JAKARTA, DDTCNews - Pemerintah mulai menyiapkan program diskon untuk menyambut Hari Raya Idulfitri. Harapannya, stimulus tersebut dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan menggerakkan perekonomian.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan stimulus akan digelontorkan pada awal tahun, mengingat momentum Lebaran dalam dua bulan mendatang. Menurutnya, upaya ini menjadi bekal untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% di 2026.
"Target tahun ini kan 5,4% dan kita akan monitor, kebetulan Lebaran maju ke 18 Maret. Antara Natal dan Lebaran itu dekat, jadi program-program terkait diskon dan stimulus untuk belanja nanti akan didorong," klaimnya, dikutip pada Jumat (17/1/2026).
Pemerintah rutin menerapkan program stimulus seperti diskon atau insentif perpajakan, terutama menjelang hari raya besar seperti Idulfitri, serta Natal dan Tahun Baru (Nataru). Tujuannya, untuk memacu daya beli supaya masyarakat belanja, sehingga perekonomian nasional maupun regional meningkat.
Pemerintah tahun lalu juga menggelontorkan stimulus ekonomi tiap kuartal. Airlangga menyampaikan sepanjang 2025 pemerintah telah mengucurkan anggaran untuk berbagai jenis stimulus senilai Rp110,7 triliun.
"Sepanjang tahun kemarin kita gelontorkan stimulus senilai Rp110,7 triliun, dan kali ini kita akan mengevaluasi stimulusnya," kata Menko.
Airlangga mengeklaim pemerintah akan bergerak lebih cepat, termasuk dalam menggodok kebijakan insentif bagi masyarakat luas.
Selain stimulus, dia menilai program unggulan presiden seperti makan bergizi gratis (MBG) juga bakal berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi. Jika pendistribusian MBG dilakukan dengan lebih baik dan menjangkau wilayah lebih luas, maka sektor-sektor pendukungnya ikut berkembang dan tumbuh.
"Kita berharap dari program unggulan Pak Presiden termasuk MBG, itu digelontorkan per kuartal itu Rp80 triliun. Tentu ini kita lihat efeknya akan lebih meningkat, apalagi MBG itu sudah mencapai scale sampai dengan 60 juta piring," tutup Airlangga. (rig)
