KOTA BATAM

Bidik PAD Rp2 Triliun, Pemkot Ini Perkuat Pengawasan Pajak

Aurora K. M. Simanjuntak
Selasa, 20 Januari 2026 | 15.15 WIB
Bidik PAD Rp2 Triliun, Pemkot Ini Perkuat Pengawasan Pajak
<table style="width:100%"> <tbody> <tr> <td> <p>Ilustrasi.</p> </td> </tr> </tbody> </table>

BATAM, DDTCNews - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam, Kepulauan Riau, membidik target pendapatan daerah (PAD) senilai Rp2 triliun pada 2026.

Kepala Bapenda Batam Raja Azmansyah mengakui kinerja penerimaan pajak dan retribusi daerah, yang notabene komponen utama PAD, belum optimal. Guna mengejar target PAD, dia akan meningkatkan kepatuhan wajib pajak melalui pengawasan dan pemeriksaan pada tahun ini.

"Fokus utama kami adalah peningkatan pengawasan, pemeriksaan, dan penegakan kepatuhan. Kami sudah memiliki PPNS, sehingga kepatuhan wajib pajak bisa lebih terukur dan selaras dengan pelaporannya," ujarnya, dikutip pada Selasa (20/1/2026).

Raja menyampaikan peningkatan pengawasan akan dimulai dengan menggencarkan pendataan dan pembaruan data wajib pajak. Bapenda akan menyisir wajib pajak baru dan memverifikasi data lapangan untuk mengalkulasi potensi pajak di daerah.

Dia mencontohkan sektor parkir yang memerlukan perbaikan melalui digitalisasi sistem pembayaran agar pelaporannya lebih jelas dan terdata, serta menertibkan juru parkir ilegal.

Selanjutnya, Bapenda juga meningkatkan pemeriksaan dengan melibatkan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS). Menurutnya, tim ini berperan penting dalam menangani pelanggaran terkait pajak daerah, pengelolaan objek retribusi, dan aset daerah.

Selain pengawasan dan pemeriksaan, Raja mengatakan petugas Bapenda juga gencar melaksanakan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat setempat. Contoh, menggelar kampanye dan sosialisasi di kampus dengan menyasar kepatuhan pelajar dan mahasiswa di kampus.

Menurutnya, sederet upaya di atas dapat mendorong kepatuhan wajib pajak di Kota Batam. Dia berharap wajib pajak dan pelaku usaha memahami bahwa APBD Batam mayoritas bersumber dari PAD dan pajak daerah.

"Kami ingin mengkomunikasikan pentingnya pajak dan manfaatnya bagi pembangunan. Saat ini sekitar 52% pendapatan APBD Batam bersumber dari PAD. Artinya kemandirian fiskal kita sangat bergantung pada kepatuhan kita," tutur Raja dilansir batampos.co.id. (dik)

Editor : Dian Kurniati
Cek berita dan artikel yang lain di Google News.
Ingin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkini?Ikuti DDTCNews WhatsApp Channel & dapatkan berita pilihan di genggaman Anda.
Ikuti sekarang
News Whatsapp Channel
Bagikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.