Review
Kamis, 02 Desember 2021 | 14:57 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 01 Desember 2021 | 12:38 WIB
TAJUK PAJAK
Selasa, 30 November 2021 | 08:13 WIB
LAPORAN DDTC DARI VIENNA
Minggu, 28 November 2021 | 10:07 WIB
Kepala KPP Pratama Gianyar Moch. Luqman Hakim
Fokus
Data & Alat
Rabu, 01 Desember 2021 | 08:17 WIB
KURS PAJAK 1 DESEMBER - 7 DESEMBER 2021
Rabu, 24 November 2021 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 24 NOVEMBER - 30 NOVEMBER 2021
Rabu, 17 November 2021 | 08:51 WIB
KURS PAJAK 17 NOVEMBER - 23 NOVEMBER 2021
Rabu, 10 November 2021 | 07:33 WIB
KURS PAJAK 10-16 NOVEMBER 2021
Komunitas
Selasa, 30 November 2021 | 11:40 WIB
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Minggu, 28 November 2021 | 19:45 WIB
UNIVERSITAS INDONESIA
Jum'at, 26 November 2021 | 16:17 WIB
AGENDA PAJAK - DDTC ACADEMY
Jum'at, 26 November 2021 | 16:13 WIB
UNIVERSITAS PARAHYANGAN
Reportase
Perpajakan.id

Kata DJP, Ini yang Harus Dimiliki Karyawan Agar Bisa Lapor SPT Tahunan

A+
A-
37
A+
A-
37
Kata DJP, Ini yang Harus Dimiliki Karyawan Agar Bisa Lapor SPT Tahunan

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews – Ditjen Pajak (DJP) mengingatkan agar wajib pajak pegawai atau karyawan untuk memiliki bukti potong agar bisa melaporkan surat pemberitahuan (SPT) tahunan.

Wajib pajak harus harus meminta bukti potong atas semua jenis penghasilan yang dipotong pajak. Sebab, adanya bukti potong membuktikan secara sah bahwa seorang wajib pajak sudah membayar pajak yang terutang.

“Kalau #KawanPajak itu pegawai dan mau lapor SPT, #KawanPajak harus memiliki bukti potong dulu … #KawanPajak mintanya di bendahara, ya! Jangan ke yang lain, sudah pasti tidak ada!” ujar DJP melalui akun Facebook-nya, Jumat (24/1/2020).

Baca Juga: Penyusunan Aturan Pelaksana UU HPP Dikebut, DJP: PPS Paling Urgen

Wajib pajak karyawan akan menerima bukti potong pajak penghasilan (PPh) Pasal 21 dengan jenis formulir 1721-A1 bagi karyawan atau pegawai swasta tetap dan formulir 1721-A2 bagi PNS/TNI/Polri. Perusahaan seharusnya memberikan bukti potong jauh-jauh hari sebelum batas waktu pelaporan SPT pada 31 Maret.

Tidak mengherankan jika DJP mengimbau perusahaan yang menjadi pemberi kerja agar segera menerbitkan bukti potong PPh Pasal 21 kepada karyawan. Imbauan kepada perusahaan itu dimaksudkan agar karyawan bisa segera mengisi dan menyampaikan SPT tahunan WP OP lebih awal.

Adapun batas akhir penyampaian SPT tahunan wajib pajak orang pribadi jatuh pada akhir Maret 2020. Apabila penyampaian SPT melewati batas batas waktu yang ditetapkan, akan ada sanksi administrasi senilai Rp100.000 yang harus dilunasi oleh wajib pajak.

Baca Juga: Sudah Ada Kantor Pajak yang Catatkan Penerimaan Lebih dari 100%

Perusahaan yang menjadi pemotong PPh Pasal 21 dan/atau PPh Pasal 26 harus memberikan bukti pemotongan PPh Pasal 21 (1721-A1/A2) atas penghasilan yang diterima atau diperoleh pegawai tetap atau penerima pensiun berkala paling lama satu bulan setelah tahun kalender berakhir. Baca artikel Kelas Pajak ‘Bukti Pemotongan PPh Pasal 21 Bagi Karyawan’.

Sekadar informasi, selain Formulir 1721-A1/A2, wajib pajak karyawan perlu punya akun DJP Online – yang saat ini sudah disebut Single Login DJP – untuk melaporkan SPT secara online lewat e-Filing. Untuk membuat akun tersebut, wajib pajak perlu membuat Electronic Identifiction Number (EFIN).

