[News] Lomba Artikel Pajak 2026
[Perpajakan] SDSN 2026
ENGLISH NEWS
Perpajakan Challange June 2026 - Ver 2
KOREA SELATAN

Dorong Musisi Ekspansi ke Luar Negeri, Korsel Siapkan Kredit Pajak

Redaksi DDTCNews
Sabtu, 11 Juli 2026 | 09.30 WIB
Dorong Musisi Ekspansi ke Luar Negeri, Korsel Siapkan Kredit Pajak
<table style="width:100%"> <tbody> <tr> <td> <p>Ilustrasi.</p> </td> </tr> </tbody> </table>

SEOUL, DDTCNews - Pemerintah Korea Selatan menyiapkan insentif pajak berupa kredit pajak atas biaya produksi musik sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing industri musik nasional sekaligus mendorong lebih banyak musisi menembus pasar global.

Menteri Kebudayaan Korea Selatan Chae Hwi-young mengatakan pemerintah tengah membahas skema kredit pajak tersebut bersama otoritas fiskal. Selain itu, pemerintah juga berencana memperbesar skala Global Leap Program for Small and Medium Music Agencies mulai tahun depan.

"Kami meluncurkan program ini tahun ini dan berencana memperbesar skalanya pada tahun depan. Kami juga secara aktif membahas pengenalan kredit pajak untuk biaya produksi musik bersama otoritas fiskal," ujar Chae, dikutip pada Sabtu (11/7/2026).

Program Global Leap merupakan program dukungan bagi agensi musik kecil dan menengah yang ingin berekspansi ke pasar internasional. Setiap tahun, pemerintah memilih 10 agensi potensial yang masing-masing berhak memperoleh pendanaan hingga KRW300 juta atau sekitar Rp3,6 miliar per tahun selama maksimal 3 tahun.

Apabila rencana perluasan program tersebut disetujui, total anggarannya akan meningkat dari maksimal KRW9 miliar pada tahun ini menjadi sekitar KRW18 miliar pada tahun depan.

Penerima manfaat program tahun ini antara lain sejumlah label independen yang menaungi grup seperti Rescene, Xikers, Big Ocean, dan Can't Be Blue. Lagu Love Attack milik Rescene bahkan baru-baru ini berhasil menduduki puncak tangga lagu Melon Top 100.

Saat bertemu dengan para musisi, pemerintah memfokuskan pembahasan pada 3 agenda utama, yakni memperluas dukungan global bagi agensi K-pop kecil dan menengah, menyiapkan insentif pajak dan skema pembiayaan baru untuk produksi musik, serta memperkuat dukungan terhadap ekosistem musik independen Korea Selatan.

Kementerian Kebudayaan mencatat industri musik populer Korea Selatan masih menunjukkan kinerja positif pada 2025. Pendapatan industri meningkat 15,4%, sedangkan ekspor melonjak 32,4% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Meski demikian, pelaku industri menilai terdapat sejumlah tantangan yang berpotensi menghambat pertumbuhan jangka panjang. Tantangan tersebut meliputi meningkatnya biaya produksi, kesenjangan antara perusahaan besar dan kecil, konsentrasi genre musik, keterbatasan infrastruktur konser, serta ketimpangan pengembangan industri di berbagai daerah.

Chae juga mengungkapkan jumlah artis pendatang baru terus menurun akibat semakin mahalnya biaya debut.

"Jumlah artis pendatang baru di Circle Chart turun 40% pada tahun lalu dibandingkan dengan 2023. Kesenjangan biaya produksi antara perusahaan hiburan besar dan agensi kecil juga semakin melebar. Kita harus bertanya sampai kapan K-pop mampu mempertahankan momentumnya," katanya.

Circle Chart merupakan tangga lagu resmi Korea Selatan yang menyusun peringkat lagu dan album berdasarkan penjualan fisik, unduhan, dan data streaming.

Ketua Korea Popular Music Industry Association Woo Seung-hyun mengatakan peluncuran satu grup idola kini umumnya membutuhkan investasi lebih dari KRW10 miliar, sementara penjualan album justru menunjukkan tren penurunan.

Menurut Woo, selain pembangunan infrastruktur, pemerintah perlu memberikan dukungan langsung terhadap produksi musik melalui kebijakan perpajakan.

"Seperti halnya buku, film, dan pertunjukan langsung, pembelian musik rekaman juga seharusnya memenuhi syarat untuk memperoleh pengurangan pajak," ujarnya dilansir koreaherald.com. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.