Academy_TP FMCG 2026
Perpajakan - Update Notif & Dekstop Sept 2026
[News] Banner Whatsapp Channel
RESENSI BUKU

Mengupas Drama 4.000 Tahun Mengejar Penerimaan Negara

Gallantino Farman
Senin, 28 September 2026 | 17.10 WIB
Mengupas Drama 4.000 Tahun Mengejar Penerimaan Negara

MICHAEL Keen dan Joel Slemrod berhasil menyulap pajak menjadi sebuah drama teater absurd yang memikat melalui buku berjudul Rebellion, Rascals and Revenue: Tax Follies and Wisdom through the Ages!

Melalui rentang sejarah selama 4.000 tahun, Keen dan Slemrod menyusun sintesis perjalanan panjang manusia dalam mendanai peradaban. Meski teknologi pemungutan pajak telah berevolusi dari tablet tanah liat Sumeria ke algoritma digital, tantangan fiskal mendasar tetap stagnan selama bermilenium lamanya.

Selama itu pula, keadilan, penegakan hukum, dan respons wajib pajak tidak pernah berubah. Buku ini menunjukkan bahwa para penguasa masa lalu sering kali terjebak dalam siklus ‘kecerobohan’ yang sama.

Menurut Keen dan Slemrod, pajak merupakan drama penuh humor dan tragedi kemanusiaan. Kecerdasan wajib pajak untuk menghindari pungutan selalu selangkah lebih maju dibandingkan dengan imajinasi otoritas untuk memungut pajak.

Keen dan Slemrod mencoba menganalisis struktur ekonomi publik dalam lintasan sejarah dengan mengupas tragedi-tragedi yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Mulai dari beard tax di Rusia, window tax dan poll tax di Inggris yang menunjukkan ‘keabsurdan’ pemerintah dalam menggunakan indikator fisik yang eksentrik sebagai upaya untuk mengukur ability to pay.

Kemudian Keen dan Slemrod menceritakan dampak pajak sebagai beban yang berlebihan dan kebijakan yang kaku (excess burden & line drawing) sehingga mendistorsi efisiensi sosial. Di Polandia dan Vietnam, pajak dihitung berdasarkan lebar depan rumah.

Kemudian, pada abad ke-16, kapal-kapal dikenakan pajak berdasarkan luas dek, serta kasus Jaffa Cakes pada 1991 yang menunjukkan betapa absurdnya limitasi pemajakan di Inggris saat itu.

Namun, di balik berbagai kebijakan tidak masuk akal pemerintah, Keen dan Slemrod memberikan perspektif segar dengan melihat peristiwa Boston Tea Party sebagai salah satu anomali sejarah yang paling menarik.

Revolusi meletus bukan karena beban pajak yang berat, melainkan karena reformasi pajak yang terlalu cerdas bahkan bijak sehingga mengganggu ekosistem bisnis ilegal.

Keen dan Slemrod juga menghadirkan sisi manusiawi dalam buku ini dengan menceritakan banyak tokoh sejarah besar yang menghabiskan waktu mereka di balik meja administrasi pajak, seperti Geoffrey Chaucer, Miguel de Cervantes, Sam Adams, Herman Melville, dan Adam Smith.

Buku ini adalah kontribusi gemilang bagi penggemar literatur ekonomi publik. Buku ini memberikan pelajaran bahwa kebijakan pajak yang bijak harus mengantisipasi respons perilaku manusia daripada sekadar berfokus pada target penerimaan sesaat.

Sejarah menunjukkan bahwa setiap kali birokrat menutup satu celah di dinding, masyarakat akan melubangi dinding yang lain.

Memahami sejarah pajak bukan sekadar latihan akademis, melainkan kebutuhan mendesak untuk reformasi hari ini. Tanpa pemahaman atas ‘kecerobohan’ masa lalu, kebijakan baru hanya akan menjadi repetisi tragedi lama.

Bagi para pembuat kebijakan, memahami bahwa jenggot, lebar rumah, dan cahaya matahari pernah menjadi medan tempur fiskal adalah pengingat bahwa keadilan dan kesederhanaan tetaplah menjadi alat tukar yang berharga dalam sistem perpajakan di mana pun.

Tertarik membaca buku ini? Silakan kunjungi DDTC Library.

Hingga saat ini, DDTC Library memiliki total 5.053 koleksi literatur yang mendukung kajian perpajakan sebagai multidisplin ilmu dan telah meraih rekor MURI sebagai Perpustakaan Pajak dengan Koleksi Terbanyak di Indonesia pada 10 Juli 2026.

Sebelum mengunjungi DDTC Library, publik bisa terlebih dahulu melakukan konfirmasi lewat hotline: +62-21-2938-2700 atau email: [email protected]. Kunjungi pula Instagram DDTC Library untuk mendapatkan berbagai informasi terbaru terkait dengan literatur perpajakan. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.