Fokus
Literasi
Jum'at, 24 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Jum'at, 24 Juni 2022 | 16:14 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 24 Juni 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 18:00 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 Juni 2022 | 13:15 WIB
STATISTIK KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 22 Juni 2022 | 08:53 WIB
KURS PAJAK 22 JUNI - 28 JUNI 2022
Rabu, 15 Juni 2022 | 12:45 WIB
STATISTIK CUKAI MULTINASIONAL
Rabu, 15 Juni 2022 | 09:30 WIB
KURS PAJAK 15 JUNI - 21 JUNI 2022
Reportase
Perpajakan ID

Indonesia dan Korea Selatan Teken Perjanjian IK-CEPA

A+
A-
1
A+
A-
1
Indonesia dan Korea Selatan Teken Perjanjian IK-CEPA

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww.
 

JAKARTA, DDTCNews – Pemerintah Indonesia dan Korea telah menandatangani perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia–Korea (Indonesia–Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement/IK-CEPA).

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan perjanjian tersebut menjadi tonggak penting dalam hubungan ekonomi bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan. Menurutnya, penandatanganan IK-CEPA akan mendatangkan keuntungan bagi kedua negara pada masa depan.

"Saya percaya IK-CEPA akan membawa ekonomi Indonesia menjadi lebih kuat, berdaya saing, terbuka, dan semakin menarik bagi investor Korea Selatan dengan menjadikan Indonesia sebagai production hub untuk memasuki pasar kawasan dan dunia," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (18/12/2020).

Baca Juga: BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di Level 3,5 Persen

Agus mengatakan Korea Selatan Selama ini telah menunjukkan ketertarikannya menjadikan Indonesia sebagai new production base di Asean. Dia menandatangani dokumen IK CEPA bersama Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan Sung Yun-mo di Seoul, Korea Selatan.

Menurut Agus, penandatanganan IK-CEPA menunjukkan komitmen kedua negara untuk mempererat hubungan ekonomi di tengah situasi ekonomi global yang penuh tantangan, terutama dalam kondisi pandemi Covid-19. Dia berharap IK-CEPA dapat membantu pemulihan ekonomi kedua negara secara lebih cepat.

IK-CEPA mencakup kerja sama perdagangan barang yang meliputi elemen penurunan/penghapusan tarif, ketentuan asal barang, prosedur kepabeanan, fasilitasi perdagangan, dan trade remedies; perdagangan jasa; investasi; kerja sama ekonomi; serta pengaturan kelembagaan.

Baca Juga: Pangkas Waktu Pemeriksaan Barang, DJBC dan Pos Indonesia Lakukan Ini

Pada perdagangan barang, Korea Selatan berkomitmen mengeliminasi hingga 95,54% pos tarifnya, sedangkan Indonesia akan mengeliminasi 92,06% pos tarifnya.

Indonesia juga akan memberikan tarif preferensi untuk memfasilitasi investasi Korea Selatan di Indonesia sebanyak 0,96% pos tarif senilai US$254,69 juta atau 2,96% dari total impor Indonesia dari Korea Selatan.

Korea Selatan akan mengeliminasi tarif untuk 97,3% impornya dari Indonesia, sedangkan Indonesia akan mengeliminasi tarif untuk 94% impornya dari Korea Selatan.

Baca Juga: Terancam Stagflasi, Korea Selatan Bakal Pangkas PPh Badan Jadi 22%

Dari sisi perdagangan jasa, Agus menyebut Indonesia dan Korea berkomitmen membuka lebih dari 100 subsektor; meningkatkan integrasi beberapa sektor jasa di masa depan antara lain pada sektor konstruksi, layanan pos dan kurir, franchise, hingga layanan terkait komputer; serta memfasilitasi pergerakan intra-corporate transferees (ICTs), business visitors (BVs), dan independent professionals (IPs).

"Cakupan perjanjian IK-CEPA yang cukup luas menunjukkan bahwa kedua negara memiliki tekad bersama untuk mengangkat hubungan ekonomi ini ke tingkat yang lebih tinggi," ujarnya. (kaw)

Baca Juga: Dituding Mengelak Pajak, Pendiri Terraform Labs Diselidiki Kejaksaan
Topik : IK CEPA, Indonesia, Korea Selatan

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 08 Mei 2022 | 09:00 WIB
KLARIFIKASI OTORITAS MONETER

Temukan Modus Penipuan Soal Amnesti Pajak, BI Minta Masyarakat Waspada

Rabu, 27 April 2022 | 11:30 WIB
KOREA SELATAN

Calon Wakil PM Korsel Ini Janjikan Reformasi Sistem Pajak Real Estat

Sabtu, 23 April 2022 | 15:00 WIB
BINCANG ACADEMY

Seperti Apa Proyeksi Sistem Perpajakan Indonesia? Simak Ulasannya

Kamis, 21 April 2022 | 15:30 WIB
KEBIJAKAN FISKAL

Pemerintah Bakal Pangkas Utang Hingga 31% Per 2023, Begini Strateginya

berita pilihan

Minggu, 26 Juni 2022 | 16:00 WIB
KPP PRATAMA BINTAN

Utang Pajak Rp16 M Tak Dibayar, Puluhan Kendaraan Milik WP Disita KPP

Minggu, 26 Juni 2022 | 15:00 WIB
PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

Ribuan Kendaraan Dinas Belum Bayar Pajak, Pemprov Ingatkan Soal Ini

Minggu, 26 Juni 2022 | 14:00 WIB
KANWIL DJP KALTIMTARA

Temui 60 Perwakilan Industri, Kanwil Ini Sosialisasikan Insentif Pajak

Minggu, 26 Juni 2022 | 13:00 WIB
INGGRIS

Lembaga Think Tank Ini Usulkan Garam Dikenai Cukai

Minggu, 26 Juni 2022 | 12:00 WIB
KPP PRATAMA SITUBONDO

KPP Akhirnya Sita Tanah Milik Wajib Pajak Seluas 2.104 Meter Persegi

Minggu, 26 Juni 2022 | 11:30 WIB
DATA PPS HARI INI

Tinggal 4 Hari! DJP Sudah Terbitkan 176.417 Surat Keterangan PPS

Minggu, 26 Juni 2022 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK

Kriteria Hibah yang Dikecualikan dari Objek Pajak Penghasilan

Minggu, 26 Juni 2022 | 10:00 WIB
HUNGARIA

Parlemen Hungaria Tolak Ketentuan Perpajakan dalam Pilar 2 OECD