Berita
Rabu, 25 November 2020 | 17:18 WIB
KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH
Rabu, 25 November 2020 | 17:15 WIB
PELAYANAN INVESTASI
Rabu, 25 November 2020 | 16:30 WIB
UU CIPTA KERJA
Rabu, 25 November 2020 | 16:04 WIB
PMK 180/2020
Review
Rabu, 25 November 2020 | 15:33 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 18 November 2020 | 16:01 WIB
KONSULTASI PAJAK
Minggu, 15 November 2020 | 08:01 WIB
KEPALA KANTOR BEA CUKAI SOEKARNO-HATTA FINARI MANAN:
Rabu, 11 November 2020 | 15:50 WIB
KONSULTASI PAJAK
Fokus
Data & alat
Rabu, 25 November 2020 | 09:15 WIB
KURS PAJAK 25 NOVEMBER - 1 DESEMBER 2020
Rabu, 18 November 2020 | 09:35 WIB
KURS PAJAK 18 NOVEMBER - 24 NOVEMBER 2020
Sabtu, 14 November 2020 | 13:05 WIB
STATISTIK PAJAK PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Rabu, 11 November 2020 | 13:47 WIB
STATISTIK DESENTRALISASI FISKAL
Komunitas
Rabu, 25 November 2020 | 14:08 WIB
PODTAX
Rabu, 25 November 2020 | 10:34 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Rabu, 25 November 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Selasa, 24 November 2020 | 10:32 WIB
LOMBA MENULIS DDTCNEWS 2020
Reportase
Glosarium

Ayo Manfaatkan! Pemutihan Pajak Kendaraan Hanya Berlaku Dua Bulan

A+
A-
5
A+
A-
5
Ayo Manfaatkan! Pemutihan Pajak Kendaraan Hanya Berlaku Dua Bulan

Pengumuman penghapusan denda pajak kendaraan bermotor. (foto: Bapenda Jateng)

SEMARANG, DDTCNews – Pemprov Jawa Tengah memutuskan untuk melanjutkan kebijakan relaksasi pajak berupa pemutihan denda untuk pajak kendaraan bermotor (PKB)

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jateng menyebutkan kebijakan pemutihan denda kali ini hanya berlaku untuk jenis pajak kendaraan bermotor. Pemprov Jateng membebaskan denda pajak kendaraan bermotor untuk periode 19 Oktober—19 Desember 2020.

"Ayo segera manfaatkan," tulis Bapenda Jateng dalam akun media sosialnya, dikutip Selasa (20/10/2020).

Baca Juga: Kurang Rp1 Triliun, Pemprov Kejar Setoran Pajak Kendaraan

Kebijakan relaksasi denda untuk keterlambatan pembayaran PKB pada kuartal IV/2020 ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat. Adapun relaksasi pajak terkait dengan kendaraan bermotor hampir sepanjang tahun diberikan oleh pemprov.

Pada periode 17 Februari—16 Juli 2020, pemprov telah memberikan relaksasi berupa pembebasan sanksi administrasi untuk PKB dan pembebasan pungutan BBNKB untuk penyerahan kendaraan kedua dan seterusnya.

Kepala Bapenda Jateng Tavip Supriyanto mengatakan relaksasi BBNKB dan PKB bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat membayar pajak. Selain insentif pajak, pemprov juga menggelar undian berhadiah bagi wajib pajak.

Baca Juga: Genjot Pajak, Pemkab Ini Bentuk Tim Intensifikasi-Ekstensifikasi

Bagi masyarakat yang membayar PKB sebelum jatuh tempo berhak mendapatkan 3 nomor undian. Kemudian, untuk masyarakat yang membayar pajak tepat waktu diberikan 2 nomor undian. Untuk masyarakat yang membayar pajak lewat jatuh tempo diberikan 1 nomor undian.

Hadiah yang ditawarkan kepada masyarakat antara lain 1 mobil dan 5 sepeda motor. Hadiah akan diundi pada 25 November 2020 dan ditayangkan langsung melalui saluran akun Youtube Pemprov Jateng dan Bapenda Jateng. (rig)

Baca Juga: Mobil Pribadi Jadi Ambulans, Pemprov Tawarkan Insentif Bebas Pajak
Topik : provinsi jawa tengah, insentif pajak, pajak kendaraan bermotor, pajak daerah
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Jum'at, 20 November 2020 | 18:00 WIB
KABUPATEN BENGKALIS
Jum'at, 20 November 2020 | 16:44 WIB
KOTA YOGYAKARTA
Jum'at, 20 November 2020 | 15:39 WIB
KABUPATEN BANYUWANGI
Jum'at, 20 November 2020 | 14:41 WIB
KOTA SEMARANG
berita pilihan
Rabu, 25 November 2020 | 17:45 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Rabu, 25 November 2020 | 17:18 WIB
KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH
Rabu, 25 November 2020 | 17:15 WIB
PELAYANAN INVESTASI
Rabu, 25 November 2020 | 17:00 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Rabu, 25 November 2020 | 16:30 WIB
UU CIPTA KERJA
Rabu, 25 November 2020 | 16:22 WIB
KAMUS PAJAK
Rabu, 25 November 2020 | 16:04 WIB
PMK 180/2020
Rabu, 25 November 2020 | 16:01 WIB
TIPS PAJAK
Rabu, 25 November 2020 | 15:33 WIB
KONSULTASI PAJAK
Rabu, 25 November 2020 | 15:32 WIB
KEUANGAN NEGARA