RIGA, DDTCNews - Kementerian Ekonomi Latvia berencana memangkas tarif PPN atas bahan bakar minyak (BBM) dari 21% menjadi 12% hingga akhir 2026. Rencana pemotongan tarif PPN atas BBM ini mengemuka di tengah tren mahalnya harga minyak global yang terus berlanjut.
Berdasarkan perhitungan Kementerian Ekonomi, penurunan tarif PPN dari 21% menjadi 12% berpotensi menurunkan harga eceran solar sekitar EUR0,156 atau Rp3.815 per liter. Adapun harga bensin diperkirakan turun sekitar EUR0,146 atau Rp2.891 per liter.
"Perkiraan tersebut berlaku apabila seluruh pengurangan pajak diteruskan kepada konsumen melalui penurunan harga eceran BBM," bunyi pernyataan Kementerian Ekonomi, dikutip pada Rabu (16/9/2026).
Kementerian Ekonomi menjelaskan PPN merupakan pajak yang dikenakan kepada konsumen akhir. Oleh karena itu, penurunan tarif PPN tidak mengubah harga BBM sebelum pajak yang ditanggung perusahaan di sektor angkutan barang, pertanian, logistik, dan manufaktur.
Pemotongan tarif PPN atas BBM akan menimbulkan konsekuensi terhadap penerimaan negara. Dengan asumsi konsumsi akhir mencakup sekitar 39–42% dari total volume BBM, penerimaan negara yang hilang diperkirakan sekitar EUR6,3 juta atau Rp128,65 miliar per bulan.
Apabila penurunan PPN tersebut diterapkan selama 3 bulan, potensi penerimaan negara yang hilang diperkirakan mencapai sekitar EUR18 juta atau Rp367,59 miliar hingga EUR20 juta atau Rp40,84 miliar.
Besarnya manfaat bagi konsumen dan kehilangan potensi penerimaan negara akan bergantung pada seberapa besar penurunan tarif PPN benar-benar diteruskan ke harga eceran.
Bagi rumah tangga yang mengonsumsi 100 liter BBM per bulan, penghematan diperkirakan mencapai sekitar EUR15,60 per bulan apabila seluruh pengurangan PPN diteruskan ke harga. Secara rata-rata, penghematan konsumen akhir di Latvia diperkirakan tidak lebih dari EUR7,90 per bulan.
Menurut perkiraan Kementerian Ekonomi, BBM menyumbang sekitar 4,1% terhadap konsumsi rumah tangga Latvia pada 2026.
"Angka aktual per rumah tangga kemungkinan lebih rendah karena konsumsi akhir juga mencakup pembelian BBM oleh nonresiden serta sebagian biaya kendaraan ringan yang PPN-nya dapat dikreditkan oleh wajib pajak," bunyi pernyataan Kementerian Ekonomi dilansir baltictimes.com.
Sejak awal tahun, harga solar sebelum pajak di Latvia meningkat EUR0,56 per liter. Sementara untuk bensin, kenaikannya mencapai EUR0,38 per liter.
Badan Pusat Statistik Latvia melaporkan harga BBM pada Agustus 2026 naik 8,8% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. (dik)
