JAKARTA, DDTCNews - Guna mendorong pelaku usaha UMKM masuk pasar internasional, Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) berkomitmen untuk memberikan edukasi, pendampingan, hingga kemudahan persyaratan ekspor.
Kasubdit Humas dan Penyuluhan DJBC Budi Prasetiyo mengatakan serangkaian upaya tersebut dilakukan oleh unit vertikal DJBC di daerah bersama instansi terkait. Hal ini penting untuk meningkatkan kesiapan pelaku UMKM memasuki pasar internasional.
"Melalui sinergi dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, kami ingin memastikan UMKM memperoleh pendampingan yang komprehensif," ujarnya, Senin (20/7/2026).
Budi mencontohkan kegiatan edukasi hingga fasilitasi yang digelar oleh DJBC Tanjungpandan. Petugas bea dan cukai menyediakan booth dalam ajang Belitung Expo 2026 untuk memberikan layanan konsultasi kepabeanan dan perpajakan kepada pelaku UMKM.
Selama ajang tersebut, masyarakat dapat berkonsultasi mengenai registrasi IMEI, ketentuan barang bawaan penumpang melalui Bandara H.A.S. Hanandjoeddin, serta informasi mengenai komoditas ekspor unggulan Belitung seperti crude palm oil (CPO) beserta turunannya, kaolin, dan pasir kuarsa.
"Selain itu, pelaku UMKM juga mendapatkan pendampingan terkait dengan peluang dan prosedur ekspor agar produk mereka mampu bersaing di pasar global," imbuh Budi.
Di tempat yang lain, lanjut Budi, DJBC Pangkalpinang juga menggelar audiensi bersama pelaku usaha lokal dan sejumlah instansi teknis guna mendukung pemenuhan persyaratan ekspor produk olahan makanan. Dalam pertemuan itu, pelaku UMKM memaparkan profil usaha, potensi produk, serta kendala yang dihadapi untuk memasuki pasar ekspor.
Instansi yang ikut terlibat dalam kegiatan audiensi itu meliputi Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Badan Mutu Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Balai Karantina Bangka Belitung. Sederet pihak ini turut memberikan penjelasan mengenai tahapan perizinan dan persyaratan sesuai kewenangan masing-masing.
"Kegiatan itu menunjukkan komitmen dalam membangun ekosistem ekspor yang semakin kuat di daerah. Dengan sinergi yang berkelanjutan, harapannya semakin banyak UMKM yang mampu memenuhi standar global dan merealisasikan ekspor produknya, sehingga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional," tutur Budi. (rig)
