MAMUJU, DDTCNews - Wajib pajak yang melakukan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) melalui layanan Samsat Keliling berkesempatan membawa pulang hadiah berupa satu paket sembako.
Kepala UPTD Samsat Mamuju, Sulawesi Barat, Rosianah M Nadir mengatakan program bayar pajak berhadiah ini merupakan bentuk apresiasi pemda kepada masyarakat. Lewat program tersebut, dia berharap makin banyak wajib pajak yang menyadari kewajibannya serta tergerak untuk melunasi PKB ke kas daerah.
"Ini adalah cara kami mendekatkan pelayanan sekaligus memberikan apresiasi kepada masyarakat yang taat membayar pajak kendaraan," ujarnya, dikutip pada Sabtu (4/7/2026).
Rosianah menjelaskan layanan Samsat keliling tersedia di beberapa lokasi, di antaranya anjungan Pantai Manakarra dan car free day (CFD) di kawasan Arteri Mamuju. Selama program berlangsung, wajib pajak yang mampir ke layanan Samsat keliling berhak membawa pulang paket sembako.
Paket sembako yang disiapkan berisi kebutuhan pokok sehari-hari seperti tepung terigu, gula, dan minyak goreng. Antusias masyarakat yang tinggi tecermin dari panjangnya antrean pembayaran PKB, terutama kalangan ibu-ibu rumah tangga.
"Kami berharap langkah ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa membayar pajak kini semakin mudah, nyaman dan memberikan manfaat langsung," kata Rosianah, dilansir katinting.com.
Sementara itu, Kepala Badan pendapatan Daerah (Bapenda) Sulawesi Barat Abdul Wahab Hasan Sulur mengatakan inovasi seperti program bayar pajak berhadiah ini menjadi salah satu strategi untuk mendongkrak kepatuhan wajib pajak. Dengan kesadaran dan kepatuhan yang makin baik, dia meyakini pendapatan asli daerah (PAD) akan meningkat.
Layanan Samsat keliling di berbagai ruang publik diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wajib pajak. Dengan menghadirkan layanan pajak daerah di sejumlah lokasi strategis, masyarakat bisa langsung mengaksesnya dengan mudah tanpa datang ke kantor Samsat ataupun Bapenda.
"Semakin mudah masyarakat mengakses layanan, semakin tinggi pula kesadaran untuk memenuhi kewajiban membayar pajak. PKB yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di Sulawesi Barat," tutur Abdul. (dik)