Cara mendapatkan EFIN ini tidak sulit. Wajib pajak cukup datang ke KPP terdekat dan membawa kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Di KPP wajib pajak akan diminta mengisi formulir pengajuan atau aktivasi EFIN. Baca artikel ‘Baru Mau Bikin EFIN? Anda Wajib Datang ke Kantor Pajak’.

Baca Juga: Kencangkan Pengawasan, Petugas Pajak Aktif Kunjungan Sampaikan SP2DK

Selain itu, wajib pajak perlu juga menyiapkan informasi tentang penghasilan, harta atau utang Lainnya. Dokumen ini diperlukan apabila wajib pajak memiliki penghasilan lain selain penghasilan tetap yang diperoleh dari pekerjaan utama, adanya kewajiban terutang yang harus dibayarkan, atau harta lainnya. (kaw)



Baca Juga: PDB Per Kapita Indonesia Terus Tumbuh, Tapi Tax Ratio Masih Stagnan
Topik : SPT, SPT tahunan. bukti potong, PPh 21, WP OP karyawan, DJP, kepatuhan pajak, kepatuhan formal

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Fattah AR

Kamis, 05 Maret 2020 | 20:44 WIB
Jika Wajib Pajak seorang karyawan yang terima gaji sudah termasuk pajak penghasilan, artinya karyawan tersebut harus bayar sendiri Pajak Penghasilanya, krn Perusahaan tdk memotong apakah bisa dan diperbolehkan. mohon penjelasan Terima Kasih

Kukuh Tri Widiatmoko

Sabtu, 25 Januari 2020 | 02:03 WIB
Pembayaran pajak apapun harusnya lebih dipermudah lagi, semudah bayar pake gopay dkk lah gampangnya. Jangan sampai masyarakat yg diminta uangnya oleh negara tapi malah bingung cara bayarnya atau jangan sampai dipersulit sedikitpun.

Ahmad Rifai

Jum'at, 24 Januari 2020 | 23:01 WIB
Alhamdulillah proses pelaporan spt pajak tahunan saya (masa pajak 2019) berjalan cepat dan tanpa hambatan. Trimakasih djp online. Salam sukses to djp👍#MariBicara
1

ARTIKEL TERKAIT

Rabu, 01 Desember 2021 | 10:45 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Kebutuhan Insentif Pajak Berubah Saat Pemulihan Ekonomi, Ini Alasannya

Rabu, 01 Desember 2021 | 10:00 WIB
ROUND UP FOKUS

Menimbang Insentif Pajak pada Tahun Depan

Rabu, 01 Desember 2021 | 08:02 WIB
BERITA PAJAK HARI INI

Tentukan Biaya Pinjaman yang Dibebankan Pakai EBITDA, Ini Kata DJP

Selasa, 30 November 2021 | 15:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Soal Kesiapan Sistem Elektronik untuk Pelaksanaan PPS, Ini Kata DJP

berita pilihan

Jum'at, 03 Desember 2021 | 19:30 WIB
ITALIA

Diskon Tarif PPN Listrik Diperpanjang Sampai Akhir 2021

Jum'at, 03 Desember 2021 | 19:00 WIB
KAMUS PERPAJAKAN

Apa Itu Satgas Patroli Laut?

Jum'at, 03 Desember 2021 | 18:30 WIB
PAKISTAN

Pengusaha Keluhkan Tak Bisa Klaim Insentif, Industri Terancam Mandek

Jum'at, 03 Desember 2021 | 18:26 WIB
PMK 171/2021

PMK Baru, Sri Mulyani Atur Pelaksanaan Sistem SAKTI

Jum'at, 03 Desember 2021 | 18:00 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA

Jokowi Ingin Pandemi Jadi Momentum untuk Transformasi Ekonomi

Jum'at, 03 Desember 2021 | 17:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Penyusunan Aturan Pelaksana UU HPP Dikebut, DJP: PPS Paling Urgen

Jum'at, 03 Desember 2021 | 17:24 WIB
KPP PRATAMA BEKASI BARAT

Tunggakan Rp701 Juta Tak Dilunasi, Rekening Wajib Pajak Disita DJP

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:58 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pajaki Orang Kaya, DJP Perlu Antisipasi Passive Income

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:39 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Sudah Ada Kantor Pajak yang Catatkan Penerimaan Lebih dari 100%

Jum'at, 03 Desember 2021 | 16:30 WIB
PENGAWASAN PAJAK

Kencangkan Pengawasan, Petugas Pajak Aktif Kunjungan Sampaikan SP2DK