Fokus
Literasi
Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 15 Agustus 2022 | 19:00 WIB
KAMUS KEPABEANAN
Senin, 15 Agustus 2022 | 12:45 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 12 Agustus 2022 | 15:00 WIB
TIPS PAJAK DAERAH
Data & Alat
Rabu, 10 Agustus 2022 | 09:07 WIB
KURS PAJAK 10 AGUSTUS - 16 AGUSTUS 2022
Rabu, 03 Agustus 2022 | 09:25 WIB
KURS PAJAK 3 AGUSTUS - 9 AGUSTUS 2022
Senin, 01 Agustus 2022 | 16:00 WIB
KMK 39/2022
Rabu, 27 Juli 2022 | 09:09 WIB
KURS PAJAK 27 JULI - 2 AGUSTUS 2022
Reportase

India Tolak Usulan Elon Musk Soal Diskon Bea Masuk Mobil Listrik

A+
A-
0
A+
A-
0
India Tolak Usulan Elon Musk Soal Diskon Bea Masuk Mobil Listrik

Ilustrasi.

NEW DELHI, DDTCNews - Pemerintah India menolak usulan pemangkasan tarif bea masuk mobil listrik yang diajukan oleh CEO Tesla, Elon Musk.

Menteri Energi India Krishan Pal Gurjar mengatakan pemerintah lebih memilih meringankan pajak domestik dan menambah stasiun pengisian daya dalam meningkatkan minat masyarakat dalam membeli kendaraan listrik.

"Tidak ada proposal untuk menurunkan tarif bea masuk atas mobil listrik," katanya seperti dilansir indiatimes.com, dikutip pada Rabu (4/8/2021).

Baca Juga: Dapat Dukungan World Bank, Menkeu Ini Harap Penerimaan Terkerek

Tesla sebelumnya sempat mengirimkan surat yang berisi tentang permohonan penurunan tarif bea masuk atas mobil listrik. Tesla meminta India menurunkan bea masuk mobil listrik dari saat ini 60% hingga 100% menjadi 40%.

Musk memandang India sebagai pasar otomotif yang paling menjanjikan di dunia. Meski demikian, regulasi yang berlaku di India dipandang belum ramah investor. Tarif bea masuk yang dikenakan atas mobil listrik dipandang terlalu mahal.

Imbasnya, kontribusi mobil listrik terhadap penjualan mobil secara tahunan di India tidak mampu mencapai 1%. Hal ini berbanding terbalik dengan China. Kontribusi mobil listrik terhadap penjualan mobil di Negeri Panda dalam setahun mencapai 5%.

Baca Juga: Krisis Berkecamuk, Presiden Sri Lanka Pertimbangkan Pajak Kekayaan

Selain faktor kurang ramahnya ketentuan bea masuk yang berlaku, infrastruktur di India masih belum siap untuk mendukung penggunaan mobil listrik. Hingga saat ini, stasiun pengisian daya mobil listrik di India masih minim dan belum seperti di China serta AS.

Bila bea masuk diturunkan dan mobil produksi Tesla terbukti laku di pasar otomotif India maka Tesla akan mempertimbangkan untuk membangun pabrik mobilnya di negara tersebut.

"Bila Tesla bisa sukses dengan mobil impor maka ada kemungkinan untuk membangun pabrik di India," ujar Musk melalui akun Twitter-nya. (rig)

Baca Juga: Pacu Penerimaan, Otoritas Ini Usulkan Pajak Kekayaan dan Windfall Tax

Topik : india, mobil listrik, elon musk, kebijakan pajak, pajak internasional

KOMENTAR

0/1000
Pastikan anda login dalam platform dan berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.

Henry Dharmawan

Kamis, 05 Agustus 2021 | 11:11 WIB
Usulan kebijakan pemangkasan tarif bea masuk mobil listrik sebenarnya sangat menarik. India yang notabene salah satu pasar otomotif terbesar di dunia merupakan prospektif yang menarik bagi mobil listrik. Akan tetapi, memang untuk menggeser konsumsi masyarakat ke mobil listrik perlu ditunjang oleh in ... Baca lebih lanjut
1

ARTIKEL TERKAIT

Minggu, 07 Agustus 2022 | 10:00 WIB
AUSTRALIA

Cukai Miras Dinaikkan, Asosiasi Ini Sebut Industri Makin Kesusahan

Minggu, 07 Agustus 2022 | 09:30 WIB
KOREA SELATAN

Kripto Jadi Alat Mengelak Pajak, Otoritas Ini Perkuat Pengawasan

Jum'at, 05 Agustus 2022 | 19:30 WIB
MALAYSIA

Siap Terapkan Pajak Minimum Global 15%, Malaysia Perkuat Pengawasan

berita pilihan

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:30 WIB
KPP PRATAMA TANJUNG BALAI KARIMUN

Utang Pajak Dilunasi, Rekening Milik WP Ini Kembali Dibuka Blokirnya

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:03 WIB
PENERIMAAN PAJAK

Windfall Komoditas Bakal Berakhir, Pajak Hanya Tumbuh 6,7% Tahun Depan

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK

Cetak Sejarah, Penerimaan Perpajakan 2023 Tembus Rp2.000 Triliun

Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:30 WIB
KPP PRATAMA CILACAP

Utang Pajak Rp1,24 Miliar Belum Dilunasi, Rekening WP Disita Fiskus

Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI

Sengketa Perbedaan Interpretasi dalam Menetapkan Besaran Sanksi Bunga

Selasa, 16 Agustus 2022 | 17:00 WIB
BELANJA PERPAJAKAN

Belanja Perpajakan 2021 Capai Rp309 Triliun, Tumbuh 23 Persen

Selasa, 16 Agustus 2022 | 16:15 WIB
RAPBN 2023

Defisit 2023 Dipatok 2,85% PDB, Jokowi Ungkap Strategi Pembiayaannya

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:30 WIB
RAPBN 2023 DAN NOTA KEUANGAN

Penerimaan 2023 Ditargetkan Rp2.443 T, Jokowi Singgung Reformasi Pajak

Selasa, 16 Agustus 2022 | 15:17 WIB
RAPBN 2023

Jokowi Pasang Target Pertumbuhan Ekonomi 2023 di Level 5,3%

Selasa, 16 Agustus 2022 | 14:55 WIB
RAPBN 2023

Jokowi Sampaikan RAPBN 2023 kepada DPR, Begini Perinciannya