JAKARTA, DDTCNews — Komisi Yudisial (KY) memulai tahapan wawancara terbuka atas 19 calon hakim agung (CHA) dan 4 calon hakim ad hoc Mahkamah Agung (MA).
Tahapan wawancara terbuka dalam rangkaian seleksi CHA dan calon hakim ad hoc MA telah diselenggarakan sejak Senin (3/8/2026) dan dijadwalkan akan berakhir pada Jumat (7/8/2026). Ketua KY Abdul Chair Ramadhan mengatakan wawancara terbuka diselenggarakan untuk menguji kapasitas intelektual, pengalaman, dan kompetensi para calon.
"KY berharap para calon yang lulus dan diusulkan ke DPR adalah calon-calon terbaik yang berintegritas dan profesional, mampu menghasilkan putusan yang adil serta memberikan arah bagi perkembangan hukum nasional serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan," kata Abdul Chair, dikutip pada Selasa (4/8/2026).
Tidak hanya itu, wawancara ini juga diselenggarakan untuk menggali integritas, independensi, kepemimpinan, dan komitmen terhadap penegakan hukum para calon.
Dari 19 nama CHA yang lolos seleksi hingga tahapan wawancara terbuka ini, terdapat 3 CHA yang merupakan CHA kamar tata usaha negara (TUN) khusus pajak.
Ketiga CHA TUN khusus pajak dimaksud yakni:
Hari Sih Advianto (Hakim Pengadilan Pajak);
Maftuh Effendi (Hakim Tinggi Pemilah Perkara pada Panitera Muda Perkara TUN MA);
Yeheskiel Minggus Tiranda (Dosen Fakultas Hukum Unissula Semarang).
Wawancara terbuka terhadap Hari Sih Advianto akan diselenggarakan pada Rabu (5/8/2026) pukul 15.15 hingga 16.45 WIB, sedangkan wawancara terhadap Maftuh Effendi dan Yeheskiel Minggus Tiranda dijadwalkan pada Kamis (6/8/2026) pukul 8.00 hingga 11.05 WIB.
Seluruh rangkaian seleksi di KY diharapkan dapat memenuhi kebutuhan 3 hakim agung kamar TUN sebagaimana yang telah diminta oleh MA. (dik)
