APARATUR SIPIL NEGARA

Warning Purbaya ke Pegawai DJP: Harus Bisa Deteksi ‘Godaan’ Fraud

Aurora K. M. Simanjuntak
Kamis, 22 Januari 2026 | 21.00 WIB
Warning Purbaya ke Pegawai DJP: Harus Bisa Deteksi ‘Godaan’ Fraud
<p>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat melantik pejabat DJP.</p>

JAKARTA, DDTCNews – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta seluruh pegawai Ditjen Pajak (DJP) memahami teori fraud triangle sebagai upaya mencegah terjadinya kecurangan dan penyelewengan jabatan.

Teori ini menjelaskan 3 faktor utama yang mendorong terjadinya fraud, yakni tekanan, kesempatan, dan rasionalisasi. Menurut Purbaya, pemahaman atas teori tersebut penting agar pegawai DJP dapat menjaga integritas dan perilaku jujur dalam menjalankan tugas.

“Saudara semua [pegawai DJP], kita saling bicara teori fraud triangle. Soal tekanan, ini bisa tekanan hidup, lingkungan, dan gaya hidup. Kadang tidak kelihatan, makanya pimpinan harus kenal SDM-nya, bukan cuma pekerjaannya,” katanya, Kamis (22/1/2026).

Purbaya menjelaskan tekanan dapat muncul dari berbagai sisi, baik finansial maupun nonfinansial. Dalam konteks organisasi, dia menekankan pentingnya peran pimpinan untuk mengenali kondisi dan karakter sumber daya manusia di unit kerja masing-masing.

Dia kemudian menyoroti faktor kedua, yakni kesempatan. Menurutnya, ketika terdapat celah atau peluang untuk berbuat curang, risiko terjadinya fraud akan meningkat. Apalagi jika pengawasannya lemah atau SOP-nya tidak dijalankan dengan baik.

"Kalau pengawasan longgar, SOP-nya bolong, kewenangan tidak dikendalikan, maka kesempatan [berbuat curang] muncul. Kalau kesempatan muncul, sudah itu tinggal tunggu niatnya," tuturnya.

Faktor ketiga dalam fraud triangle adalah pembenaran atau rasionalisasi. Purbaya memandang aspek ketiga ini justru paling berbahaya karena pelaku akan berusaha membenarkan tindakan curang yang dilakukannya.

“Begitu pembenaran dibiarkan, organisasi pelan-pelan rusak dari dalam. Karena itu, pengendalian fraud triangle harus dimulai dari pimpinannya,” ujar Purbaya.

Purbaya juga menekankan integritas pegawai akan mencerminkan citra dan kualitas instansi. Menurutnya, integritas seseorang diuji bukan saat diawasi, tetapi justru diuji saat pegawai memegang jabatan dan menjalankan wewenang dengan bertindak benar tanpa pengawasan langsung. (rig)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.