KEBIJAKAN PEMERINTAH

Global Bond Danantara Laris, Kepercayaan Investor Diklaim Tinggi

Muhamad Wildan
Selasa, 16 Juni 2026 | 15.30 WIB
Global Bond Danantara Laris, Kepercayaan Investor Diklaim Tinggi
<p>Ilustrasi.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Tingginya permintaan terhadap surat utang yang diterbitkan oleh Danantara diklaim sebagai bukti tingginya kepercayaan investor global terhadap Indonesia.

Danantara mencatat total permintaan dari investor global atas surat utang berdenominasi dolar AS mencapai US$4,5 miliar atau 3 kali lipat dari nilai penerbitan yang senilai US$1,5 miliar.

"Ini adalah hasil yang sangat-sangat baik. Ini membuktikan juga bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia ini tinggi dan ini terbukti dan ini riil," ujar Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani, dikutip pada Selasa (16/6/2026).

Secara terperinci, Danantara menerbitkan surat utang bertenor 5 tahun dan 10 tahun masing-masing senilai US$750 juta. Imbal hasil untuk surat utang bertenor 5 tahun ditetapkan sebesar 5,35% sedangkan imbal hasil untuk surat utang bertenor 10 tahun ditetapkan sebesar 5,95%.

Dengan capaian ini, Rosan mengatakan Danantara dapat membuka ruang untuk menerbitkan surat utang dengan tenor 30 tahun.

"Mereka melihat bahwa Indonesia growth-nya ini relatif stabil. Ya memang ada naik turunnya, itu memang dalam cycle selalu ada, apalagi di tengah geopolitik itu adalah hal-hal yang memang selalu ada dalam cycle ekonomi kita," ujar Rosan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pun mengatakan tingginya permintaan atas surat utang Danantara menunjukkan tingginya kepercayaan investor terhadap Indonesia.

Ke depan, pemerintah akan terus menempuh langkah untuk memperkuat fundamental perekonomian dan meningkatkan iklim investasi nasional.

"Dalam 1-2 minggu ini kita semua terus berupaya untuk memperkuat koordinasi, memperkuat kerja sama, dan terutama mengambil kebijakan-kebijakan yang kita berharap dapat memperkuat yang tadi disampaikan, memperkuat mata uang kita, memperkuat persepsi publik, memperkuat persepsi pasar," ujar Prasetyo.

Pemerintah juga akan terus mendorong hilirisasi dan industrialisasi dalam rangka memperkuat kemandirian ekonomi nasional.

"Di satu sisi industrialisasi dan hilirisasi ini adalah untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap barang-barang impor, yang kedua juga pada akhirnya kita berharap produk yang kita hasilkan dari proses hilirisasi dan industrialisasi dapat memberikan nilai tambah yang itu membawa penambahan kekayaan bagi bangsa dan negara kita," ujar Prasetyo. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.