Trusted Indonesian Tax News Portal
DDTC Indonesia
GET
x

SSE1 & SSE3 Dihentikan, Ditjen Pajak: Kami Siap dari Sisi IT

A+
A-
7
A+
A-
7

Direktur Teknologi Informasi dan Komunikasi DJP Iwan Djuniardi. 

JAKARTA, DDTCNews – Tautan SSE1 (https://sse.pajak.go.id) dan SSE3 (https://sse3.pajak.go.id) yang selama ini menjadi tempat pembuatan kode billing pajak tidak bisa diakses lagi. Ditjen Pajak (DJP) meyakini kualitas pelayanan akan menjadi lebih baik.

Direktur Teknologi Informasi dan Komunikasi DJP Iwan Djuniardi mengatakan penghentian operasi SSE1 dan SSE3 dalam pembuatan kode billing sudah dipertimbangkan secara matang oleh otoritas pajak. Sistem teknologi dinyatakan sudah siap menghadapi perubahan kebijakan awal 2020 ini.

“Kami sudah sangat siap dari sisi IT [information technology],” katanya kepada DDTCNews, Senin (13/1/2020).

Baca Juga: DJP Pantau Perselisihan Prancis & AS Soal Pajak Digital, Ada Apa?

Lebih lanjut, Iwan menjabarkan ada tiga alasan otoritas percaya diri simplifikasi pelayanan elektronik dengan DJP Online akan berjalan mulus. Pertama, terminasi SSE1 dan SSE3 akan membuat sistem DJP Online semakin terintegrasi. Dengan demikian, arsitektur sistem DJP berjalan menjadi lebih baik.

Kedua, dengan adanya integrasi sistem maka otoritas dapat dengan mudah menambah kapasitas bandwidth secara cepat jika terjadi lonjakan masuknya wajib pajak di sistem. Ketiga, sistem DJP Online sudah mengakomodasi bulk system sehingga pelayanan elektronik bisa dilakukan secara massal dan tidak harus diselesaikan satu per satu.

“Justru dengan berpindahnya core billing ke sistem yang baru, kapasitas dan respons sistem menjadi lebih baik,” paparnya.

Baca Juga: Tidak Bisa Akses Aplikasi E-Bupot & VAT Refund? Ini Penjelasan DJP

Seperti diketahui, selain melalui sistem DJP Online, wajib pajak juga bisa menggunakan alternatif kanal lain untuk memperoleh kode billing. Kanal lain yang dimaksud adalah melalui, bank/pos persepsi, application service provider (ASP), laman portal pemerimaan negara, atau petugas DJP. Simak tahapan lengkap pembuatan kode billing di masing-masing kanal di sini.

Perubahan kebijakan pelayanan elektronik DJP ini, sambung Iwan, menjadi modal otoritas dalam menghadapi musim penyampaian SPT Tahunan. Otoritas lebih siap melayani wajib pajak secara elektronik dengan adanya simplifikasi kebijakan yang dilakukan pada awal tahun ini.

"Insyaallah siap [menghadapi pelaporan SPT tahunan],” imbuhnya. (kaw)

Baca Juga: Tidak Bisa Diakses Akhir Pekan Ini, E-Nofa Itu Apa Ya?

“Kami sudah sangat siap dari sisi IT [information technology],” katanya kepada DDTCNews, Senin (13/1/2020).

Baca Juga: DJP Pantau Perselisihan Prancis & AS Soal Pajak Digital, Ada Apa?

Lebih lanjut, Iwan menjabarkan ada tiga alasan otoritas percaya diri simplifikasi pelayanan elektronik dengan DJP Online akan berjalan mulus. Pertama, terminasi SSE1 dan SSE3 akan membuat sistem DJP Online semakin terintegrasi. Dengan demikian, arsitektur sistem DJP berjalan menjadi lebih baik.

Kedua, dengan adanya integrasi sistem maka otoritas dapat dengan mudah menambah kapasitas bandwidth secara cepat jika terjadi lonjakan masuknya wajib pajak di sistem. Ketiga, sistem DJP Online sudah mengakomodasi bulk system sehingga pelayanan elektronik bisa dilakukan secara massal dan tidak harus diselesaikan satu per satu.

“Justru dengan berpindahnya core billing ke sistem yang baru, kapasitas dan respons sistem menjadi lebih baik,” paparnya.

Baca Juga: Tidak Bisa Akses Aplikasi E-Bupot & VAT Refund? Ini Penjelasan DJP

Seperti diketahui, selain melalui sistem DJP Online, wajib pajak juga bisa menggunakan alternatif kanal lain untuk memperoleh kode billing. Kanal lain yang dimaksud adalah melalui, bank/pos persepsi, application service provider (ASP), laman portal pemerimaan negara, atau petugas DJP. Simak tahapan lengkap pembuatan kode billing di masing-masing kanal di sini.

Perubahan kebijakan pelayanan elektronik DJP ini, sambung Iwan, menjadi modal otoritas dalam menghadapi musim penyampaian SPT Tahunan. Otoritas lebih siap melayani wajib pajak secara elektronik dengan adanya simplifikasi kebijakan yang dilakukan pada awal tahun ini.

"Insyaallah siap [menghadapi pelaporan SPT tahunan],” imbuhnya. (kaw)

Baca Juga: Tidak Bisa Diakses Akhir Pekan Ini, E-Nofa Itu Apa Ya?
Topik : kode billing, penerimaan pajak, DJP, DJP Online
Komentar
Dapatkan hadiah berupa smartphone yang diberikan kepada satu orang pemenang dengan komentar terbaik. Pemenang akan dipilih oleh redaksi setiap dua pekan sekali. Ayo, segera tuliskan komentar Anda pada artikel terbaru kanal debat DDTCNews! #MariBicara
*Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
1000 karakter tersisa
artikel terkait
Selasa, 12 Desember 2017 | 09:17 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Rabu, 13 Desember 2017 | 09:21 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Jum'at, 03 November 2017 | 09:15 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
Senin, 06 November 2017 | 09:19 WIB
BERITA PAJAK HARI INI
berita pilihan
Senin, 08 April 2019 | 11:30 WIB
KEBIJAKAN PAJAK
Jum'at, 15 Juni 2018 | 18:05 WIB
KREDIT PAJAK
Rabu, 06 Maret 2019 | 11:54 WIB
PEREKONOMIAN INDONESIA
Kamis, 31 Januari 2019 | 17:33 WIB
INSENTIF FISKAL
Rabu, 13 Maret 2019 | 12:39 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Rabu, 13 Maret 2019 | 11:29 WIB
KEPATUHAN PAJAK
Rabu, 04 September 2019 | 18:14 WIB
REFORMASI PERPAJAKAN
Selasa, 09 Oktober 2018 | 19:27 WIB
PERTEMUAN TAHUNAN IMF-BANK DUNIA
Kamis, 03 Oktober 2019 | 17:53 WIB
KEBIJAKAN FISKAL
Kamis, 03 Oktober 2019 | 17:03 WIB
TATA KELOLA PERKOTAAN LAYAK HUNI