TENGGARONG, DDTCNews - Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur mengaku kesulitan untuk memungut pajak daerah yang bersumber dari pengusahaan sarang burung walet. Imbasnya, kinerja setoran pajaknya pun masih rendah.
Sejalan dengan itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kukar menjalin kerja sama dengan tim akademisi dari Universitas Mulawarman untuk merancang strategi khusus dalam pemungutan pajak sarang burung walet. Harapannya, pajak daerah dapat dipungut secara efektif dan optimal, sehingga pendapatan asli daerah (PAD) meningkat.
"Kami masih dalam proses analisis untuk memformulasikan strategi, mengingat realisasi pajak sarang burung walet ini cenderung menurun. Kendalanya apa saja, ini yang masih kami dalami," ujar Kepala Bapenda Kukar Joko Susilo, dikutip pada Jumat (16/1/2026).
Joko mengatakan bahwa hambatan dalam memungut pajak sarang burung walet tidak hanya terjadi di Pemkab Kukar. Menurutnya, sebagian besar pemda juga mengalami hal serupa, meskipun daerah-daerah tersebut dipenuhi banyak pengusaha walet atau merupakan penghasil sarang burung walet.
Kendati demikian, dia mengakui banyak pula pemda yang berhasil mengoptimalkan penerimaan pajak sarang burung walet. Dia menilai keberhasilan tersebut dicapai melalui kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya stasiun karantina hewan.
"Ini juga akan kami jajaki, termasuk kerja sama dengan instansi vertikal lainnya," imbuh Joko.
Joko menambahkan kendala lainnya adalah kepatuhan wajib pajak masih minim. Bapenda sudah melakukan pendataan wajib pajak, dan melayangkan teguran kepada wajib pajak yang belum membayar pajak sarang burung walet. Namun, wajib pajak sering kali tidak menggubris teguran tersebut.
Di samping itu, pemkab juga telah menurunkan tarif pajak sarang burung walet dari 5% menjadi 2,8%. Dia berharap kebijakan ini bisa meringankan wajib pajak dan warga setempat, sehingga kepatuhan membayar pajak daerah bisa meningkat.
"Kami turunkan tarifnya sebagai bentuk insentif, dengan harapan kepatuhan pengusaha sarang burung walet meningkat ke depannya," tutur Joko seperti dilansir kutairaya.com. (rig)
