KEBIJAKAN EKONOMI

Bidik Pertumbuhan 6%, Purbaya Minta K/L Percepat Belanja

Aurora K. M. Simanjuntak
Rabu, 14 Januari 2026 | 19.30 WIB
Bidik Pertumbuhan 6%, Purbaya Minta K/L Percepat Belanja
<p>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menargetkan kondisi ekonomi Indonesia sudah menunjukkan perbaikan dalam 3 bulan pertama di 2026 sehingga pertumbuhan ekonomi bisa menuju angka 6%.

Purbaya mengaku tidak mudah mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 6%. Itu sebabnya, dia akan menempuh berbagai upaya dan mengarahkan kebijakan fiskal untuk mencapai target pertumbuhan.

"Saya harap pada kuartal I/2026 kita sudah mendekati arah pertumbuhan ekonomi 6%. Tapi akibatnya ya gitu, saya mesti kerja keliling, nanti ke kementerian lembaga yang belanjanya kurang, saya akan sikut sedikit biar kerja," ujarnya dalam acara Semangat Awal Tahun, Rabu (14/1/2026).

Purbaya meyakini belanja pemerintah merupakan motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, dia mendorong tiap kementerian/lembaga (K/L) untuk mengoptimalisasi kinerja penyerapan anggaran dan belanja.

Awal menjabat sebagai menkeu, Purbaya sempat melakukan asesmen sekaligus memotivasi jajaran K/L dengan menyambangi beberapa kantor K/L. Namun, kegiatannya terhenti karena dinilai tidak pantas oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Dulu pertama kali saya keliling antar kementerian, saya dapat izin dari presiden waktu itu. Cuma anggota DPR ribut, katanya ngapain ikut campur kementerian lain, ya sudah saya berhenti," tutur Purbaya.

Setelah melihat kinerja belanja pemerintah pada 2025 yang kurang optimal, menkeu akan melanjutkan kegiatan monitoring belanja dengan berkunjung ke kantor K/L. Dia ingin memastikan tiap alokasi pagu digunakan secara optimal untuk kepentingan pembangunan dan menjalankan program prioritas, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

Dengan demikian, roda ekonomi bisa berputar, dan target pertumbuhan dapat tercapai. Dia juga mewanti-wanti bila ada K/L yang membandel dan terus-terusan tidak maksimal dalam melakukan penyerapan anggaran, maka bendahara negara akan memangkas alokasi pagu K/L terkait.

"Dalam rangka memastikan belanja APBN tepat sasaran dan tepat waktu, ya mulai minggu depan kami akan muter-muter lagi, monitor lagi. Kalau ada yang enggak lancar membelanjakan pagu, kami akan diskusi, kami percepat. Kalau enggak mau dengar, kami potong anggarannya," tutur Purbaya. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.