JAKARTA, DDTCNews - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi pada 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun atau bertumbuh 12,7% bila dibandingkan dengan 2024.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan kegiatan penanaman modal oleh Danantara menjadi salah satu pendorong realisasi investasi pada tahun ini. Penanaman modal oleh Danantara tersebut memberikan pengaruh besar terhadap realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN).
"Menurut kami peningkatan year on year di dalam negeri akan lebih meningkat karena akselerasi yang kita lakukan di Danantara," ujar Rosan, Kamis (15/1/2026).
Realisasi PMDN pada 2025 tercatat mencapai Rp1.030,3 triliun atau tumbuh sebesar 26,6% bila dibandingkan dengan PMDN pada 2024.
Meski PMDN meningkat pesat, penanaman modal asing (PMA) tercatat bertumbuh stagnan sebesar 0,1% dengan realisasi hanya senilai Rp900,9 triliun sepanjang 2025.
Ke depan, Rosan mengatakan pemerintah akan terus mengedepankan peranan Danantara dalam menggenjot investasi pada sektor-sektor strategis.
"Kalau awal mungkin di Danantara kita menyiapkan orang dan peraturannya dulu, sehingga kita baru bisa investasi pada Oktober. Sekarang, kita akan berinvestasi lebih banyak lagi di 2026 baik di bidang kesehatan, hilirisasi, chemical, dan lain-lain," ujar Rosan.
Dengan peranan Danantara dalam investasi, Rosan memastikan realisasi PMDN pada 2026 akan kembali bertumbuh bila dibandingkan dengan 2025.
Meski demikian, Rosan mengatakan kehadiran Danantara tidak akan menghambat laju PMA mengingat Danantara juga bisa melaksanakan penanaman modal bersama perusahaan asing.
"Dengan investasi yang masuk dari asing bisa tandem dengan Danantara sehingga ini memberikan confidence bahwa kita sama-sama investasi, kita sama-sama taking calculated risk, sehingga peningkatannya Insyaallah terjaga," ujar Rosan. (dik)
