Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Panama Setujui Pertukaran Informasi Multilateral OECD

0
0

PARIS, DDTCNews – Organisation for Economic Co-ordination and Development (OECD) menyambut keputusan Panama yang menandatangani the Multilateral Convention on Mutual Administrative Assistance in Tax Matters (Konvensi).

Direktur Pusat Kebijakan dan Administrasi Pajak OECD Pascal Saint-Amans mengatakan keputusan itu disampaikan secara formal kepada OECD melalui surat dari Wakil Presiden Presiden Panama dan diumumkan secara publik pada Jumat lalu (15/7).

“Kami sangat menyambut permintaan Panama untuk bergabung dalam Konvensi ini. Ini akan menjadi sebuah langkah maju yang signifikan dalam pengimplementasian komitmennya untuk transparansi pajak dan pertukaran informasi yang efektif,” kata Pascal Saint-Amans, dikutip dari lama resmi OECD, Senin (18/7).

Baca Juga: DJP Bakal Manfaatkan Momentum Pertemuan Otoritas Pajak se-Asia Pasifik

Dengan bergabungnya Panama, hingga saat ini tercatat 98 negara telah bergabung dalam Konvensi ini. Negara tersebut mencakup negara-negara anggota G20, OECD, BRIICS, negara yang memiliki pusat keuangan besar, serta negara-negara berkembang.

Konvensi tersebut merupakan instrumen multilateral untuk membangun kerjasama antarnegara untuk mengatasi masalah penggelapan dan penghindaran pajak, serta menjamin keamanan dan proteksi terhadap hak-hak para wajib pajak.

Konvensi ini dikembangkan secara bersama-sama OECD dan the Council of Europe pada tahun 1988 dan diperbaiki di tahun 2010 guna merespons keinginan negara G20 untuk menyesuaikannya dengan standar internasional mengenai pertukaran informasi. Konvensi multilateral yang sudah diamandemen ini sangat terbuka bagi semua negara yang ingin bergabung sejak 1 Juni 2011.

Baca Juga: Tahu Google Bayar Pajak Minim, Negara Ini Tidak Mau Tiru Cara Prancis

“Dengan konvensi ini, diharapkan akan terbentuk kerjasama negara-negara dalam lingkup internasional, terutama negara berkembang, sehingga mereka juga dapat mengambil keuntungan dari lingkungan baru yang lebih transparan,” pungkasnya. (Amu)

“Kami sangat menyambut permintaan Panama untuk bergabung dalam Konvensi ini. Ini akan menjadi sebuah langkah maju yang signifikan dalam pengimplementasian komitmennya untuk transparansi pajak dan pertukaran informasi yang efektif,” kata Pascal Saint-Amans, dikutip dari lama resmi OECD, Senin (18/7).

Baca Juga: DJP Bakal Manfaatkan Momentum Pertemuan Otoritas Pajak se-Asia Pasifik

Dengan bergabungnya Panama, hingga saat ini tercatat 98 negara telah bergabung dalam Konvensi ini. Negara tersebut mencakup negara-negara anggota G20, OECD, BRIICS, negara yang memiliki pusat keuangan besar, serta negara-negara berkembang.

Konvensi tersebut merupakan instrumen multilateral untuk membangun kerjasama antarnegara untuk mengatasi masalah penggelapan dan penghindaran pajak, serta menjamin keamanan dan proteksi terhadap hak-hak para wajib pajak.

Konvensi ini dikembangkan secara bersama-sama OECD dan the Council of Europe pada tahun 1988 dan diperbaiki di tahun 2010 guna merespons keinginan negara G20 untuk menyesuaikannya dengan standar internasional mengenai pertukaran informasi. Konvensi multilateral yang sudah diamandemen ini sangat terbuka bagi semua negara yang ingin bergabung sejak 1 Juni 2011.

Baca Juga: Tahu Google Bayar Pajak Minim, Negara Ini Tidak Mau Tiru Cara Prancis

“Dengan konvensi ini, diharapkan akan terbentuk kerjasama negara-negara dalam lingkup internasional, terutama negara berkembang, sehingga mereka juga dapat mengambil keuntungan dari lingkungan baru yang lebih transparan,” pungkasnya. (Amu)

Topik : panama, oecd, instrumen multilateral
Komentar
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Rabu, 29 Maret 2017 | 15:50 WIB
MALAYSIA
Jum'at, 24 Maret 2017 | 10:56 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 14 Februari 2017 | 11:55 WIB
THAILAND
Senin, 29 Agustus 2016 | 11:02 WIB
INGGRIS
berita pilihan
Selasa, 23 April 2019 | 11:16 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 31 Agustus 2017 | 08:54 WIB
ZIMBABWE
Jum'at, 26 April 2019 | 15:54 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 15 September 2016 | 06:02 WIB
ZIMBABWE
Senin, 17 Oktober 2016 | 10:15 WIB
ZIMBABWE
Selasa, 17 Januari 2017 | 09:40 WIB
ZIMBABWE
Selasa, 02 Oktober 2018 | 10:48 WIB
ZIMBABWE
Senin, 31 Desember 2018 | 14:35 WIB
ZIMBABWE
Rabu, 31 Oktober 2018 | 11:58 WIB
ZIMBABWE