Banner HUT 19
[Academy IC PI Sept 2026]
[DDTCNews] Survei 2026
[Academy] SP2DK Agustus 2026
[Perpajakan] Banner Update Notifikasi 2026
KEBIJAKAN EKONOMI

Airlangga Ungkap Strategi Kejar Pertumbuhan Ekonomi Mendekati 6 Persen

[DDTCNews] Aurora K. M. Simanjuntak
Minggu, 23 Agustus 2026 | 13.30 WIB
Airlangga Ungkap Strategi Kejar Pertumbuhan Ekonomi Mendekati 6 Persen
<p>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers terkait pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2026 di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (5/8/2026). ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/foc</p>

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah menargetkan perekonomian nasional bisa tumbuh mendekati 6% pada akhir tahun fiskal 2026.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari 5,45% pada semester I/2026 menuju 6% diperlukan tambahan pertumbuhan yang bersumber dari sejumlah sektor.

"Bapak Presiden meminta kita mendorong supaya [pertumbuhan ekonomi] mendekati 6% di akhir tahun. Tentu ini bisa menjadi tantangan dan juga harus kerja keras," ujarnya, dikutip pada Minggu (23/8/2026).

Airlangga mengaku pemerintah akan mendorong beberapa sektor supaya bekerja lebih baik dan berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, investasi perlu tumbuh lebih cepat dan diarahkan pada proyek-proyek bernilai tambah tinggi.

Selain itu, Indonesia perlu memiliki tenaga kerja yang berkualitas, kompeten, dan lebih produktif. Kemudian, meningkatkan kualitas dan kuantitas ekspor terutama barang jadi yang bernilai tambah, serta logistik yang lebih efisien juga menjadi strategi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Airlangga menambahkan pemerintah juga terus memperkuat 6 mesin pertumbuhan baru, antara lain hilirisasi dan upstreaming yang telah mencatat 26 proyek groundbreaking. Lalu, swasembada energi melalui implementasi B50 sejak 1 Juli 2026, penguatan ekosistem bulion dan bank emas yang mengelola sekitar 179 ton emas senilai Rp360 triliun, tata kelola devisa hasil ekspor sumber daya alam melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia.

Pemerintah juga mengoptimalkan bidang digitalisasi, semikonduktor, dan artificial intelligence (AI), serta pengembangan KEK dan kawasan industri sebagai pusat pertumbuhan baru.

"Dengan fundamental ekonomi yang kuat, kebijakan fiskal yang prudent, kebersamaan antara pemerintah dan dunia usaha, kami ingin mendorong bahwa ke depan kita bisa menjaga ketahanan perekonomian dan juga mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi dan inklusif," kata Airlangga.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada 2027 ditargetkan sebesar 6%, dengan tingkat inflasi dirancang sebesar 2,5%, suku bunga SBN 10 tahun sebesar 6,9%, dan nilai tukar Rp17.500 per dolar AS.

Lebih lanjut, pendapatan negara direncanakan sebesar Rp3.426 triliun dan belanja negara Rp4.097,2 triliun pada 2027. Kemudian, pembiayaan dirancang sebesar Rp671,2 triliun serta defisit sebesar 2,4% terhadap produk domestik bruto (PDB). (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.