Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

Jaksa Buka Penyelidikan Dugaan Penggelapan Pajak Netflix

1
1

Ilustrasi. (foto: CNet)

MILAN, DDTCNews – Jaksa penuntut di Italia tengah membuka penyelidikan Netflix karena dugaan penggelapan pajak di negara tersebut.

Meskipun raksasa streaming Amerika Serikat ini dinilai tetap harus membayar pajak atas penggunaan konten oleh sekitar 1,4 juta pelanggan di Italia. Kewajiban pembayaran pajak ini tetap muncul meskipun Netflix tidak memiliki kantor atau jenis kehadiran fisik lainnya di Italia.

“Namun, perusahaan tersebut mempunyai server komputer dan kabel yang merupakan infrastruktur digital yang membuat pendapatan mereka dikenakan pajak di bawah hukum Italia menurut penyelidikan jaksa di Milan,” demikian bunyi laporan harian Italia Corriere della Sera.

Baca Juga: Penggunaan Teknologi Bisa Tingkatkan Kepatuhan Sukarela, Asalkan…

Harian tersebut mengatakan jaksa penuntut di Milan Gaetano Ruta telah bekerja sama dengan polisi fiskal Italia. Kerja sama itu untuk menentukan apakah pendapatan dari sekitar 1,4 juta pelanggan Netflix dapat dianggap dikenakan pajak Italia.

Italia baru-baru ini mengeluarkan payung hukum yang menerapkan undang-undang di Eropa yang mewajibkan layanan streaming asing seperti Netflix dan Amazon Prime Video menginvestasikan 30% dari pendapatan mereka dalam produksi lokal.

Jaksa baru-baru ini juga memeriksa raksasa teknologi Amerika Serikat lainnya seperti Apple, Amazon, dan Facebook. Pemeriksaan itu telah berhasil mengumpulkan lebih dari 5 miliar euro yang bisa masuk ke kas Pemerintah Italia. Namun, semua perusahaan ini memiliki kantor fisik di Italia.

Baca Juga: Selesaikan Kasus Pajak, Google Bayar Rp14 Triliun

Merespons laporan harian tersebut, juru bicara Netflix mengaku telah bekerja sama dengan otoritas pajak Italia. Perusahaan, sambungnya, telah membayar semua pajak yang jatuh tempi di Italia dan negara-negara lain di seluruh dunia.

“Netflix juga menginvestasikan jutaan euro dalam produksi Italia untuk membantu menciptakan lapangan kerja dan mendukung komunitas kreatif lokal,” kata juru bicara tersebut, seperti dilansir variety.com. (MG-avo/kaw)

Baca Juga: Indonesia & San Marino Mulai Bertukar Informasi untuk Perpajakan

“Namun, perusahaan tersebut mempunyai server komputer dan kabel yang merupakan infrastruktur digital yang membuat pendapatan mereka dikenakan pajak di bawah hukum Italia menurut penyelidikan jaksa di Milan,” demikian bunyi laporan harian Italia Corriere della Sera.

Baca Juga: Penggunaan Teknologi Bisa Tingkatkan Kepatuhan Sukarela, Asalkan…

Harian tersebut mengatakan jaksa penuntut di Milan Gaetano Ruta telah bekerja sama dengan polisi fiskal Italia. Kerja sama itu untuk menentukan apakah pendapatan dari sekitar 1,4 juta pelanggan Netflix dapat dianggap dikenakan pajak Italia.

Italia baru-baru ini mengeluarkan payung hukum yang menerapkan undang-undang di Eropa yang mewajibkan layanan streaming asing seperti Netflix dan Amazon Prime Video menginvestasikan 30% dari pendapatan mereka dalam produksi lokal.

Jaksa baru-baru ini juga memeriksa raksasa teknologi Amerika Serikat lainnya seperti Apple, Amazon, dan Facebook. Pemeriksaan itu telah berhasil mengumpulkan lebih dari 5 miliar euro yang bisa masuk ke kas Pemerintah Italia. Namun, semua perusahaan ini memiliki kantor fisik di Italia.

Baca Juga: Selesaikan Kasus Pajak, Google Bayar Rp14 Triliun

Merespons laporan harian tersebut, juru bicara Netflix mengaku telah bekerja sama dengan otoritas pajak Italia. Perusahaan, sambungnya, telah membayar semua pajak yang jatuh tempi di Italia dan negara-negara lain di seluruh dunia.

“Netflix juga menginvestasikan jutaan euro dalam produksi Italia untuk membantu menciptakan lapangan kerja dan mendukung komunitas kreatif lokal,” kata juru bicara tersebut, seperti dilansir variety.com. (MG-avo/kaw)

Baca Juga: Indonesia & San Marino Mulai Bertukar Informasi untuk Perpajakan
Topik : Netflix, penggelapan pajak, penghindaran pajak, Italia, teknologi digital
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Sabtu, 14 September 2019 | 15:45 WIB
ZONE EURO EROPA
Selasa, 23 April 2019 | 11:16 WIB
ZIMBABWE
Senin, 12 September 2016 | 17:01 WIB
ZIMBABWE
Kamis, 31 Agustus 2017 | 08:54 WIB
ZIMBABWE
berita pilihan
Sabtu, 10 September 2016 | 14:01 WIB
IRLANDIA
Selasa, 11 Juni 2019 | 16:24 WIB
AUSTRALIA
Rabu, 27 Desember 2017 | 11:18 WIB
INGGRIS
Kamis, 03 Oktober 2019 | 11:24 WIB
AMERIKA SERIKAT
Rabu, 22 Mei 2019 | 14:40 WIB
ITALIA
Kamis, 28 Maret 2019 | 16:54 WIB
SELANDIA BARU
Sabtu, 08 Oktober 2016 | 14:30 WIB
AZERBAIJAN
Minggu, 18 September 2016 | 19:02 WIB
INDIA
Rabu, 06 Desember 2017 | 11:30 WIB
GHANA
Senin, 04 Juni 2018 | 16:38 WIB
YORDANIA