Berita
Selasa, 26 Januari 2021 | 16:45 WIB
KANWIL DJP JAWA BARAT I
Selasa, 26 Januari 2021 | 16:45 WIB
PROVINSI BANGKA BELITUNG
Selasa, 26 Januari 2021 | 16:11 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 26 Januari 2021 | 15:24 WIB
KEPABEANAN
Review
Selasa, 26 Januari 2021 | 09:08 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 24 Januari 2021 | 08:01 WIB
KEPALA BAPENDA DKI JAKARTA M. TSANI ANNAFARI:
Rabu, 20 Januari 2021 | 14:18 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 19 Januari 2021 | 09:24 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Senin, 25 Januari 2021 | 18:22 WIB
KAMUS HUKUM PAJAK
Senin, 25 Januari 2021 | 18:08 WIB
PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (4)
Senin, 25 Januari 2021 | 15:45 WIB
TIPS PAJAK
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Data & Alat
Senin, 25 Januari 2021 | 17:51 WIB
STATISTIK IKLIM PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 16:43 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 20 JANUARI - 26 JANUARI 2021
Senin, 18 Januari 2021 | 09:10 WIB
STATISTIK PAJAK KONSUMSI
Komunitas
Senin, 25 Januari 2021 | 16:41 WIB
SEKOLAH TINGGI PERPAJAKAN INDONESIA
Sabtu, 23 Januari 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 14:35 WIB
DDTC PODTAX
Rabu, 20 Januari 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Cukai Vape Berlaku 2021, Pemerintah Bidik Penerimaan Rp1 Triliun

A+
A-
0
A+
A-
0
Cukai Vape Berlaku 2021, Pemerintah Bidik Penerimaan Rp1 Triliun

Ilustrasi. (DDTCNews)

KUALA LUMPUR, DDTCNews – Pemerintah Malaysia menargetkan penerimaan cukai vape mencapai RM265 juta hingga RM300 juta atau setara dengan Rp920,1 miliar hingga Rp1,04 triliun pada tahun depan.

Berdasarkan APBN 2021, Pemerintah Malaysia akan mulai memungut cukai sebesar 10% pada semua perangkat rokok elektrik, termasuk vape. Kebijakan tersebut berlaku efektif mulai 1 Januari 2021.

"Cairan yang digunakan [untuk vape] akan dikenakan cukai 40 sen per mililiter," bunyi dokumen tersebut, dikutip Jumat (27/11/2020).

Baca Juga: Awal 2021, Bea Cukai Gencar Fasilitasi Ekspor Berbagai Komoditas

Sementara itu, Presiden Asosiasi Rokok Elektronik Ritel Malaysia Datuk Adzwan Ab Manas menilai kebijakan pengenaan cukai tersebut akan berdampak positif lantaran memberikan kepastian hukum bagi penjualan vape di Malaysia.

Menurutnya, proyeksi penerimaan pemerintah tersebut berasal dari penjualan sekitar 3.000 pengecer vape dengan rata-rata penjualan RM1.000—RM2.000/hari. Namun, proyeksi ini dapat lebih rendah jika cukai hanya dikenakan pada produk vape yang memiliki kadar nikotin 0%.

Adzwan memprediksi tarif cukai akan lebih tinggi mulai tahun kedua dengan asumsi pemerintah membuat peraturan yang lebih jelas sehingga menghidupkan kembali industri vape dan mendorong lebih banyak pemain.

Baca Juga: Ada Aturan Pajak Baru, Amazon Bakal Naikkan Tarif

"Itu adalah perkiraan. Jika industri kembali booming seperti 2015, potensi penerimaan cukai akan lebih tinggi," ujarnya seperti dilansir themalaysianreserve.com.

Tahun 2015, lanjut Adzwan, merupakan masa kejayaan perusahaan vape Malaysia. Meski begitu, adanya tindakan-tindakan keras yang menghalang-halangi produk vape telah menyebabkan banyak bisnis vape tutup secara permanen.

Dia menambahkan baru-baru ini beberapa asosiasi bertemu dengan Departemen Bea dan Cukai untuk membahas kebijakan cukai untuk vape di masa datang. Sayang, belum ada hasil yang dicapai dari pertemuan tersebut.

Baca Juga: Ada Pemeriksaan Pajak, Firma Hukum Ini Putuskan Tak Lagi Wakili Trump

Namun demikian, lanjut Adzwan, terdapat beberapa hal dibahas dalam pertemuan tersebut antara lain hanya mengizinkan vape dengan kandungan nikotin 0% dan penerapan pengiriman online terhadap produk mengandung nikotin, termasuk e-liquid dan e-rokok. (rig)

Topik : malaysia, cukai, vape, rokok elektrik, kebijakan perpajakan, pajak internasional
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Selasa, 19 Januari 2021 | 17:15 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 19 Januari 2021 | 16:15 WIB
SERBIA
Selasa, 19 Januari 2021 | 11:30 WIB
NIGERIA
Selasa, 19 Januari 2021 | 10:45 WIB
BEA MASUK TINDAKAN PENGAMANAN
berita pilihan
Selasa, 26 Januari 2021 | 16:45 WIB
KANWIL DJP JAWA BARAT I
Selasa, 26 Januari 2021 | 16:45 WIB
PROVINSI BANGKA BELITUNG
Selasa, 26 Januari 2021 | 16:11 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 26 Januari 2021 | 15:24 WIB
KEPABEANAN
Selasa, 26 Januari 2021 | 15:15 WIB
KEBIJAKAN PEMERINTAH
Selasa, 26 Januari 2021 | 14:53 WIB
SPANYOL
Selasa, 26 Januari 2021 | 14:45 WIB
KANWIL DJP KEPULAUAN RIAU
Selasa, 26 Januari 2021 | 14:14 WIB
KONSULTASI
Selasa, 26 Januari 2021 | 14:03 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 26 Januari 2021 | 13:11 WIB
DKI JAKARTA