JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah berencana untuk meluncurkan insentif bagi kendaraan listrik dalam waktu dekat.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah sudah mematangkan detail kebijakan insentif untuk kendaraan listrik. Namun, dia enggan membeberkan skema dan besaran insentif yang akan digulirkan karena rencananya kebijakan tersebut akan diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Kami akan memberikan beberapa stimulus ke perekonomian. Dalam waktu dekat kalau enggak salah akan diumumkan stimulus untuk mobil dan motor listrik, nanti bapak presiden yang mengumumkan," ujarnya, dikutip pada Selasa (4/8/2026).
Sebagai informasi, program insentif kendaraan listrik awalnya akan diberlakukan pada Juni 2026. Namun, pemerintah memutuskan untuk menunda peluncuran kebijakan tersebut hingga Agustus 2026 karena perlu mematangkan beberapa aspek teknis.
Purbaya pun menyampaikan skema insentif yang diberikan tidak akan jauh berbeda dari yang didiskusikan sebelumnya. Beberapa waktu lalu, pemerintah berencana memberikan subsidi senilai Rp5 juta untuk pembelian 1 unit motor listrik.
Kemudian, pemerintah akan memberikan insentif pajak berupa PPN ditanggung pemerintah (DTP) untuk pembelian mobil listrik. Rencananya, besaran PPN DTP berkisar 40%–100%, tergantung pada jenis baterai yang digunakan oleh produsen kendaraan listrik.
"Nanti kalau saya kasih tahu bocor, tapi nanti kayaknya enggak beda dengan yang pernah kita diskusikan sebelumnya. Kita akan lihat, mungkin seminggu atau dua minggu lagi [pengumuman insentifnya]," kata Purbaya.
Dia menjelaskan insentif kendaraan listrik merupakan salah satu bentuk stimulus yang disiapkan untuk memacu konsumsi domestik sekaligus aktivitas produksi pabrik-pabrik di dalam negeri.
Selain insentif kendaraan listrik, pemerintah juga menyiapkan sejumlah bantuan lain yang bertujuan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi pada sisa 2026. Salah satunya ialah rencana pemberian dana khusus untuk mengatasi dampak fenomena el nino.
"Ada tambahan dana untuk mengatasi dampak el nino saja, tapi saya jumlahnya lupa. Kita belum hitung secara detail, tapi ada, sudah saya wacanakan dan besaran kasarnya sudah ada," katanya.
Secara bersamaan, pemerintah juga akan menggenjot belanja, memperbaiki iklim usaha dan investasi, serta menyalurkan bansos secara lebih efektif. Harapannya, serangkaian upaya tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi hingga akhir tahun.
"Kita prediksi di semester II/2026 ekonominya bisa tumbuh pulih ke arah 5,6% sampai 6%, dengan kerja keras tentunya," imbuh Purbaya. (dik)
