Academy_TP FMCG 2026
Perpajakan - Update Notif & Dekstop Sept 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Cetak Uang Baru Tahun Ini, BI Tegaskan Bukan Kebijakan Luar Biasa

[DDTCNews] Aurora K. M. Simanjuntak
Minggu, 27 September 2026 | 14.30 WIB
Cetak Uang Baru Tahun Ini, BI Tegaskan Bukan Kebijakan Luar Biasa
<p>Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti. ANTARA FOTO/Fauzan/nym.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Bank Indonesia (BI) menyatakan pencetakan uang baru pada tahun ini merupakan kegiatan rutin yang sudah didiskusikan dengan pemerintah.

Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan kegiatan pencetakan uang bukan berarti sedang terjadi kebijakan moneter yang luar biasa. Dia menerangkan BI memang secara berkala akan mencetak dan menerbitkan uang kartal, termasuk rupiah seri baru.

"Cetak uang itu kan hal yang normal, setiap tahun kita cetak uang. Ini terbit yang seri baru ada tanda tangan dari Menteri Keuangan yang lama [Purbaya Yudhi Sadewa] dan Bapak Gubernur BI yang sebelumnya [Perry Warjiyo]," ujarnya, dikutip pada Minggu (27/9/2026).

Destry melihat uang seri baru yang memuat tanda tangan dua eks pejabat tersebut cukup ramai diburu, terutama oleh kolektor.

Uang yang beredar sekarang bisa saja menggunakan tanda tangan pejabat yang sudah tidak menjabat karena proses penerbitannya sudah disiapkan sebelumnya. Hal itu wajar karena proses pencetakan uang dilakukan secara bertahap dan tidak selalu bertepatan dengan pergantian pejabat.

"Jadi, itu hal yang biasa, memang itu tugas kami. Setiap tahun itu ada masanya, jadi nyetak uang tidak langsung jebret di awal atau di akhir tahun, tapi ada tahapan-tahapannya," tegas Destry.

Sebelum menentukan kebutuhan pencetakan yang, lanjut Destry, BI melakukan koordinasi dengan pemerintah. Beberapa hal yang dibahas oleh kedua pihak, yakni perkiraan kebutuhan uang beredar, rencana pemerintah terkait penerbitan surat utang atau obligasi, serta kebutuhan masyarakat terhadap uang kertas maupun uang logam.

Dengan demikian, pencetakan uang kartal tidak dilakukan sembarangan. Dia pun menegaskan bahwa kebijakan fiskal pemerintah dan moneter bank sentral saling berkaitan, sehingga keduanya harus terus dikoordinasikan.

"Ini hal yang rutin dan biasa. Untuk koordinasi [dengan pemerintah] kita rutin bertemu membahas hal-hal berkaitan fiskal dan moneter itu banyak sekali. Tentunya dengan sinergi yang makin baik ke depan, kita harap dua kebijakan utama kita ini (fiskal-moneter) akan terus kredibilitasnya tetap tinggi, dan masing-masing mempunyai kekuatan dan koridornya masing-masing," tutur Destry. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.