JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah Indonesia menjalin kemitraan strategis dengan pemerintah Inggris melalui penandatanganan perjanjian Economic Growth Partnership (EGP)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan penguatan hubungan bilateral ini bertujuan untuk mendorong kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, dan inovasi antara Indonesia dan Inggris.
"Dokumen EGP merupakan wujud nyata komitmen kedua negara dalam membangun pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan saling menguntungkan," ujarnya, Rabu (21/1/2026).
Airlangga menyampaikan perjanjian EGP dirancang sebagai kerangka untuk menjalin kerja sama yang praktis dan fokus pada kemajuan dunia usaha. Pemerintah juga membidik beberapa sektor utama yang potensial dan strategis untuk dikembangkan melalui kerja sama Indonesia-Inggris.
Sektor tersebut mencakup energi bersih, ekonomi digital, keuangan, pendidikan, infrastruktur dan transportasi. Kemudian, sektor pertanian dan pangan, kesehatan dan life sciences, penguatan rantai pasok, serta perdagangan dan pembangunan berkelanjutan.
"Melalui kemitraan tersebut, Indonesia dan Inggris diharapkan dapat memanfaatkan potensi ekonomi masing-masing secara optimal di tengah dinamika perekonomian global," tutur Airlangga.
Airlangga menambahkan Inggris merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di Eropa. Pada 2024, nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai US$2,78 miliar.
Kemudian, nilai investasi Inggris tercatat sebesar US$402,6 juta pada kuartal III/2025. Adapun investasi asal Inggris paling banyak ditanamkan pada sektor pertambangan, industri pangan, pertanian, serta kawasan industri dan jasa.
Sementara itu, Secretary of State for Business and Trade (DBT) Inggris Hon Peter Kyle MP menilai komitmen kedua negara dalam memperkuat hubungan ekonomi bilateral juga akan membuka peluang untuk kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah dan pelaku usaha kedua negara. (rig)
