan pemurnian minyak dan gas bumi di lapangan. Kegiatan eksplorasi dan eksploitasi inilah yang menjadi kegiatan yang inti atau tumpuan usaha dari kegiatan usaha hulu.

Kegiatan usaha hulu dilakukan oleh kontraktor yang merupakan badan usaha atau bentuk usaha tetap yang ditetapkan untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi pada suatu wilayah kerja berdasarkan kontrak kerja sama dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

Baca Juga: Harga Komoditas Masih Tinggi, Tambahan Penerimaan Bisa Tembus Rp279 T

Kontrak kerja sama tersebut dapat dijalin dengan dua bentuk. Pertama, kontrak bagi hasil yang yang merupakan bentuk kerja sama berdasarkan prinsip pembagian hasil produksi. Kedua, kontrak bagi hasil gross split yang berdasarkan prinsip pembagian gross produksi tanpa mekanisme pengembalian biaya operasi.

Beleid ini menyatakan fasilitas PPN, PPnBM, dan PBB berlaku untuk kontraktor kontrak kerja sama yang kontraknya ditandatangani sebelum berlakunya PP No. 53 Tahun 2017 dan melakukan perubahan bentuk kontrak menjadi kontrak bagi hasil gross split sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam PP No.53 Tahun 2017

Selain itu, fasilitas tersebut juga berlaku untuk kontraktor kontrak kerja sama dengan bentuk kontrak bagi hasil gross split yang kontraknya ditandatangani sebelum maupun sesudah berlakunya PP 53 Tahun 2017. Adapun ketiga kontraktor tersebut harus mengikuti ketentuan yang diatur dalam PP 53 Tahun 2017.

Baca Juga: Tambahan Penerimaan dari Kenaikan Tarif PPN Capai Rp21 Triliun

PMK 67/2020 mulai berlaku setelah 30 hari terhitung sejak tanggal diundangkan. Hal ini berarti ketentuan yang ada dalam beleid ini akan berlaku mulai 15 Juli 2020. (kaw)

Topik : PMK 67/2020, migas, kontrak bagi hasil, gross split, hulu migas, fasilitas pajak, PPh, PPN, PBB

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Sabtu, 06 Agustus 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Hibah kepada Badan Sosial yang Dikecualikan dari Objek Pajak

Sabtu, 06 Agustus 2022 | 10:00 WIB
KINERJA FISKAL

Insentif Fiskal Dipangkas, Realisasi PDRI Membaik pada Semester I/2022

Sabtu, 06 Agustus 2022 | 06:30 WIB
CRYPTOCURRENCY

Cek Dulu! Ini Daftar 25 Broker Aset Kripto yang Terdaftar Bappepti

Jum'at, 05 Agustus 2022 | 18:00 WIB
FILIPINA

Presiden Filipina Ingin Kenakan PPN PMSE, Senat Langsung Ajukan RUU

berita pilihan

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 19:00 WIB
AMERIKA SERIKAT

Ada Pajak Minimum, Beban Pajak Korporasi AS Bakal Tembus US$223 Miliar

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KP2KP PINRANG

Tak Hanya Kumpulkan Data, Kantor Pajak Juga 'Tandai' Kedai Kekinian WP

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 18:11 WIB
ADMINISTRASI PAJAK

Semua Sistem DJP Bakal Pakai NIK Sebagai Basis Data Wajib Pajak OP

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 18:09 WIB
PROVINSI DKI JAKARTA

Peta PBB Bisa Diakses di Aplikasi 'Jakarta Satu', Ada ID Objek Pajak

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 18:00 WIB
APBN 2022

APBN Cetak Surplus Lagi, Pembiayaan Utang Turun 49,5 Persen

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 17:23 WIB
KP2KP PANGKAJENE

Belum Tuntas Lapor SPT, Pemilik Kedai Makan Didatangi Petugas Pajak

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 17:00 WIB
PAJAK DAERAH

BPKP Sebut Banyak Pemda Tak Serius Tetapkan Angka Target Pajak

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 16:30 WIB
METERAI ELEKTRONIK

Muncul Kasus e-Meterai Palsu, Peruri Ungkap Modusnya

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 15:45 WIB
DDTC ACADEMY - INTENSIVE COURSE

Pentingnya Mendalami Pemahaman Pajak Internasional, Termasuk P3B

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK DAERAH

Cara Blokir STNK Secara Online di Provinsi Jawa Barat