Review
Jum'at, 09 April 2021 | 11:41 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 06 April 2021 | 09:23 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 04 April 2021 | 08:01 WIB
KEPALA KANWIL DJP JAKARTA BARAT SUPARNO:
Selasa, 30 Maret 2021 | 09:10 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & Alat
Rabu, 07 April 2021 | 09:20 WIB
KURS PAJAK 7 APRIL - 13 APRIL 2021
Jum'at, 02 April 2021 | 10:00 WIB
KMK 20/2021
Rabu, 31 Maret 2021 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 31 MARET - 6 APRIL 2021
Rabu, 24 Maret 2021 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 24 MARET - 30 MARET 2021
Komunitas
Senin, 12 April 2021 | 12:59 WIB
UNIVERSITAS SURABAYA
Minggu, 11 April 2021 | 08:01 WIB
KETUA UMUM ASPAKRINDO TEGUH KURNIAWAN HARMANDA
Sabtu, 10 April 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 09 April 2021 | 15:15 WIB
AGENDA PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Insentif PPN Berakhir, Kinerja Penjualan Ritel Berbalik Merosot

A+
A-
0
A+
A-
0
Insentif PPN Berakhir, Kinerja Penjualan Ritel Berbalik Merosot

Ilustrasi. (DDTCNews)

BERLIN, DDTCNews – Kantor Statistik Federal menyebutkan penjualan ritel Jerman merosot tajam pada awal 2021 seiring dengan dengan berakhirnya periode insentif diskon tarif pajak pertambahan nilai (PPN).

Kantor statistik mengungkapkan penjualan ritel pada Januari 2021 turun 4,7% dibandingkan dengan kinerja Desember 2020. Realisasi tersebut meleset jauh dari konsensus ekonom yang memperkirakan penjualan ritel akan tumbuh 0,7% secara bulanan pada Januari 2021.

"Penjualan ritel pada Januari 2021 tercatat turun 8,7% jika dibandingkan dengan periode yang sama," sebut kantor statistik, dikutip Rabu (3/3/2021).

Baca Juga: Uni Eropa Minta AS Menangguhkan Perang Tarif Bea Masuk

Claus Vistesen dari lembaga riset Pantheon Macroeconomics mengungkapkan data kinerja penjualan ritel pada Januari mengejutkan banyak pihak. Menurutnya, tak menutup kemungkinan kejutan serupa akan muncul saat pemerintah merilis kinerja ekonomi pada kuartal I/2021.

Dia menyebutkan penjualan ritel Jerman telah melonjak hingga 8% secara tahunan pada semester II/2020. Hal tersebut terjadi berkat adanya insentif berupa diskon tarif PPN yang mulai berlaku pada Juli 2020 hingga akhir Desember 2020.

Pemerintah memotong tarif PPN selama 6 bulan sebagai salah satu respons kebijakan fiskal dalam penanggulangan dampak pandemi Covid-19. Barang yang terkena PPN 19% didiskon menjadi 16% dan kelompok barang yang terkena PPN 7% hanya dikenakan pajak sebesar 5%.

Baca Juga: Semester II/2021, Erdogan Bakal Naikkan Tarif Pajak Korporasi

"Penjualan ritel diprediksi akan turun secara kuartalan sebesar 8%-10% sampai dengan Maret 2021," ujar Vistesen.

Sementara itu, angka pengangguran naik 9.000 orang pada Februari 2021. Realisasi tersebut masih lebih baik dari prediksi konsensus sebanyak 10.000. Adapun secara agregat angka pengangguran di Jerman stabil di kisaran 6% dari total angkatan kerja.

"Pasar tenaga kerja Jerman telah terbukti tangguh dalam menghadapi dampak kebijakan lockdown," tutur Vistesen seperti dilansir sharecast.com. (rig)

Baca Juga: Akhir Kuartal II/2021, Perjanjian Pajak Israel-UAE Siap Disahkan

Topik : jerman, penjualan ritel, insentif PPN, pajak internasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 01 April 2021 | 18:45 WIB
AMERIKA SERIKAT
Kamis, 01 April 2021 | 16:00 WIB
AUSTRALIA
Kamis, 01 April 2021 | 12:15 WIB
AMERIKA SERIKAT
berita pilihan
Senin, 12 April 2021 | 22:30 WIB
BELGIA
Senin, 12 April 2021 | 18:45 WIB
SEKOLAH KEDINASAN
Senin, 12 April 2021 | 18:45 WIB
PENGAWASAN KEUANGAN NEGARA
Senin, 12 April 2021 | 18:01 WIB
KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Senin, 12 April 2021 | 17:44 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 12 April 2021 | 17:15 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Senin, 12 April 2021 | 16:33 WIB
SURVEI PENJUALAN ECERAN
Senin, 12 April 2021 | 16:30 WIB
PELAPORAN SPT TAHUNAN
Senin, 12 April 2021 | 16:19 WIB
CUKAI (9)