Berita
Senin, 06 Juli 2020 | 07:58 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Minggu, 05 Juli 2020 | 15:01 WIB
KINERJA EKONOMI
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:01 WIB
FILIPINA
Minggu, 05 Juli 2020 | 13:01 WIB
PAJAK LAYANAN DIGITAL
Fokus
Literasi
Jum'at, 03 Juli 2020 | 17:05 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 03 Juli 2020 | 16:00 WIB
PROFIL PAJAK PROVINSI SUMATRA BARAT
Jum'at, 03 Juli 2020 | 15:10 WIB
RESUME PUTUSAN PENINJAUAN KEMBALI
Jum'at, 03 Juli 2020 | 11:15 WIB
TIPS PAJAK
Data & alat
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Kamis, 02 Juli 2020 | 14:26 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Rabu, 01 Juli 2020 | 08:45 WIB
KURS PAJAK 1 JULI-7 JULI 2020
Selasa, 30 Juni 2020 | 14:14 WIB
STATISTIK PENERIMAAN PAJAK
Reportase

Wamenkeu Buka Diskusi PEMNA 2017

A+
A-
0
A+
A-
0
Wamenkeu Buka Diskusi PEMNA 2017
Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo menyampaikan keynote speech pada PEMNA Plenary Meeting 2017 di Nusa Dua, Bali pada Senin (8/5). (Foto: Kemenkeu)

BALI, DDTCNews – Wakil Menteri Keuangan membuka kegiatan Public Expenditure Management Network In Asia (PEMNA) Plenary Meeting 2017 dengan tema Public Expenditure on Education, Upgrading Human Capital in Addressing Poverty and Inequality Issues di Nusa Dua Bali, Senin (8/5).

Wamenkeu Mardiasmo mengharapkan berlangsungnya kegiatan tersebut bisa memberikan manfaat positif kepada negara-negara anggota PEMNA. PEMNA adalah jaringan pengelola keuangan publik di Asia yang bersama-sama mengkaji pengelolaan keuangan publik secara berkelanjutan.

"Kita berada di sini hari ini untuk membangun jembatan, berbagi pengalaman tentang praktik-praktik pengelolaan keuangan publik dan berbagai usaha untuk memperbaikinya lebih jauh," ujarnya saat memberikan sambutan.

Baca Juga: Ada Kompetisi Esai Keuangan Negara Berhadiah Rp22,5 Juta, Mau Ikut?

Tujuan utama PEMNA adalah mendukung pembentukan jaringan pengelola belanja publik/pengeluaran negara yang dilaksanakan secara berkelanjutan di negara–negara Asia Timur. Para pengelola tersebut dapat saling bertukar pengalaman profesional dan saling berbagi pengetahuan.

Acara itu diharapkan dapat meningkatkan sistem pengelolaan kebijakan pengelolaan keuangan publik di masing-masing negara. Mardiasmo menjelaskan Kementerian Keuangan cukup antusias untuk mendengarkan pengalaman dari berbagai negara anggota PEMNA dan siap berbagi pengalaman mengenai pengelolaan keuangan publik.

"Rekan-rekan di Kementerian Keuangan Indonesia dan saya ingin mendengar pengalaman Anda, dan di sisi lain, dengan senang hati Anda dapat belajar dari pengalaman kami," tuturnya.

Baca Juga: DJPK Gelar Kompetisi Paper Berhadiah Rp30 Juta, Tertarik?

Sebagai informasi, penyelenggaraan kegiatan PEMNA Plenary Meeting merupakan kegiatan rutin tahunan yang penyelenggaraannya dilakukan secara bergiliran di antara negara-negara anggota PEMNA.Tahun ini Indonesia mendapat kehormatan untuk menjadi penyelenggara. (Amu)

Topik : kemenkeu ri, pemna meeting, keuangan negara
Komentar
Dapatkan hadiah berupa uang tunai yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
0/1000
Sampaikan komentar Anda dengan bijaksana. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda, sesuai UU ITE.
artikel terkait
Senin, 24 Juli 2017 | 11:51 WIB
INDEKS REFORMASI BIROKASI
Jum'at, 09 Juni 2017 | 12:15 WIB
REFORMASI PERPAJAKAN
Senin, 09 Januari 2017 | 16:14 WIB
KAMPANYE SADAR APBN
Jum'at, 02 Desember 2016 | 14:13 WIB
RAPAT KERJA ITJEN
berita pilihan
Senin, 06 Juli 2020 | 07:58 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Minggu, 05 Juli 2020 | 15:01 WIB
KINERJA EKONOMI
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:31 WIB
STATISTIK BELANJA PERPAJAKAN
Minggu, 05 Juli 2020 | 14:01 WIB
FILIPINA
Minggu, 05 Juli 2020 | 13:01 WIB
PAJAK LAYANAN DIGITAL
Minggu, 05 Juli 2020 | 12:01 WIB
KABUPATEN MALANG
Minggu, 05 Juli 2020 | 11:00 WIB
INFOGRAFIS PAJAK
Minggu, 05 Juli 2020 | 10:01 WIB
KABUPATEN MIMIKA
Minggu, 05 Juli 2020 | 09:01 WIB
PAJAK LAYANAN DIGITAL
Minggu, 05 Juli 2020 | 08:01 WIB
INSENTIF PAJAK