Perpajakan Challange June 2026 - Ver 2
[News] Lomba Artikel Pajak 2026
[Perpajakan] SDSN 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
BANK INDONESIA

Ada Pergantian Gubernur BI, Apindo Minta Kepastian Proses Transisi

Aurora K. M. Simanjuntak
Senin, 27 Juli 2026 | 16.45 WIB
Ada Pergantian Gubernur BI, Apindo Minta Kepastian Proses Transisi
<p>Ilustrasi. Gedung Bank Indonesia.&nbsp;</p>

JAKARTA, DDTCNews - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan gubernur Bank Indonesia (BI) akan menjadi perhatian pelaku pasar dan dunia usaha.

Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani mengatakan perubahan kepemimpinan di bank sentral akan mendorong pelaku pasar melakukan reassessment terhadap prospek kebijakan moneter, arah suku bunga, stabilitas nilai tukar, serta kesinambungan komunikasi kebijakan.

"Dalam situasi seperti ini, pelaku pasar umumnya akan melakukan reassessment terhadap prospek kebijakan moneter, arah suku bunga, stabilitas nilai tukar, serta kesinambungan komunikasi kebijakan ke depan," ujarnya, Senin (27/7/2026).

Menurut Shinta, aspek yang paling diperhatikan dunia usaha ialah kesinambungan kebijakan, kredibilitas institusi BI, dan kepercayaan pasar terhadap independensi bank sentral.

Karena itu, dia menilai pemerintah perlu segera memberikan kepastian, terutama mengenai proses transisi kepemimpinan BI serta arah kebijakan yang akan ditempuh setelah pergantian gubernur.

"Makin cepat pemerintah memberikan kepastian, makin kecil ketidakpastian yang dirasakan pelaku usaha," katanya.

Shinta menuturkan kepastian arah kebijakan moneter menjadi semakin penting karena dunia usaha saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketidakpastian ekonomi global, dinamika perdagangan internasional, volatilitas nilai tukar, hingga tingginya biaya pembiayaan.

"Dunia usaha berharap proses transisi kepemimpinan di BI tetap dapat memberikan sinyal yang kuat bahwa mandat utama dalam menjaga stabilitas nilai rupiah, mengendalikan inflasi, serta menjaga stabilitas sistem keuangan tetap menjadi prioritas," ujarnya.

Lebih lanjut, Shinta menilai ruang kebijakan BI kini semakin terbatas di tengah dinamika ekonomi global. Di satu sisi, bank sentral harus menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan. Sementara di sisi lain, BI juga diharapkan mampu mendukung momentum pertumbuhan ekonomi.

Dalam kondisi tersebut, pemerintah dan BI dinilai perlu menjaga keseimbangan antara stabilitas makroekonomi dan pertumbuhan ekonomi. Upaya itu dilakukan dengan menjaga inflasi tetap terkendali, nilai tukar rupiah relatif stabil, iklim investasi tetap kondusif, pembiayaan bagi dunia usaha tersedia, serta aktivitas sektor riil terus berkembang.

Shinta menambahkan pergantian gubernur BI akan membuat pasar semakin mencermati arah kebijakan ke depan. Apabila proses transisi dan komunikasi berjalan dengan baik, volatilitas pasar dapat ditekan dan kepercayaan investor tetap terjaga. Sebaliknya, ketidakpastian yang berlangsung terlalu lama berpotensi memengaruhi sentimen pasar, nilai tukar, biaya pendanaan, hingga keputusan investasi.

"Oleh karena itu, Apindo berharap proses penunjukan kepemimpinan definitif Bank Indonesia dapat memberikan kepastian sekaligus memperkuat kepercayaan bahwa kerangka kebijakan moneter Indonesia akan tetap dijalankan secara prudent, independen, dan forward-looking," tutup Shinta. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.