Berita
Sabtu, 18 September 2021 | 10:30 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 18 September 2021 | 10:00 WIB
RUU HKPD
Sabtu, 18 September 2021 | 09:21 WIB
PAJAK DALAM BERITA
Sabtu, 18 September 2021 | 09:00 WIB
BELANDA
Review
Rabu, 15 September 2021 | 11:45 WIB
TAJUK
Rabu, 08 September 2021 | 18:19 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 September 2021 | 17:06 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 September 2021 | 12:00 WIB
TAJUK PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 17 September 2021 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 17 September 2021 | 17:58 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 17 September 2021 | 16:56 WIB
PROFIL PERPAJAKAN MAKAU
Jum'at, 17 September 2021 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Rabu, 15 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 15 - 21 SEPTEMBER 2021
Rabu, 08 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 8 - 14 SEPTEMBER 2021
Rabu, 01 September 2021 | 11:15 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Komunitas
Jum'at, 17 September 2021 | 21:39 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Jum'at, 17 September 2021 | 14:00 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Kamis, 16 September 2021 | 11:44 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Kamis, 16 September 2021 | 09:30 WIB
AGENDA PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Penerimaan Masih Tertekan, Pemda Bakal Lakukan Intensifikasi

A+
A-
0
A+
A-
0
Penerimaan Masih Tertekan,  Pemda Bakal Lakukan Intensifikasi

Ilustrasi.

GIANYAR, DDTCNews - Pemkab Gianyar, Bali akan menjalankan program intensifikasi pendapatan asli daerah (PAD) di luar pos penerimaan pajak daerah.

Wakil Bupati Gianyar Anak Agung Gde Mayun mengatakan tumpuan utama pendapatan asli daerah dalam dokumen kebijakan umum anggaran (KUA) 2022 dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) 2022 masih berasal dari setoran pajak daerah.

Untuk itu, pemkab akan menggali potensi penerimaan melalui intensifikasi pos nonpajak. "PAD 2022 masih didominasi rencana penerimaan dari pajak daerah dengan tetap mengupayakan intensifikasi penerimaan di luar pajak daerah," katanya dikutip pada Selasa (3/8/2021).

Baca Juga: Peta Kapasitas Fiskal Daerah Provinsi

Wabup menuturkan proses bisnis intensifikasi PAD nonpajak antara lain menyasar beberapa jenis pungutan seperti retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah, dan lainnya. Menurutnya, upaya penggalian potensi akan berdasarkan pertimbangan riil kinerja penerimaan pajak daerah.

Dia menyatakan pandemi Covid-19 masih akan memberikan dampak pada kegiatan pariwisata di Pulau Bali pada tahun depan. Untuk itu, kinerja setoran PAD dari pajak daerah dari sektor pariwisata diprediksi masih mengalami tekanan.

Target PAD pada 2022 ditetapkan senilai Rp779,15 miliar atau 39,84% dari total target pendapatan daerah tahun depan. Sementara itu, pendapatan dari dana transfer pemerintah pusat sebesar Rp2,1 triliun atau 57,33% dari total target pendapatan daerah 2022. Sisanya, Rp22,3 miliar berasal dari pos penerimaan pendapatan daerah lain yang sah.

Baca Juga: DBH Perikanan Dihapus dalam RUU HKPD, Ini Alasannya

"Perencanaan ini dibuat dengan mempertimbangkan potensi riil sumber pendapatan, realisasi tahun sebelumnya dan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, pandemi yang berdampak pada penerimaan PAD terutama sektor pariwisata," ujarnya seperti dilansir nusabali.com. (rig)

Topik : pemkab gianyar, penerimaan daerah, intensifikasi, pajak daerah

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 15 September 2021 | 10:15 WIB
DESENTRALISASI FISKAL

Mau Reformasi Pajak Daerah? Perhatikan Aspek Penting Ini

Rabu, 15 September 2021 | 10:00 WIB
DESENTRALISASI FISKAL

Meningkatkan Pajak dan Retribusi Minim Distorsi Ekonomi

Selasa, 14 September 2021 | 16:35 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pajak Sepeda Motor Diusulkan Jadi Kewenangan Kabupaten/Kota

Selasa, 14 September 2021 | 16:19 WIB
DDTC WORKING PAPER

Waduh, Ketimpangan Horizontal Pajak Daerah Masih Besar

berita pilihan

Sabtu, 18 September 2021 | 10:30 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Peta Kapasitas Fiskal Daerah Provinsi

Sabtu, 18 September 2021 | 10:00 WIB
RUU HKPD

DBH Perikanan Dihapus dalam RUU HKPD, Ini Alasannya

Sabtu, 18 September 2021 | 09:21 WIB
PAJAK DALAM BERITA

WP Tak Diaudit Lebih Berisiko dan NPWP Bendahara Dihapus, Cek Videonya

Sabtu, 18 September 2021 | 09:00 WIB
BELANDA

Kebijakan Baru PPN e-Commerce Eropa, Pelapak Online Perlu Tahu Ini

Sabtu, 18 September 2021 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN

Isu Terpopuler: DJP Kerahkan Pegawai ke Lapangan dan Tebar Email ke WP

Sabtu, 18 September 2021 | 06:00 WIB
KABUPATEN BANGLI

Tak Perlu Repot, Cek Tagihan Pajak PBB Bisa Lewat Aplikasi Ini

Jum'at, 17 September 2021 | 21:39 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA

Multidisiplin Ilmu, Profesional Pajak Harus Tahu Ini

Jum'at, 17 September 2021 | 18:30 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu PKP Kegiatan Usaha Tertentu?

Jum'at, 17 September 2021 | 17:58 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa Gugatan Diterbitkannya Surat Paksa