SURABAYA, DDTCNews - Ditjen Pajak (DJP) mencatat jumlah wajib pajak terdaftar wajib SPT mencapai sekitar 19 juta wajib pajak. Harapannya, SPT Tahunan PPh tahun pajak 2025 yang disampaikan hingga akhir tahun ini mencapai angka tersebut.
DJP mencatat wajib pajak terdaftar wajib SPT pada 2024 sebanyak 19,27 juta, sedangkan jumlah SPT yang disampaikan wajib pajak sebanyak 15,93 juta. Dengan demikian, rasio kepatuhan penyampaian SPT Tahunan PPh tahun 2024 tercatat sebesar 82,66%.
"Sebetulnya kalau target yang wajib SPT sekitar 19 jutaan. Jadi, sekitar itu SPT harusnya masuk sampai akhir tahun. Untuk yang kita harapkan lapor tepat waktu hingga batas pelaporan SPT berakhir sekitar 15 jutaan," ujar Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Inge Diana Rismawanti, dikutip pada Minggu (19/4/2026).
Lebih lanjut, Inge memastikan coretax system mampu berjalan dengan baik dan tidak bermasalah dalam menerima SPT Tahunan yang dilaporkan orang pribadi dan badan menjelang akhir April 2026.
Berkaca pada momentum pelaporan SPT orang pribadi, dia menerangkan coretax system mampu menerima dan memproses sekitar 405.000 SPT yang masuk secara bersamaan.
"Kemarin waktu 405.000 SPT submit, [coretax] enggak [bermasalah]. Sebetulnya, kalau secara kapasitas infrastruktur terus kita tingkatkan, harusnya kalau lihat kondisi 31 Maret kemarin, sesuai pengalaman itu [coretax] masih aman," tuturnya.
Namun, Inge tetap mengimbau wajib pajak untuk segera menyampaikan SPT dan tidak menunda sampai mendekati batas akhir pelaporan. Menurutnya, lebih baik wajib pajak melaporkan SPT lebih awal supaya lancar dan tidak terkena masalah teknis akibat banyaknya orang mengakses secara bersamaan.
Perlu diperhatikan, wajib pajak orang pribadi diberikan relaksasi batas pelaporan SPT hingga 30 April 2026 tanpa dikenai sanksi administrasi. Sementara itu, batas waktu pelaporan SPT bagi wajib pajak badan tetap 30 April 2026.
"Orang yang masuk ke coretax mungkin ada jutaan sebetulnya. Nah, yang masuk jutaan ini kadang-kadang untuk bisa menyelesaikan sampai dengan akhir barangkali sulit. Gimana pun juga pintu kita siapin misalnya untuk 1 juta orang, kalau yang masuk 2 juta, yang lain kan harus gantian nih," tutur Inge. (rig)
