Review
Selasa, 11 Agustus 2020 | 09:20 WIB
OPINI PAJAK
Minggu, 09 Agustus 2020 | 09:00 WIB
KEPALA KKP PRATAMA JAKARTA MAMPANG PRAPATAN IWAN SETYASMOKO:
Kamis, 06 Agustus 2020 | 16:26 WIB
TAJUK
Selasa, 04 Agustus 2020 | 09:19 WIB
OPINI PAJAK
Fokus
Literasi
Selasa, 11 Agustus 2020 | 12:09 WIB
ALI SADIKIN:
Senin, 10 Agustus 2020 | 17:29 WIB
KAMUS PAJAK
Senin, 10 Agustus 2020 | 16:58 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Senin, 10 Agustus 2020 | 16:15 WIB
TIPS PAJAK
Data & alat
Selasa, 11 Agustus 2020 | 14:30 WIB
STATISTIK PENGHINDARAN PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 15:54 WIB
STATISTIK WITHHOLDING TAX
Rabu, 05 Agustus 2020 | 08:57 WIB
KURS PAJAK 5 AGUSTUS-11 AGUSTUS 2020
Selasa, 04 Agustus 2020 | 16:12 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PERPAJAKAN
Komunitas
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 14:01 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Sabtu, 08 Agustus 2020 | 07:00 WIB
KOMIK PAJAK
Jum'at, 07 Agustus 2020 | 11:15 WIB
IPB ACCOUNTING COMPETITION 2020
Kamis, 06 Agustus 2020 | 18:46 WIB
UNIVERSITAS MULIA
Reportase

8 Fakta Bayar Pajak Lewat E-Billing

A+
A-
0
A+
A-
0
8 Fakta Bayar Pajak Lewat E-Billing

JAKARTA, DDTCNews – Mulai 1 Juli 2016, layanan e-billing wajib digunakan oleh seluruh wajib pajak untuk membayar pajak terutang. Ini artinya penggunaan surat setoran pajak (SSP) sudah ditinggalkan per tanggal tersebut.

Aplikasi e-billing ini dirancang untuk kenyamanan masyarakat dalam membayar pajak. Untuk itu, simak delapan fakta menarik tentang layanan teranyar milik Ditjen Pajak (DJP) ini.

Satu, e-billing merupakan inovasi tercanggih milik DJP saat ini. Dahulu, pembayaran harus dilakukan dengan mengisi lembaran SSP dan mendatangi langsung kantor pos/bank persepsi yang ditunjuk. Dengan e-billing, hal tersebut tidak perlu dilakukan lagi karena semua pembayaran dilakukan melalui sistem online dan secara real time, sehingga data langsung tercatat di sistem DJP.

Baca Juga: DJP: KLU Penerima Diskon 50% Angsuran PPh Pasal 25 Tidak Berubah

Dua, pembayaran pajak dengan e-billing bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun. Membayar tidak perlu lagi antri di bank karena bisa dilakukan melalui internet banking, mobile banking, teller bank, electronic data system baik dengan cara debet maupun kredit, dan ATM yang saat ini telah tersebar di mana-mana.

Tiga, saat ini DJP menggunakan sistem terbaru untuk mendukung kualitas penggunan e-billing, yaitu Modul Penerimaan Negara Generasi-2 (MPN G-2). Sistem ini merupakan sistem yang disempurnakan dari sistem sebelumnya, yaitu MPN G-1.

Empat, berbeda dengan MPN G-1, kini MPN G-2 memungkinkan penggunaan electronic billing system. Selain itu, pelayanan juga diberikan terhadap seluruh transaksi penerimaan negara baik itu dengan mata uang rupiah maupun asing, serta adanya pengelolaan data yang lebih terkoordinasi.

Baca Juga: Penambahan Diskon Angsuran PPh Pasal 25 Jadi 50% Berlaku Otomatis

Lima, sistem billing pajak versi terbaru adalah e-billing pajak versi 2. Dalam versi ini, terdapat fitur tambahan seperti pembuatan billing atas NPWP pihak lain (untuk potongan/pungutan pajak) dan pembuatan billing untuk jenis pembayaran pajak tanpa-NPWP. Fitur ini juga merupakan penyempurnaan dari e-billing pajak versi 1.

Enam, wajib pajak harus memiliki kode billing terlebih dahulu untuk bisa membayar pajak dengan e-billing. Kode ini berjumlah 15 digit angka yang diterbitkan oleh sistem billing pajak. Pembuatan kode ini bisa melalui internet banking, teller bank, kring pajak, SMS ID billing, layanan billing di KPP/KP2KP, penyedia jasa aplikasi elektronik (ASP), dan aplikasi DJP online (htps://sse.pajak.go.id dan htps://sse2.pajak.go.id).

Tujuh, terdapat 67 Bank Umum yang siap melayani penggunaan e-billing tersebut. Bank tersebut meliputi bank milik negara, daerah, dan swasta.

Baca Juga: Sempat Gagal Akses DJP Online? Ternyata Ada Pembaruan Layanan SMS OTP

Delapan, bukti bayar atau Bukti Penerimaan Negara (BPN) yang mencantumkan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) dan Nomor Transaksi Bank (NTB) wajib disimpan. Secara formal, BPN diakui sebagai bukti pembayaran pajak.

Itulah delapan fakta mengenai e-billing. Daftar bank beserta layanan pembayaran e-billing yang disediakan dan tata caranya, dapat dilihat selengkapnya pada tautan berikut ini: Tata Cara e-Billing. Selamat menikmati membayar pajak dengan e-billing. (Amu)

Baca Juga: PMK Terbit Pekan Ini, Diskon 50% PPh Pasal 25 Bisa Langsung Dipakai
Topik : berita pajak, e-billing, ditjen pajak, bayar pajak elektronik
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Kamis, 06 Agustus 2020 | 09:26 WIB
PER-14/PJ/2020
Kamis, 06 Agustus 2020 | 08:01 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 05 Agustus 2020 | 17:54 WIB
INSENTIF PAJAK
Rabu, 05 Agustus 2020 | 16:24 WIB
PMK 89/2020
berita pilihan
Rabu, 12 Agustus 2020 | 08:03 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 12 Agustus 2020 | 07:45 WIB
PENEGAKAN HUKUM
Rabu, 12 Agustus 2020 | 07:30 WIB
EFEK VIRUS CORONA
Rabu, 12 Agustus 2020 | 07:00 WIB
KESEJAHTERAAN SOSIAL
Rabu, 12 Agustus 2020 | 06:00 WIB
BELANDA
Selasa, 11 Agustus 2020 | 17:08 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Selasa, 11 Agustus 2020 | 16:39 WIB
INSENTIF PAJAK
Selasa, 11 Agustus 2020 | 15:52 WIB
TRANSFORMASI PROSES BISNIS
Selasa, 11 Agustus 2020 | 15:51 WIB
AMERIKA SERIKAT
Selasa, 11 Agustus 2020 | 15:00 WIB
KONSULTASI