Review
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:32 WIB
PERSPEKTIF
Rabu, 08 Juli 2020 | 06:06 WIB
PERSPEKTIF
Selasa, 07 Juli 2020 | 10:28 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 07 Juli 2020 | 09:06 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 08 Juli 2020 | 15:37 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Rabu, 08 Juli 2020 | 08:29 WIB
KURS PAJAK 8 JULI - 14 JULI 2020
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Kamis, 02 Juli 2020 | 14:26 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Reportase

Download Gagasan Perpajakan Profesional DDTC di Sini

A+
A-
2
A+
A-
2
Download Gagasan Perpajakan Profesional DDTC di Sini

Ilustrasi.

JAKARTA, DDTCNews – Sebagai wujud konkret dari misi menghilangkan informasi asimetris di dalam masyarakat pajak Indonesia, DDTC telah berkolaborasi dengan koran Bisnis Indonesia.

Kolaborasi ini diwujudkan dalam kolom ‘Perspektif Perpajakan’ yang publikasikan setiap dua minggu sekali di koran Bisnis Indonesia. Kolom ini berisi respons atas berbagai perkembangan isu terkini serta gagasan baru di bidang perpajakan yang bisa diadopsi di Indonesia. Kerja sama ini sudah menghasilkan 12 tulisan dari para profesional DDTC. Download kompilasi tulisannya di sini.

Para profesional DDTC tentunya memiliki ide dan gagasan yang ‘kaya’ karena DDTC memiliki Human Resource Development Program (HRDP). Selain itu, ada DDTC Library – yang menjadi perpustakaan pajak terlengkap – sebagai pendukung peningkatan pengetahuan profesional DDTC. Hal ini sejalan dengan visi DDTC sebagai institusi pajak berbasis riset dan ilmu pengetahuan yang terus menetapkan standar tinggi dan berkelanjutan.

Baca Juga: PPh Perseroan Terbuka dan PPN PMSE, Download Aturannya di Sini

Publikasi pertama terbit pada 23 Juli 2019. Pengisi kolom perdana ini adalah Managing Partner DDTC Darussalam dengan judul tulisan ‘Meneropong Kebijakan Pajak Periode Kedua Presiden Jokowi’. Darussalam menekankan krusialnya untuk menyeimbangkan kebutuhan peningkatan daya saing dan mobilisasi penerimaan pajak sesuai dengan Visi Indonesia.

Pada edisi selanjutnya, ada tulisan Senior Partner DDTC Danny Septriadi dengan judul ‘Memandang Jernih Sengketa Transfer Pricing’. Danny membahas tentang kerap munculnya sengketa karena upaya menentukan apa dan berapa nilai yang disebut wajar dalam transaksi antarafiliasi. Pencegahan sengkata dan penyelesaian sengketa di tingkat banding menjadi dua area yang butuh perbaikan.

Ada pula tulisan berjudul ‘Antara Penurunan Tarif dan Kepastian’ karya Head of DDTC Fiscal Research B. Bawono Kristiaji. Dalam tulisan ini, Bawono menekankan pentingnya perluasan basis pajak di tengah eksekusi penurunan tarif PPh badan. Di sisi lain, dia berpendapat ada beberapa aspek yang harus dijalankan untuk mewujudkan kepastian pajak.

Baca Juga: Sumbangan Covid-19 dalam Bentuk Jasa Antar Jemput Tenaga Medis

Kemudian, ada tulisan Senior Manager of International Tax / Transfer Pricing Services DDTC Yusuf Wangko Ngantung berjudul ‘Mengantisipasi Era Baru BEPS 2.0’. Dalam tulisan ini, Yusuf mengatakan BEPS 2.0 jelas menguntungkan negara berkembang seperti Indonesia.BEPS 2.0 diharapkan menghasilkan sistem pajak yang sederhana dan mekanis untuk menjamin kemudahan implementasi serta kepastian hukum.

Researcher DDTC Fiscal Research Dea Yustisia juga memberikan gagasan dalam tulisan berjudul ‘Menimbang Pajak atas Kekayaan di Indonesia’. Dia menjabarkan beberapa aspek yang menjadi penentu prospek penerapan pajak kekayaan di Indonesia. Pemilihan jenis pajak kekayaan yang ideal bagi Indonesia perlu diselaraskan dengan sasaran pemerintah dalam jangka pendek-menengah.

Selanjutnya, ada tulisan berjudul ‘Menimbang Arah Kebijakan Cukai Rokok’ karya Fiscal Economist DDTC Fiscal Research Denny Vissaro. Dalam tulisan ini ditekankan perlunya simplifikasi tarif cukai hasil tembakau (CHT) di tengah eksekusi kenaikan tarif. Dia juga memandang perlunya ketersediaan roadmap untuk meningkatkan prediktabilitas dan stabilitas kebijakan di masa mendatang.

Baca Juga: Jangka Waktu Pemanfaatan Insentif Pajak UMKM

Kemudian, ada lagi tulisan berjudul ‘Kompetisi Pajak Memperebutkan SDM Unggul’ karya Head of DDTC Fiscal Research B. Bawono Kristiaji. Dalam tulisan ini, Bawono menjabarkan fenomena brain drain yang relevan dengan momentum bonus demografi di Indonesia. Brain drain adalah situasi di mana suatu negara dirugikan atas migrasi sumber daya manusia (SDM) unggulnya ke negara lain.

Manager of DDTC Research and Training Khisi Armaya Dhora juga menulis gagasannya dalam tulisan berjudul ‘Meninjau Skema Keringanan PPh OP di Indonesia’. Khisi mengatakan diskusi mengenai keringanan PPh OP di Indonesia sering lebih dititikberatkan pada nilai penghasilan tidak kena pajak (PTKP). Padahal, menurutnya, masih ada alternatif desain keringanan pajak lain.

Pada edisi selanjutnya, ada tulisan dari Researcher DDTC Fiscal Research Awwaliatul Mukarromah berjudul ‘Mempertimbangkan Rezim Pajak Keuangan Syariah’. Tulisan ini menekankan bahwa industri keuangan syariah bisa dikatakan sebagai infant industry. Untuk itu, diperlukan intervensi kebijakan instrumen fiskal yang tepat.

Baca Juga: Membangun Kepatuhan Sukarela Wajib Pajak Lewat Penegakan Hukum

Senior Partner DDTC Danny Septriadi juga kembali menyuguhkan tulisan berjudul ‘Mengukur Kinerja Pengadilan Pajak’. Danny menekankan beberapa indikator kinerja pengadilan pajak, mulai dari efisiensi, akuntabilitas, independensi, hingga transparansi. Dua juga menjabarkan beberapa persoalan penyelesaian sengketa pajak di tingkat banding yang dianggap sumber ketidakpastian.

Kemudian, ada tulisan berjudul ‘Reformasi Pajak: Melihat ke Belakang untuk Menatap ke Depan’ karya Senior Manager of International Tax / Tax Compliance & Litigation Services DDTC Ganda Christian Tobing. Ganda menekankan bahwa strategi reformasi pajak 1983 belum tentu relevan dengan reformasi pajak 2017-2020, terutama dengan perubahan konteks dan lanskap yang dinamis.

Adapun edisi pamungkas untuk tahun ini kembali diisi oleh Managing Partner DDTC Darussalam dengan tulisan berjudul ‘Era Baru Pendekatan Kepatuhan Pajak’. Dalam tulisan ini, Darussalam berpendapat analisis perilaku wajib pajak semakin dikedepankan dalam pendekatan baru manajemen kepatuhan pajak. Hal ini sejalan dengan filosofi implementasi compliance risk management (CRM). Oleh karena itu, ada beberapa aspek yang perlu dipersiapkan wajib pajak. (kaw)

Baca Juga: Penangguhan PPh Pasal 21 Selama Pandemi Covid-19
Topik : edukasi pajak, literasi pajak, perspektif perpajakan, DDTC
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.

Depy

Rabu, 18 Desember 2019 | 13:52 WIB
#MariBicara sangat luar biasa koloborasi Binis Indonesia dan DDTC untuk menghadirkan kolom Perspektif Perpajakan sehingga masyarakat dan segenap pengamat atau pekerja yang berkecimpung dalam perpajakan dapat saling bertyukar pikirian dan menyampikan opini terkait cara pandang terhadap perpajakan y ... Baca lebih lanjut
1
artikel terkait
Selasa, 23 Juni 2020 | 10:30 WIB
KONSULTASI
Jum'at, 19 Juni 2020 | 18:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 19 Juni 2020 | 18:08 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 19 Juni 2020 | 16:12 WIB
SURAT DARI KELAPA GADING
berita pilihan
Sabtu, 11 Juli 2020 | 15:01 WIB
KABUPATEN SUMBAWA BARAT
Sabtu, 11 Juli 2020 | 14:01 WIB
ITALIA
Sabtu, 11 Juli 2020 | 13:01 WIB
KARTUNIS LALO ALCARAZ:
Sabtu, 11 Juli 2020 | 12:01 WIB
PANDUAN OECD
Sabtu, 11 Juli 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:32 WIB
PERSPEKTIF
Sabtu, 11 Juli 2020 | 10:01 WIB
PROVINSI SULAWESI BARAT
Sabtu, 11 Juli 2020 | 09:01 WIB
PANDUAN OECD
Sabtu, 11 Juli 2020 | 08:00 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN