Review
Rabu, 22 September 2021 | 17:55 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 19 September 2021 | 09:00 WIB
Dir. Kepabeanan Internasional dan Antar-Lembaga DJBC Syarif Hidayat:
Rabu, 15 September 2021 | 11:45 WIB
TAJUK
Rabu, 08 September 2021 | 18:19 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Literasi
Senin, 27 September 2021 | 19:00 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 27 September 2021 | 15:30 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 24 September 2021 | 18:50 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 24 September 2021 | 18:45 WIB
KAMUS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 22 September 2021 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 22 - 28 SEPTEMBER 2021
Rabu, 15 September 2021 | 11:00 WIB
STATISTIK FISKAL DAERAH
Rabu, 15 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 15 - 21 SEPTEMBER 2021
Rabu, 08 September 2021 | 08:30 WIB
KURS PAJAK 8 - 14 SEPTEMBER 2021
Komunitas
Senin, 27 September 2021 | 19:23 WIB
AGENDA PAJAK
Minggu, 26 September 2021 | 13:00 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Minggu, 26 September 2021 | 09:00 WIB
KETUA APPI SUWANDI WIRATNO
Jum'at, 24 September 2021 | 16:35 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2021
Reportase
Perpajakan.id

India Tolak Usulan Elon Musk Soal Diskon Bea Masuk Mobil Listrik

A+
A-
0
A+
A-
0
India Tolak Usulan Elon Musk Soal Diskon Bea Masuk Mobil Listrik

Ilustrasi.

NEW DELHI, DDTCNews - Pemerintah India menolak usulan pemangkasan tarif bea masuk mobil listrik yang diajukan oleh CEO Tesla, Elon Musk.

Menteri Energi India Krishan Pal Gurjar mengatakan pemerintah lebih memilih meringankan pajak domestik dan menambah stasiun pengisian daya dalam meningkatkan minat masyarakat dalam membeli kendaraan listrik.

"Tidak ada proposal untuk menurunkan tarif bea masuk atas mobil listrik," katanya seperti dilansir indiatimes.com, dikutip pada Rabu (4/8/2021).

Baca Juga: Perusahaan Minyak Ini Memohon Perpanjangan Deadline Tunggakan PPN

Tesla sebelumnya sempat mengirimkan surat yang berisi tentang permohonan penurunan tarif bea masuk atas mobil listrik. Tesla meminta India menurunkan bea masuk mobil listrik dari saat ini 60% hingga 100% menjadi 40%.

Musk memandang India sebagai pasar otomotif yang paling menjanjikan di dunia. Meski demikian, regulasi yang berlaku di India dipandang belum ramah investor. Tarif bea masuk yang dikenakan atas mobil listrik dipandang terlalu mahal.

Imbasnya, kontribusi mobil listrik terhadap penjualan mobil secara tahunan di India tidak mampu mencapai 1%. Hal ini berbanding terbalik dengan China. Kontribusi mobil listrik terhadap penjualan mobil di Negeri Panda dalam setahun mencapai 5%.

Baca Juga: Pekerja Profesional Ramai-Ramai ke Luar Negeri Demi Pajak Rendah

Selain faktor kurang ramahnya ketentuan bea masuk yang berlaku, infrastruktur di India masih belum siap untuk mendukung penggunaan mobil listrik. Hingga saat ini, stasiun pengisian daya mobil listrik di India masih minim dan belum seperti di China serta AS.

Bila bea masuk diturunkan dan mobil produksi Tesla terbukti laku di pasar otomotif India maka Tesla akan mempertimbangkan untuk membangun pabrik mobilnya di negara tersebut.

"Bila Tesla bisa sukses dengan mobil impor maka ada kemungkinan untuk membangun pabrik di India," ujar Musk melalui akun Twitter-nya. (rig)

Baca Juga: Negosiasi Ulang, Perusahaan Gas Bakal Dipajaki Lebih Besar

Topik : india, mobil listrik, elon musk, kebijakan pajak, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Henry Dharmawan

Kamis, 05 Agustus 2021 | 11:11 WIB
Usulan kebijakan pemangkasan tarif bea masuk mobil listrik sebenarnya sangat menarik. India yang notabene salah satu pasar otomotif terbesar di dunia merupakan prospektif yang menarik bagi mobil listrik. Akan tetapi, memang untuk menggeser konsumsi masyarakat ke mobil listrik perlu ditunjang oleh in ... Baca lebih lanjut
1

ARTIKEL TERKAIT

Jum'at, 24 September 2021 | 17:30 WIB
THAILAND

Lagi, Tenaga Medis Covid-19 Dapat Fasilitas Bebas Pajak Penghasilan

Jum'at, 24 September 2021 | 17:00 WIB
PAJAK INTERNASIONAL

Begini Tarif Pajak Penghasilan Individu di Berbagai Negara Saat Ini

Jum'at, 24 September 2021 | 16:30 WIB
MOLDOVA

Cegah Penghindaran Pajak, Moldova Bakal Bertukar Informasi Keuangan

Jum'at, 24 September 2021 | 16:00 WIB
FILIPINA

Presiden Terbitkan Aturan Baru Soal Pajak Judi Online

berita pilihan

Senin, 27 September 2021 | 19:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Penyaluran Insentif Diklaim Lebih Baik, DJP Janji Dengarkan Pengusaha

Senin, 27 September 2021 | 19:23 WIB
AGENDA PAJAK

Ada Forum Gratis Bahas Kebijakan Pajak Karbon, Tertarik?

Senin, 27 September 2021 | 19:00 WIB
KAMUS PAJAK

Apa Itu Kunjungan (Visit) Pegawai Pajak?

Senin, 27 September 2021 | 18:17 WIB
KINERJA FISKAL

Anggaran TIK Kemenkeu Naik, Downtime Layanan Seharusnya Teratasi

Senin, 27 September 2021 | 18:03 WIB
BANTUAN SOSIAL

Dekati Batas Akhir, Nyaris 5 Juta Pekerja Sudah Terima Subsidi Gaji

Senin, 27 September 2021 | 18:00 WIB
PENERIMAAN NEGARA

Penerimaan Negara Bukan Pajak Tumbuh 20%, Begini Perinciannya

Senin, 27 September 2021 | 17:47 WIB
KINERJA PEMERINTAH

Indeks Efektivitas Pemerintah Naik, KSP: Tak Boleh Ada Lagi Pungli

Senin, 27 September 2021 | 17:30 WIB
SE-49/PJ/2021

Ditjen Pajak Terbitkan Surat Edaran Soal Prosedur Persetujuan Bersama

Senin, 27 September 2021 | 17:11 WIB
INGGRIS

Perusahaan Minyak Ini Memohon Perpanjangan Deadline Tunggakan PPN

Senin, 27 September 2021 | 17:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Pulihkan Pariwisata, Sri Mulyani: Insentif Diberikan, Termasuk Pajak