Berita
Sabtu, 23 Januari 2021 | 15:01 WIB
AMERIKA SERIKAT
Sabtu, 23 Januari 2021 | 14:01 WIB
KABUPATEN SUMEDANG
Sabtu, 23 Januari 2021 | 13:01 WIB
INSENTIF PAJAK
Sabtu, 23 Januari 2021 | 12:01 WIB
KEBIJAKAN EKONOMI
Review
Rabu, 20 Januari 2021 | 14:18 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 19 Januari 2021 | 09:24 WIB
OPINI PAJAK
Rabu, 13 Januari 2021 | 15:23 WIB
KONSULTASI PAJAK
Selasa, 12 Januari 2021 | 12:27 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Jum'at, 22 Januari 2021 | 18:27 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 22 Januari 2021 | 17:58 WIB
KAMUS PAJAK
Jum'at, 22 Januari 2021 | 16:45 WIB
PROFIL PAJAK KOTA BOGOR
Jum'at, 22 Januari 2021 | 15:47 WIB
TIPS PAJAK
Data & Alat
Rabu, 20 Januari 2021 | 16:43 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Rabu, 20 Januari 2021 | 09:45 WIB
KURS PAJAK 20 JANUARI - 26 JANUARI 2021
Senin, 18 Januari 2021 | 09:10 WIB
STATISTIK PAJAK KONSUMSI
Rabu, 13 Januari 2021 | 17:05 WIB
STATISTIK ADMINISTRASI PAJAK
Reportase
Perpajakan.id

Ada Tawaran Insentif Pajak, Investasi Asing Tetap Turun 73%

A+
A-
0
A+
A-
0
Ada Tawaran Insentif Pajak, Investasi Asing Tetap Turun 73%

Ilustrasi. 

MANILA, DDTCNews – Komitmen investasi asing yang disetujui oleh Badan Investasi (Board of Investments/BoI) Filipina sepanjang semester I/2020 mengalami penurunan hingga 73% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Ketua BoI Ramon Lopez mengatakan banyak investor asing yang menunda rencana ekspansi bisnis mereka di tengah pandemi virus Corona. Padahal, pemerintah Filipina telah menyiapkan sejumlah insentif pajak untuk para investor tersebut.

"Masih ada kekuatan untuk kita bangkit kembali meskipun di tengah pandemi dan ini menunjukkan ketahanan negara kita untuk memulai transisi setelah lockdown yang berkepanjangan," katanya, Senin (13/7/2020).

Baca Juga: 2021 Masih Pandemi, Ini Permintaan Pengusaha Ekspedisi

Data dari Departemen Perdagangan dan Industri (Department of Trade and Industry/DTI) menunjukkan komitmen investasi asing yang disetujui BoI sepanjang semester I/2020 hanya P18,6 miliar atau turun 73% dibandingkan periode yang sama pada 2019 senilai P68,9 miliar.

Berdasarkan negara asalnya, komitmen investasi dari Prancis menjadi yang terbesar disetujui oleh BoI pada semester I/2020 yang mencapai P1,5 miliar. Kemudian, diikuti investasi asal Belanda (P1,06 miliar), Jepang (P790 juta), Malaysia (P601 juta), dan India (P329 juta).

Di sisi lain, komitmen investasi dari pengusaha domestik yang disetujui BOI pada enam bulan pertama 2020 justru melonjak 166% menjadi P626,7 miliar.

Baca Juga: Ini Daftar Negara yang Royal Beri Insentif Pajak untuk Litbang

Jika komitmen asing dan domestik digabungkan, total investasi yang disetujui BoI pada semester I/2020 mencapai P645,3 miliar, 112% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan sektor usahanya, posisi tertinggi ditempati sektor konstruksi dan infrastruktur senilai P530,8 miliar, diikuti transportasi (P86,7 miliar) dan real estate (P9 miliar).

BoI menawarkan insentif berupa potongan pajak maupun nonpajak untuk menarik para investor, terutama pada masa pandemi virus Corona. Pemerintah juga berencana memberikan potongan pajak penghasilan (PPh) sebesar 5%, yang tertuang dalam RUU Reformasi Perusahaan dan Insentif Pajak untuk Badan Usaha.

Pemberian insentif itu diharapkan mampu menarik kembali investasi asing yang hilang selama pandemi. Pada akhirnya, pemerintah juga menginginkan ada pembukaan lapangan kerja baru untuk masyarakat Filipina.

Baca Juga: Puluhan Pengusaha Batal Cairkan Dana Hibah Pariwisata, Ada Apa?

Menurut data DTI, BoI telah menyetujui pembangunan 96 proyek hingga Juni, yang setelah operasional akan membuka 27.082 lapangan pekerjaan baru di Filipina. Pemerintah menargetkan pembukaan lapangan kerja baru bisa naik 57,3% setiap tahun.

Selain itu, Lopez berharap kehadiran para investor tersebut mampu mendongkrak PDB Filipina pada kuartal III/2020, setelah melemah pada kuartal I dan II akibat lockdown.

"Penting untuk menyoroti sifat strategis dari proyek dan kontribusi penting mereka dalam membangun Filipina yang lebih modern," ujarnya, seperti dilansir Philstar. (kaw)

Baca Juga: Pemerintah Bakal Pungut Pajak atas Penghasilan LPI dari Bunga Obligasi

Topik : Filipina, insentif, reformasi pajak, investasi, virus Corona
Komentar
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Sabtu, 16 Januari 2021 | 15:01 WIB
PORTUGAL
Sabtu, 16 Januari 2021 | 08:01 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Jum'at, 15 Januari 2021 | 15:27 WIB
FILIPINA
Jum'at, 15 Januari 2021 | 14:18 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
berita pilihan
Sabtu, 23 Januari 2021 | 15:01 WIB
AMERIKA SERIKAT
Sabtu, 23 Januari 2021 | 14:01 WIB
KABUPATEN SUMEDANG
Sabtu, 23 Januari 2021 | 13:01 WIB
INSENTIF PAJAK
Sabtu, 23 Januari 2021 | 12:01 WIB
KEBIJAKAN EKONOMI
Sabtu, 23 Januari 2021 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Sabtu, 23 Januari 2021 | 10:01 WIB
ITALIA
Sabtu, 23 Januari 2021 | 09:01 WIB
KOTA PALANGKARAYA
Sabtu, 23 Januari 2021 | 08:01 WIB
BERITA PAJAK SEPEKAN
Sabtu, 23 Januari 2021 | 07:01 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Sabtu, 23 Januari 2021 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK