ROMA, DDTCNews - Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini mengusulkan pengenaan windfall tax atas laba 10 bank terbesar di Italia selama 3 tahun. Usulan tersebut akan diajukan sebagai bagian dari RAPBN 2027.
Salvini mengusulkan kontribusi tahunan sekitar 5% dari laba bank untuk menambah penerimaan negara di tengah kondisi keuangan Italia yang tertekan. Menurutnya, sebagian laba bank berasal dari jaminan yang diberikan negara sehingga pada akhirnya melibatkan kontribusi wajib pajak.
"Saya ingin mengingatkan mereka yang menyampaikan keraguan bahwa sebagian dari keuntungan tersebut berasal dari jaminan negara, dan karenanya dari wajib pajak, serta dari biaya yang ditanggung wajib pajak," katanya, dikutip pada Minggu (16/8/2026).
Salvini juga memuji kebijakan pajak perbankan yang diterapkan Spanyol. Negara tersebut mengenakan pungutan progresif hingga 7% atas pendapatan bunga bersih dan komisi bank.
Usulan windfall tax menjadi agenda Partai League, yang dipimpin Salvini, menjelang pemilu tahun depan. Salvini meyakini usulan tersebut akan mendapatkan dukungan dari partai-partai lain dalam koalisi pemerintahan.
Pemerintah Italia tengah menghadapi pilihan sulit dalam penyusunan RAPBN 2027. Ruang fiskal yang terbatas membuat pemerintah perlu mencari tambahan penerimaan untuk membantu menekan defisit.
Perekonomian Italia hanya tumbuh 0,5% pada 2025, salah satu tingkat pertumbuhan terendah di Eropa, dan diperkirakan tidak banyak berubah pada tahun ini.
Pada saat yang sama, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) Italia meningkat menjadi lebih dari 137% pada akhir 2025. Italia bahkan diperkirakan melampaui Yunani sebagai negara dengan rasio utang tertinggi di Uni Eropa tahun ini.
Ini bukan kali pertama Italia berupaya mengenakan pajak tambahan terhadap sektor perbankan. Sekitar 3 tahun lalu, pemerintah sempat mengumumkan kebijakan serupa secara mendadak yang membuat harga saham bank Italia anjlok sebelum akhirnya ditarik kembali.
Dalam APBN 2026, pemerintah juga telah mengenakan sejumlah pungutan sementara terhadap bank, termasuk kenaikan tarif pajak daerah atas kegiatan usaha sebesar 2 poin persentase selama 3 tahun.
Usulan windfall tax mengemuka ketika kinerja bank-bank besar Italia masih mencatat laba tinggi. Lima kelompok perbankan terbesar Italia, yakni Intesa Sanpaolo, UniCredit, Banco BPM, Monte dei Paschi di Siena, dan BPER, mencatat total laba bersih lebih dari EUR15 miliar atau sekitar Rp308,67 triliun pada semester I/2026.
Berdasarkan analisis serikat pekerja perbankan First Cisl, angka tersebut meningkat 3,7% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Data First Cisl menunjukkan 5 bank tersebut mencatat laba bersih agregat lebih dari EUR7 miliar atau Rp144,04 triliun pada kuartal I/2026 atau naik 3,3% secara tahunan. Pertumbuhan antara lain ditopang oleh kenaikan pendapatan operasional dan komisi bersih.
Namun, Asosiasi Perbankan Italia (ABI) menolak wacana mengenakan pajak tambahan atas laba bank. Perbankan Italia berpendapat istilah "windfall profit" yang digunakan pemerintah tidak tepat karena bank telah dikenai tarif pajak korporasi dan pajak daerah yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan lainnya.
Dilansir ft.com, usulan Salvini selanjutnya masih harus dibahas dalam proses penyusunan RAPBN 2027 serta mendapatkan dukungan dari partai-partai dalam koalisi pemerintahan. (dik)
