Academy_TP FMCG 2026
Perpajakan - Update Notif & Dekstop Sept 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
DDTC-PKN STAN Tax Writing Challenge

Ini 2 Mahasiswa PKN STAN yang Terpilih Diberangkatkan DDTC ke India

[DDTCNews] Redaksi
Rabu, 30 September 2026 | 16.20 WIB
Ini 2 Mahasiswa PKN STAN yang Terpilih Diberangkatkan DDTC ke India

JAKARTA, DDTCNews - Pada hari ini, Rabu (30/9/2026), juri telah menetapkan 2 orang pemenang DDTC-PKN STAN Tax Writing Challenge. Keduanya adalah Adinda Natasya Salsabila dan Sandika Ilham Muhammad.

Kedua mahasiswa PKN STAN tersebut akan bergabung bersama para profesional DDTC untuk menjadi delegasi dalam FIT Annual Taxation Conference 2026 di Four Seasons, Mumbai, India. Dengan sponsor penuh DDTC, mereka akan di India selama 5 hari.

“Selamat kepada Adinda dan Sandika. Semoga hadiah ini menjadi penyemangat untuk terus belajar tidak hanya pada tataran hukum positif, tetapi juga benchmarking internasional. Manfaatkan kesempatan ini untuk meng-explore banyak hal,” ujar Founder DDTC Darussalam.

Sebagai bagian dari delegasi DDTC, pemenang tidak hanya menjadi peserta konferensi. Mereka juga akan berkesempatan menjadi national reporter yang menulis dengan sejumlah topik menarik selama konferensi berlangsung.

Adapun kedua pemenang terpilih dari 11 finalis yang mempresentasikan artikelnya dalam final presentation round pada Selasa (29/9/2026). Penilaian didasarkan pada dua komponen, yaitu penulisan artikel (bobot 65%) dan presentasi dalam bahasa Inggris (35%).

Dalam penulisan artikel, Adinda mengangkat perspektif gender sebagai alat untuk melihat aktivitas ekonomi yang belum tertangkap sistem pajak. Sandika membahas redesain insentif pajak, terutama pascapenerapan global minimum tax.

DDTCNews akan menayangkan 11 artikel finalis secara bergantian mulai besok, Kamis (1/10/2026). Selain itu, 11 finalis juga akan mendapatkan sertifikat elektronik sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi pemikiran mereka.

Tak berhenti di situ, DDTCNews juga akan menyisir artikel lain dari total 32 tulisan yang masuk. Artikel yang dinilai layak akan tetap berkesempatan tayang di DDTCNews. Terlebih, artikel-artikel yang masuk mengangkat topik perpajakan yang beragam.

Momentum Gali Perspektif Internasional

Saat babak final, Adinda menuturkan ide tulisannya muncul saat menghadiri International Tax Conference di Jakarta. Kala itu, Asian Development Bank (ADB) memaparkan bahwa kebijakan pajak Indonesia belum sepenuhnya mengadopsi perspektif gender.

"Itu jadi ide menulis saya. Arahnya bukan untuk makin diskriminatif, bukan membedakan tarif pajak berdasarkan jenis kelamin, tetapi justru menjadi sarana agar seluruh aktivitas ekonomi dapat tertangkap secara utuh," ujarnya.

Adinda mengaku mendapat banyak masukan saat berkunjung ke DDTC, terutama cara membedah persoalan dengan pisau analisis, bukan sekadar merangkum.

Dengan adanya kesempatan untuk diberangkatkan ke India, Adinda ingin menggali lebih jauh pandangan para profesor, peneliti dan pembuat kebijakan dari berbagai negara mengenai sistem administrasi pajak.

"Dalam artikel, saya mengusulkan alat diagnosis untuk mengukur dampaknya, tetapi masih perlu dipertajam. Harapannya, di Mumbai saya bisa mendapatkan gambaran yang lebih konkret tentang bentuk reformasi dan pengukurannya," tuturnya.

Sementara itu, Sandika membahas redesain insentif pajak dengan menekankan pentingnya additionality, yakni memastikan negara hanya membayar tambahan kegiatan yang benar-benar tercipta karena insentif.

Sandika mengaku tantangan terbesar dalam menulis adalah menerapkan ilmu yang baru ia peroleh saat berkunjung ke DDTC, mulai dari koherensi kalimat, paragraf yang tidak terlalu gemuk, hingga rekomendasi yang berbasis riset.

"Saya juga harus memastikan gagasannya sudah tepat dan dapat diterapkan. Terima kasih DDTC atas ilmu yang luar biasa," katanya.

Dalam FIT Annual Taxation Conference 2026, ia ingin mempelajari cara akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dari negara lain menjawab persoalan terkait desain insentif pajak saat ini.

"Nilai konferensi ini bukan hanya apa yang saya dengar di Mumbai. Nilai sebenarnya dimulai ketika pengetahuan itu saya bawa pulang dan menjadi pertanyaan baru, tulisan baru, dan semoga publikasi baru. Seperti pesan [Founder DDTC] Pak Darussalam, yakni baca, tulis, dan publikasi," ujarnya.

Sebagai informasi, DDTC-PKN STAN Tax Writing Challenge merupakan tindak lanjut dari kunjungan (company visit) Pusat Studi Perpajakan (PUSPA) dan Tax Center PKN STAN ke Menara DDTC pada Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya DDTC untuk mendekatkan praktik profesional di bidang perpajakan dengan lingkungan akademik. Hingga saat ini, DDTC telah menjalin kerja sama pendidikan dengan 40 perguruan tinggi di Indonesia.

Kemitraan tersebut menjadi salah satu upaya DDTC untuk memperluas akses mahasiswa terhadap pengetahuan, praktik, dan perkembangan terkini di bidang perpajakan. Tidak hanya domestik, tetapi juga internasional.

Sekali lagi, selamat kepada Adinda dan Sandika. Terima kasih juga kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi! (kaw)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.