Academy_TP FMCG 2026
Perpajakan - Update Notif & Dekstop Sept 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
KEBIJAKAN PEMERINTAH

Sasar 76 Juta WNI, Program Rekening Gratis Butuh Dana Rp3,8 Triliun

[DDTCNews] Aurora K. M. Simanjuntak
Kamis, 24 September 2026 | 17.00 WIB
Sasar 76 Juta WNI, Program Rekening Gratis Butuh Dana Rp3,8 Triliun
<p>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto/foc.</p>

JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah masih mengkaji rencana pembukaan rekening bank secara massal bagi warga negara Indonesia (WNI) berusia 17 tahun ke atas yang belum memiliki rekening.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan kebutuhan anggaran untuk menjalankan program rekening gratis tersebut diperkirakan mencapai Rp3,84 triliun.

"Soal rekening gratis kami juga sudah laporkan kepada Pak Presiden. Dari hasil rekapitulasi, [WNI] yang sudah di atas usia 17 tahun dan belum punya rekening itu jumlahnya tertentu," ujarnya, dikutip pada Kamis (24/9/2026).

Melalui program tersebut, pemerintah berencana membukakan rekening secara gratis bagi WNI. Pemerintah juga menyiapkan saldo awal sebesar Rp50.000 untuk setiap rekening.

Program rekening gratis tersebut salah satunya ditujukan untuk mendukung penyaluran bantuan sosial (bansos) secara cashless.

Berdasarkan kebutuhan anggaran Rp3,84 triliun dan saldo awal Rp50.000 per rekening, program tersebut secara matematis setara dengan pembukaan rekening untuk sekitar 76,8 juta WNI. Namun, angka penerima tersebut belum merupakan jumlah resmi yang ditetapkan pemerintah.

"Orang yang sudah di atas usia 17 tahun dan belum punya rekening itu ada jumlah tertentu. Nah, kita sedang lihat jumlah tertentu tersebut kalau kita kasih Rp50.000, membutuhkan dana sebesar Rp3,8 triliun," kata Airlangga.

Airlangga menerangkan pembukaan rekening dapat dilakukan ketika WNI membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk pertama kali. Pemerintah juga telah memetakan jumlah penduduk berusia 17 tahun ke atas berdasarkan data Ditjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

Kendati demikian, keputusan mengenai program rekening gratis tersebut belum final. Airlangga mengatakan pemerintah masih perlu membahas rencana tersebut dengan Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

"Kita mau melihat dengan menteri keuangan program lanjutannya seperti apa. Kita tahu bansos kan diberikan kepada mereka yang sudah menikah, jadi kalau usia 17 sampai belum menikah kita sedang melihat program apa yang bisa diberikan kepada mereka, supaya rekeningnya tidak dorman," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto ingin setiap penduduk Indonesia memiliki rekening bank. Untuk mewujudkan hal tersebut, dia meminta BRI dan BSI memfasilitasi pembukaan rekening secara massal bagi masyarakat.

Wacana pembukaan rekening secara massal tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.